Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
45. Sayapku


__ADS_3

"Bisakah kalian diam?".Ketus putri Leona kala Alexa dan Aretha berdebat dengan hal-hal sepele. Saat ini ia sedang sibuk dengan Uwi yang semakin besar dan bahkan tumbuh jauh lebih tinggi dari padanya.


"Bawa aku pergi Uwi". Ungkapnya lagi setelah berhasil naik ke atas punggung Uwi. Sementara Ule masih setia diatas pundaknnya.


Setelah menepuk punggung Uwi dengan cepat Uwi mengepakkan sayapnya dan melesat jauh dari atas istana meninggalkan Alexa dan Aretha.


"Mau kemana?". Tanya Alexa yang melihat Aretha beranjak bangun dari tempatnya tanpa menjawab pertanyaan darinya.


Putri Leona memegang kuat leher Uwi saat Uwi dengan lincah melesat kekiri dan kekanan secara bergantian.


"Hahahaha. Ini sangat menyenangkan". Putri Leona tertawa lepas diudara. Ini adalah pertama kali baginya terbang bersama Uwi. Meskipun saat bayi ia sudah dibawa terbang oleh permaisuri kesana kemari disekitar istana tapi tidak akan sama dengan kecepatan Uwi saat ini. Rambut putihnya tergerai begitu saja terbawa angin . Ia melihat kebawah, pemandangannya benar-benar luar biasa. Beberapa kali ia juga tertampar awan tebal yang lembut yang terasa menggelitik pada kulit pipinya.


Uwi mendarat didepan pohon besar pintu masuk kedunia keluarga Hanos.

__ADS_1


"Bagaimana caranya kamu masuk kedalam nanti?". Tanya putri Leona pada dirinya sendiri. Ia berniat mengajak Uwi kedunia keluarga Hanos dan berniat memperkenalkan Uwi pada mereka termaksud pada Magnus.


"Aku bisa membuatnya menjadi lebih kecil untuk sementara waktu ". Suara Ule terngiang dipikirannya.


"Benarkah kau bisa melakukannya Ule? ". Tanya putri Leonae mastikan ucapan Ule.


"Tentu saja. Coba lihat ini ". Setelah itu Ule menggerakan salah satu jari telunjuknya keudara dan memutarnya beberapa kali hingga sebuah cahaya putih muncul dibalik ujung jarinya dengan terang mengarah pada Uwi yabg seketika menjadi seukuran seperti waktu bayi dahulu. Putri Leona memandang takjub pada Ule.


Merekapun masuk kedalam pintu pohon itu dan sampai di hamparan padang rumput diperumahan keluarga Hanos.


Sementara tubuh Uwi sudah kembali besar seperti semula.


"Apa aku hisa melakukan sihir seperti itu Ule? Maksudku adalah membuat hewan berubah ukuran atau sihir-sihir lainnya yang menakjubkan?". Tanya putri Leona saat mereka berjalan menuju rumah keluarga Hanos.

__ADS_1


"Tentu saja. Sejak lahir kau sudah dikaruniai semua sihir. Hanya saja kau belum bisa mengendalikan. Aku bahkan tidak tahu kenapa kau tidak bisa melakukannya saat ini. Padahal seharusnya sejak bayi kau sudah bisa melakukan semua sihir-sihir itu". Jawab Ule yang tengah duduk di atas pundak putri Leona sambil menguyah potongan buah apel yang diberikan oleh putri Leona.


Putri Leona memikirkan ulang semua ucapan Ule. Jika memang sejak lahir seharusnya ia sudah bisa menggunakan sihir lalu mengapa sampai saat ini ia tidak pernah bisa melakukannya. Bahkan hanya auranya saja yang mengundang perhatian semua hewan dan tumbuhan bukan dari sihir yang dilakukannya seperti peri pada umumnya. Lalu apakah ada kekuatan lain yang menghalanginya? Atau akan tiba saatnya sihir itu bisa ia gunakan jika pada saat-saat tertentu yang mendesak? Entalah yang pasti untuk saat ini ia akan terus berlatih kekuatan sihirnya.


"Hai paman Aku datang. Bagaimana kabarmu paman?". Putri Leona memeluk paman Hanos memberi salam.


"Ah kau kembali. kabar pamanmu ini selalu seperti ini setiap harinya. Wah apa kuda ini juga akan dititipkan disini juga?". Goda paman Hanos kala melihat Uwi yang berdiri dibelakang putri Leona sambil sesekali mengepakan sayapnya.


"Ah tidak paman. Dia adalah sayapku saat ini. Perkenalkan namanya Uwi. Dimana bibi Ann dan adikku Hippo?".


"Kabar pria kecilku bagaimana?". Tanyanya bertubi pada paman Hanos yang hanya tertawa mendengar semua ucapannya.


"Mari masuklah dan temui mereka didalam".

__ADS_1


__ADS_2