
Pangeran Kristof terus berjalan dengan Maximus dibelakangnya. Ia mengamati sekitarnya yang tampak jauh berbeda. Hutan yang seakan mati perlahan terlihat hidup setelah kedatangan pangeran Kristof. Melihat itu pangeran Kristof menjadi waspada jika sewaktu-waktu akan ada bahaya yang menyerang.
__________________
"Seorang sedang menuju kemari". Ujar Alexa setelah melihat dengan jelas bayangan samar seorang pria.
"Apa kau mengenalnya?". Alexa menggeleng.
"Dia terlihat sama denganmu. Tanpa sayap". Ujar Alexa kembali menanggapi putri Leona.
Apa dia manusia?
"Apalagi yang kau lihat?".
"Entahlah. Sepertinya dia membawa seekor kuda bersamanya".
"Ayo temui dia".
"Apa kau yakin tidak berbahaya untuk menemuinya?".
"Aku ingin memastikan sesuatu". Setelah itu putri Leona berjalan mengikuti Alexa yang menuntun perjalanan mereka menuju seorang asing itu.
"Ule apa kau merasakan sesuatu?".
"Ia aku merasakannya. Seperti sihir yang sangat kuat ada didepan kita".
__ADS_1
"Sihir?".
"Iyah putri. Aku merasakan ada sihir yang kuat didepan. Tapi bukan sesuatu yang buruk".
"Kalo begitu siapa yang dilihat kakak Alexa?". Guman putri Leona pelan.
Mereka terus bergerak mengikuti arahan dari Alexa. Sementara Magnus ditugaskan oleh putri Leona untuk mengawasi mereka dari atas.
"Berhenti". Bisik Alexa pelan pada semuanya.
Putri Leona maju beberapa langkah kedepan saat tendengar suara kuda meringkik pelan didepan. Ia mengambil busur serta anak panahnya.
"Siapa disana?". Putri Leona menoleh pada Alexa serta Aretha saat suara laki-laki terdengar. Kemudian ia mengangguk dan keluar dibalik dedaunan.
"Si...siapa kalian?". Seorang pria bersiap dengan pedangnya untuk menghadang putri Leona dan rombongan.
"Kamilah yang seharusnya bertanya siapa kau?". Putri Leona balik bertanya dengan tetap menarik busuk panah serta anak panahnya yang siap melesat kapan saja.
"Ap..apa kalian han...hantu?". Pria itu bertanya dengan tergagap menatap putri Leona, Alexa dan Aretha bergantian. Alexa dan Aretha saling pandang kemudian beralih menatap pria dihadapan mereka itu.
"Atau kalian ini para malaikat?". Pria itu kembali bertanya.
Dua diantaranya terbang dan yang satu ini berdiri
Pria itu berguman sambil berusaha melihat sayap milik putri Leona.
__ADS_1
Sepertinya dia tidak bersayap.
"Kau tidak bersayap?". Tanya pria itu kembali menatap putri Leona. Kali ini ia berdiri dengan tegap seperti sudah menguasai dirinya sepenuhnya tanpa rasa takut seperti sebelumnya.
"Jawab saja yang menjadi pertanyaanku atau aku akan membunuhmu saat ini juga?". Putri Leona masih menatap tajam pada pria itu yang sedikit melangkah mundur beberapa langkah saat putri Leona mengatakannya.
"Maaf tapi aku benar-benar bingung dengan apa yang aku lihat saat ini. Atau mungkin aku sedang bermimpi". Ujar pria itu lagi sedikit mundur kebelakang.
"Baiklah aku tahu aku pasti sedang bermimpi saat ini. Aku akan bangun dari mimpiku sekarang juga". Imbunnya lagi lalu menaiki sebuah batang pohon yang paling kecil disana kemudian menjatuhkan dirinya ketanah.
Alexa dan Aretha saling pandang tak mengerti lalu kembali menatap pria tersebut sedangkan putri Leona membiarkan pria itu melakukan apa yang ia inginkan.
"Aduh sakit. Tapi mungkin kurang tinggi". Pria tersebut mengusap pelan p*ntatnya lalu beralih pada pohon yang lebih tinggi dari sebelumnya.
"Kalian jangan hiraukan aku dan lanjutkan perjalanan kalian". Ujar pria itu lagi sambil mengibaskan tangannya kearah putri Leona dan yang lainnya agar segera pergi dan tak menghiraukan keberadaannya.
Kemudian ia memanjat lagi pohon yang lebih tinggi itu dan menjatuhkan diri lagi ketanah dan tidak terjadi hal apapun lagi melainkan ia hanya meringis kesakitan.
"Apa dia pria b*doh?". Putri Leona tersenyum mendengar perkataan Ule barusan itu.
"Ah sepertinya aku tidak bermimpi. Aku ingat dengan jelas tadi bagaimana aku bisa sampai kesini". Ujar pria itu sambil bangkit berdiri.
"Aku tidak tahu siapa atau makluk apa kalian dan dimana aku saat ini. Tapi perkenalkan aku pangeran Kristof dari kerajaan Zordania yang tanpa sengaja masuk kesini melalui dinding transparan yang ada disana". Imbunnya lagi smabil menunjuk kearah selatan. Ia berkedut sesaat pada arah yang ditunjuknya karena tidak ada apa-apa lagi disana hanya tumbuhan yang sangat hijau.
Putri Leona mendengarkan kata-kata yang baru saja diucapkan pria itu sambil berusaha mengingat kerajaan yang disebutkan pria itu. Sepertinya itu tidak asing ditelinganya tapi dimana ia pernah mendengarnya?
__ADS_1
#S**etelah membaca jangan lupa dilike komen dam rate bintang lima**.