
"Jantung hutan?".
"Seperti halnya tubuh peri yang memiliki anggota tubuh yang lengkap entah itu kaki, tangan atau sayap. Hutan juga memilikinya. Jika peri memiliki otak sebagai pusat saraf maka hutan memiliki jantungnya yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan hutan. Dan apabila jantung dari hutan ini mati maka seluruh hutan akan ikut mati bersamanya". Jawab Kila yang melihat ekspresi kebingungan putri Leona.
"Oh seperti itu".
Merekapun kembali melanjutkan perjalanan menuju sisi selatan dari hutan ini. Sebenarnya tidak semua jantung hutan terpilih selalu berasal dari sisi selatan, raja dan permaisurilah yang memilih tempat yang menurut mereka mempunyai kuncup sempurna untuk di jadikan jantung hutan maka mereka akan memilih tempat itu.
Sampai mereka tiba di sebuah rawa yang cukup tenang dengan banyak sekali bunga teratai yang mengambang di atasnya.
Semua tumbuhan seperti sedang menyambut kedatangan rombongan putri Leona memberi hormat ketika mencium aura berbeda yang mendekat ke arah mereka. Beberapa kuncup maupun bunga terataipun seperti bergerak mendekat ke arah putri Leona lalu membungkukan tubuh mereka memberi hormat. Hal ini tentu saja menjadi pemandangan langka bagi ketiga orang di belakangnya. Selama mereka hidup mereka tidak pernah mendengar cerita tentang hal seperti ini tapi sekarang mereka mengalaminya. Dimana semua tumbuhan bahkan tunduk pada putri Leona.
Putri Leona membalas dengan membungkukan badannya memberi hormat pada semua tumbuhan yang ada.
__ADS_1
"Apa kita sudah sampai?". Tanya putri Leona ketika melihat banyak bunga teratai di atas rawa itu.
"Iyah kau benar putri. Kita sudah sampai". Jawab Kila.
"Lalu yang mana kuncup itu, apa ini... ini....atau yang ini. Oh atau yang itu?". Tanya putri Leona sambil jarinya menunjuk satu persatu kuncup teratai yang ada dirawa itu.
"Em sebenarnya kami semua juga belum tahu yang mana kuncup terpilih itu". Ujar Alexa tersenyum malu sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan kedua tangannya kebelakang pinggul.
"Hanya melihat tempatnya saja putri. Hihi". Imbun Kila sambil tertawa kecil di hadapan putri Leona.
Putri Leona tidak mempersalahkan hal ini sama sekali. Ia justru senang bisa berjalan sampai ke selatan dan melihat tempat kuncup teratai itu berada meskipun belum dengan kuncup yang terpilih.
Ketika ia sedang asik bermain dengan beberapa hewan yang mendekatinya, tiba-tiba dari balik teratai yang lebat, sebuah kuncup teratai nampak bergerak pelan mendekatinya. Kuncup itu nampak lebih kecil dari kuncup yang ada di sekitarnya, warna putih dengan sedikit paduan merah muda pada bibir teratai membuatnya sedikit mencolok. Ia mengamatinya kuncup teratai itu dengan sabar, menunggu kemana kuncup itu akan berhenti bergerak.
__ADS_1
Sampai akhirnya kuncup itu berhenti di tepi rawa tempatnya berpijak, lalu memberi hormat padanya. Putri Leona mengulurkan tangannya pada kuncup tersebut perlahan, sentuhan yang sangat lembut di rasakan oleh kuncup tersebut dan ia menikmatinya dengan sedikit menggoyangkan tubuh kecilnya di jari-jari putri Leona, merasakan sentuhan itu lebih lama yang membuatnya merasa nyaman . Kemudian akar-akar teratai tersebut melilit lembut jari jemari putri Leona seakan menyapa dan enggan melepaskan.
"Sepertinya ini adalah kuncup teratai yang dipilih raja dan permaisuri". Ujar Konou menebak.
"Apa kau yakin?".
"Tentu saja, tidakkah kau lihat semua teratai lain tidak ada yang mendekat saat kuncup teratai ini menghampirimu". Alexa menimpali perkataan putri Leona.
"Bukankah dia kuncup teratai terakhir yang menghampiriku? Lagipula kuncup teratai ini sangat kecil dari pada yang lainnya". Ungkapnya membalas argumen semuanya.
"Biasanya kuncup yang terpilih memang di perlakukan istimewa oleh yang lainnya. Mungkin benar kuncup ini adalah kuncup yang terpilih". Imbun Kila memberi penjelasan.
Ia pernah mendengar cerita bahwa biasanya kuncup yang telah dipilih akan mendapat perlakuan istimewa dari pada yang lainnya. Bahkan oleh tumbuhan lain sekalipun.
__ADS_1