Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
28. Hadiah Kuda Terbang?


__ADS_3

Putri Leona berjalan mengekor di belakang kakek raja yang sedang terbang. Mereka berjalan cukup jauh sampai akhirnya berhenti di sebuah pintu berukuran besar dengan berhiaskan lambang bunga teratai yang cukup besar di antara dua daun pintunya.


"Ini adalah pintu kesukaanku". Ucap kakek raja tersenyum.


"Hanya sebuah pintu kenapa itu menjadi kesukaan kakek?". Batin putri Leona sedikit terkekeh tapi ia membiarkannya tanpa bertanya lebih lanjut.


Kakek raja melakukan semacam sihir khusus yang sedikit rumit dengan gerakan yang sangat cepat bahkan putri Leona tidak bisa melihatnya dengan jelas setiap pergerakan sihir tersebut.


"Bukalah cucu. Kau pasti suka dengan keadaan didalamnya". Pinta kakek raja yang langsung disetujui oleh putri Leona.


Mata putri Leona nampak berbinar tidak percaya dengan pemandangannya saat ini. Bagaimana bisa seperti ini? Ini terlalu ajaib untuk di jelaskan dengan kata-kata. Bahkan mata ini sudah terlalu lancang dan berani karena bisa melihat semua keajaiban. Sungguh dunia ini terlalu indah bagi seseorang sepertinya.


"Kakek, ini.....bagaimana bisa seperti ini kakek?". Tanya putri Leona seakan tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.

__ADS_1


"Tentu saja bisa. Kerajaanku saja mengambang di atas awan lalu bagaimana hal kecil seperti ini tidak bisa terjadi?". Ucap kakek guru sedikit terkekeh dengan pertanyaan putri Leona.


"Tapi ini terlalu ajaib kakek. Ini luar biasa......benar-benar luar biasa. Dan aku menyukainya kakek". Ucapnya seraya memeluk tubuh tua itu. Kini ia mengerti kenapa kakeknya menyukai pintu masuk itu, tentu saja karena di balik itu ada hal yang sangat menakjubkan. Sebuah hutan di atas awan. Bisa kalian bayangkan?


"Bagaimana semua ini bisa tumbuh dan hidup di atas sini kakek?".


"Tentu saja bisa cucuku. Apa kau ingat Ule peri elf ilahi itu?".


"Iyah aku masih mengingatnya. Dia temanku kakek". Ucap putri Leona menjawab pertanyaan kakek raja.


"Lalu apa yang ingin kakek berikan padaku? Hutan diatas awan ini?". Tanyanya dengan mata berbinar.


"Hahah. Kau ini benar-benar". Ungkap kakek raja sembari mengusap lembut puncak kepala putri Leona yang tersenyum menatapnya.

__ADS_1


"Anak istimewa sepertimu bagaimana bisa kakek hanya memberikan hutan kecil seperti ini? Tentu sesuatu yang sangat layak dan pantas untukmu yang akan kakek berikan".


"Semoga sepasang sayap, ku mohon kakek berikan saja aku sepasang sayap". Batin putri Leona memohon dengan sangat penuh harap.


Kakek raja kemudian berjalan menyusuri hutan awan tersebut masuk semakin kedalam diikuti putri Leona yang dengan hati yang penuh keraguan dan ketakutan berjalan di atas gumpalan awan. Ia membuka matanya sekedar mengintup kearah mana kakek rajanya melangkah. Ia terlalu takut untuk membuka kedua matanya secara sempurna. Berjalan di atas gumpalan awan, bagaimana jika sewaktu-waktu ia terjatuh ke bawah? Bukankah ia akan menjadi kepingan debu? Bahkan tidak mempunyai sayap apa yang akan di harapkan olehnya selain mati dengan sia-sia. Namun lamban laun mengikuti sang kakek raja hal yang di takutkan tidak pernah terjadi sampai ia memberanikan diri membuka kedua matanya secara perlahan.


"Kemarilah cucuku yang manis". Ungkapnya meminta putri Leona lebih mendekat kearahnya.


"Kakek sangat senang ketika kau lahir untuk pertama kalinya. Tapi saat itu juga kakek merasa sedih karena engkau terlahir......". Kakek raja tidak melanjutkan perkataannya dan menarik napas berat. Putri Leona mengambil tangan sang kakek dang menggengganmya erat.


"Aku baik-baik saja walaupun tanpa sayap kakek. Ayah, ibu , kakakku dan semua temanku mendukungku dengan sangat baik kakek, bahkan mereka tidak pernah melukaiku. Yang mereka lakukan adalah menjagaku dengan sebisa mereka". Ungkap putri Leona menatap semu kedua mata tua itu.


"Kakek tahu itu. Kakek selalu mengawasi kalian dari atas sini, kakek tidak pernah lupa mengawasi kalian, kau dan juga ibumu". Ucap kakek raja dengan raut kesedihan.

__ADS_1


"Kemarilah lihatlah disana. Apa kau menyukainya?".


"Apa itu bayi kuda dengan sayap?".


__ADS_2