Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
67. Mengikuti Putri Leona


__ADS_3

Pangeran Kristof maju beberapa langkah saat putri Leona menurunkan busur serta anak panahnya lalu menyimpannya kembali dalam sebuah tabung yang tergantung kebelakang



"Kalian belum memberitahukan apapun padaku saat aku sudah memperkenalkan diri dengan benar". Ujar pangeran Kristof pada putri Leona dan yang lainnya.


Putri Leona tidak mengatakan apapun pada pangeran Kristof dan berlalu begitu saja dengan Alexa dan Aretha yang terbang pelan dibelakangnya.


Pangeran Kristof menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung harus kemana dan bagaimana selanjutnya akan ia lakukan. Dengan terpaksa akhirnya mengejar rombongan putri Leona dan menghampiri mereka semua.


Aretha melirik dengan tatapan dinginnya pada pangeran Kristof yang berusaha menghindari pandangannya dari Aretha yang terlihat sangat membunuh itu.



"Pergilah dari sini seperti saat pertama kali kau datang". Ucap putri Leona terus melangkah.


"Masalahnya aku tidak tahu bagaimana cara unuk kembali. Dinding transparan yang sebelumnya ada sudah hilang". Ucap angeran Kristof menimpali perkataan putri Leona.


Putri Leona menghentikan langkahnya saat mendengar penuturan dari pangeran Kristof yang berjalan tepat disamping kiri tubuhnya.

__ADS_1


"Kalau begitu teruslah mencari sampai kau menemukannya". Ujar putri Leona lalu berbalik berjalan lurus kedepan.


"Bolehkah aku ikut bersama kalian?". Putri Leona kembali menghentikan langkah kakinya dan menatap pangeran Kristof dengan lekat saat mendengar ucapan pria itu.


"Apa yang membuatmu berpikir untuk ikut bersama kami?". Putri Leona balik bertanya.


"Itu karena aku merasa bahwa aku harus ikut bersama kalian. Dan lagipula kalian sepertinya orang baik dan aku mungkin bisa membantu kalian para gadis". Ungkapnya tersenyum menatap mereka semua bergantian. Pandangannya jatuh saat menatap Aretha. Wanita itu benar-benar bisa membunuhnya hanya dengan melihat matanya.


"Membantu?". Putri Leona sedikit berkedut.


"Aku bisa berburu hewan untuk makanan kita. Hanya pinjamkan saja anak panahmu padaku maka semua hewan segar akan datang sebagai makanan kita?". Pangeran Kristof semakin yakin bahwa ia akan sangat membantu mereka semua dengan hal itu.


"Maksudmu?". Pangeran Kristof bertanya dengan heran.


"Kau paham benar bahwa ini bukanlah ditempatmu saat ini". Pangeran Kristof mengangguk.


"Kau mungkin bisa membunuh hewan apa saja ditempatmu untuk dijadikan makanan. Tapi disini...untuk menyentuh semut dengan kasar sudah merupakan tindakan yang buruk". Ungkap putri Leona menjelaskan.


"Apa itu artinya aku tidak bisa mengikuti kalian?".

__ADS_1


"Jika kau benar-benar ingin ikut maka ikutlah tanpa memberi beban pada kelompokku".


"Dan berhentilah banyak bertanya. Kau benar-benar sudah sangat membuang waktu berharga kami". Lanjut putri Leona lagi sebelum pangeran Kristof membuka suara.


"Baik tuan putri sesuai perintahmu". Ungkap pangeran Kristof membungkuk dihadapan putri Leona tersenyum.


Purti Leona berjalan melewati pangeran Kristof. Lalu ia memanggil Magnus untuk turun dan duduk diatas punggung Magnus. Pangeran Kristof terkejut sekaligus takjub melihat tubuh besar Magnus tersebut.


"Naiklah jika kau tidak ingin mengejar kami dengan kuda milikmu itu". Tukas putri Leona melirik kearah pangeran Kristof.


Pangeran Kristof tersenyum sebelum akhirnya ikut duduk dibelakang putri Leona. Alexa yang melihat pemandangan itu sedikit menyunggingkan senyum disudut bibirnya. Entah mengapa ia merasa nyaman ada pangeran Kristof disisi mereka. Aura yang keluar dari tubuh pangeran Kristof benar-benar seperti udara segar baginya dan juga sekitar.


"Cepatlah Magnus. Kita sudah kehilangan banyak waktu". Lirih putri Leona yang terngiang dikepala Magnus. Setelah itu mereka melesat dengan cepat menuju sisi utara hutan itu. Pangeran Kristof memeluk sedikit pinggang putri Leona saat Magnus menukik tajam kearah kanan hingga membuatnya nyaris terjatuh. Putri Leona menatap tajam kearah pangeran Kristof yang pura-pura tidak melihatnya lalu melepaskan pelukan pangeran Kristof dari pinggangnya dengan kasar.


"Aku akan memerintahkan Magnus untuk menjatuhkanmu jika kau melakukannya lagi". Ketus putri Leona.


"Aku tidak mengerti maksud ucapanmu. Aku hanya membantumu agar tidak jatuh". Timpal pangeran Kristof.


"Nagaku tidak akan membiarkan tuannya jatuh begitu saja. Berhentilah berpura-pura dan mencari alasan".

__ADS_1


__ADS_2