Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
43. Naga


__ADS_3

"Tuan putri di belakangmu". Teriak Ule dengan kencang dan seketika putri Leona melepaskan anak panahnya kearah belakang tubuhnya setelah ia berbalik dengan gerakan yang sangat cepat. Anak panah putri Leona melesat cepat dan mengenai ekor....naga?


"Ule apa kau juga melihat hal yang sama? ". Ule hanya mengangguk-ngangguk dihadapan putri Leona dengan mulut terbuka lebar.


"Ayo". Ajak putri Leona berjalan mendekati seekor naga berwarna putih. Putri Leona tetap bersiap dengan anak panahnya takut jika sewaktu-waktu naga itu akan menyerangnya.


"Tolong anakku. Kumohon jangan sakiti dia". Sebuah suara muncul dipikiran putri Leona dan juga Ule. Keduanya saling bertatapan dengan perasaan tidak mengerti. Pasalnya itu bukan suara pikiran keduanya.


" Kumohon bantu anakku. Jangan menyakitinya". Suara itu terdengar lagi. Naga tersebut menatap lekat putri Leona Leona yang masih memegang anak panahnya dengan sangat siap dan Ule. Sambil ekornya yang masih tertancap anak panah putri Leona memeluk erat bayi naga kecil yang terlihat ketakutan. Nampak air matanya jatuh membasahi wajah induk naga tersebut. Putri Leona menatap Ule yang hanya mengangkat bahu tidak tanda tidak mengerti.


"Apa itu suaramu ibu naga? ". Induk naga itu mengangguk pelan. Air mata nampak turun kembali jatuh dan mengenai anaknya.


"Maafkan aku telah menyakitimu. Apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?". Putri Leona mendekatkan diri dan duduk di samping induk naga.

__ADS_1


"Aku akan mencabut ini. Tahan sebentar. Ini mungkin sedikit sakit".


Arrrggghhhhh


Naga itu bersuara dengan sangat keras saat anak panah yang menancap pada ekornya berhasil di cabut oleh putri Leona. Hingga membuat binatang lain dihutan tersebut ketakutan dan terbang berlari menjauh dari sisi hutan tersebut. Darah segar keluar dengan sangat banyak bahkan membasahi wajah putri Leona.


"Ule bagaimana aku menghentikan ini ". Tanya putri Leona menatap Ule sambil kedua tangannya tetap menutup luka pada ekor induk naga agar darah tidak terus keluar.


"Ibu...ibu.....hikss-hiksss". Suara seorang anak laki-laki terdengar dipikiran putri Leona. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada bayi naga yang mengeluarkan air mata melihat darah dari ibunya yang tak berhenti keluar. Bayi naga itu menangis.


"Aku tidak tahu bagaimana caranya tuan putri. Tapi raja ah...maksudku kakekmu pasti mengetahuinya". Ungkap Ule menjawab tatapan putri Leona.


"Kalau begitu cepatlah bertanya pada kakekku ".Perintahnya pada Ule.

__ADS_1


"Baiklah ini mungkin butuh waktu sedikit lama. Tapi aku akan berusaha untuk secepat mungkin ". Ungkap Ule langsung terbang menjauh dari putri Leona dan juga para naga.


"Tidak usah melakukan apapun tuan putri " .Ungkap naga itu sedikit tersenyum. Jika itu adalah peri pada umumnya pasti akan terlihat sangat tulus.


"Akhirnya aku menemukanmu tuan putri. Sudah sejak lama aku mencarimu". Sambungnya lagi.


"Pergi dan bawalah anakku bersamamu. Ini mungkin terlambat untukku tapi tidak baginya . Waktuku tidaklah banyak. Jikapun kau menyembuhkan luka pada ekorku tapi luka pada jantungku tidak akan pernah bisa sembuh". Imbunnya lagi. Ada kesedihan yang tersirat diwajahnya meski tidak begitu jelas terlihat.


Induk naga tersebut menjilat-jilati luka pada ekornya kemudian luka tersebut perlahan mengering lalu menghilang. Putri Leona benar-benar terkejut. Kemudian ia menjilati lagi kepala bayinya berkali-kali . Meringkuk tubuh bayinya dengan erat . Air matanya jatuh kembali membasahi sebagian tubuh bayinya yang juga telah ikut menangis.


"Ibu kumohon tetaplah bersamaku. Aku belum bisa melakukan apapun tanpa bantuanmu ". Bayi naga itu menangis memohon pada induknya dengan sedih.


"Kau lihat tuan putri itu. Dia yang akan menjagamu nanti sampai kau besar. Dan jika kau sudah besar kau yang harus menjaganya. Kau akan merasakan kehadiran ibu dalam dirinya. Jadi jangan menangis lagi". Ungkap induk naga tersebut lalu mendorong tubuh bayinya menggunakan ekornya ke arah putri Leona. Air matanya kembali jatuh. Namun setelah itu ia mengepakkan sayapnya terbang menjauh sebelum akhirnya tubuhnya meledak diudara lalu menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


"Ibu............".


__ADS_2