Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
14. Bertemu Kila


__ADS_3

"Ayo kita pulang, aku sudah tidak sabar menemui permaisuri dan juga putriku". Raja Luis dan beberapa prajurit istana berjalan pelan menyusuri hutan itu, tiba-tiba sebuah


cahaya dari jauh menarik perhatian mereka.


"Apa itu seorang anak kecil?". Tanya raja Luis memastikan penglihatannya.


"Iyah yang mulia, itu seorang anak mungkin seorang peri ahli bunga". Ujar Aru yang terbang di samping raja Luis. Ia dapat merasakan aura peri ahli bunga dari kejauhan mungkin saja itu adalah gadis kecil itu pikirnya.


"Halo gadis kecil, sedang apa kau sendirian disini?". Tanya raja Luis saat sudah dekat dengan anak kecil itu.


"Aku minta maaf yang mulia jika aku membuatmu terganggu dengan keberadaanku". Ungkap peri kecil itu sambil membungkukan badannya di hadapan raja Luis.


"Sama sekali tidak. Dan kau belum menjawab pertanyaanku". Ungkap raja Luis kembali.

__ADS_1


"Aku sedang membantu beberapa kuncup bunga untuk mekar yang mulia". Jawab peri kecil itu kembali.


"Bernarkah? Lalu apa yang kau bawa itu dalam keranjangmu.....?".


"Perkenalkan namaku adalah Kila peri ahli bunga. Dan ini adalah buah apel yang aku petik tadi di pohon tua. Ku pikir pohon itu sudah mati tapi sepertinya dia baru saja di sembuhkan oleh para peri". Tukasnya sambil menunjukan buah apel yang bercahaya berkat serbuk sihir yang mengelilingi buah apel itu.



"Benarkah begitu Kila? Lalu dimana rumahmu? Apa kau sendirian disini?". Tanya raja Luis ingin tahu.


"Kalau begitu mari kuantar kau pulang kerumahmu. Kau taukan dimana rumahmu Kila?".


"Terimakasih atas penawaranmu yang mulia, tentu saja aku tahu dimana rumahku". Tukasnya seraya tersenyum pada raja Luis.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita berangkat".


Sementara Aru dan yang lainnya hanya mengikuti dari belakang, raja tadi mengatakan ingin segera pulang menemui permaisuri dan juga putri Leona. Tapi sekrang dia malah menawarkan diri mengantarkan Kila pulang bahkan ketika gadis itu tahu dimana tempat tinggalnya. Bukankah raja Luis sangat berbaik hati? Sepertinya Aru akan mengikuti segala sifat baik dari raja Luis. Terlalu sederhana dalam melakukannya tapi sangat berkesan luar biasa bagi orang yang melihatnya. Kira-kira seperti itulah Aru mentafsirkannya.


"Yang mulia maaf jika aku terlalu lancang bertanya, tapi apa putri Leona benar-benar tidak bersayap?". Tanya Kila dalam perjalanan kerumahnya. Tentu saja Aru dan yang lainnya merasa terkejut dengan pertanyaan Kila tersebut. Bagaimana bisa ia dengan lancang menanyakan hal tersebut secara langsung pada raja Luis, bukankah itu sama dengan menghina raja secara tidak langsung?


"Apa kau melihatnya pada malam perayaan atas kelahirannya Kila?". Tanya raja Luis padanya.


"Iyah aku melihatnya tapi tidak terlalu jelas, makanya aku ingin memastikannya langsung denganmu yang mulia. Sekali lagi aku minta maaf yang mulia karena telah berani menyinggung putri Leona".


"Andai saja aku punya sayap yang dapat ku bagi dengannya tentu saja aku akan memberikan sayapku dengan sukarela". Ungkapnya lagi .


"Terimakasih Kila telah perhatian dengan putri Leona, tapi bagaimana pendapatmu tentang putri Leona?". Tanya raja Luis.

__ADS_1


"Tentu saja putri Leona sangat cantik. Kurasa tidak akan masalah jika putri tidak bersayap. Putri masih punya kaki dan tangan yang lengkap. Bagaimana menurutmu?". Kila berbalik menatap raja Luis dengan tersenyum. Ia mengutip kembali kata-kata raja Luis pada semua orang yang mengkritik putri Leona yang tal bersayap itu.


"Kau ini benar-benar. . . .".


__ADS_2