
Alexa dan putri Leona bermain kejar-kejaran, sementara Ule masih melatih Uwi yang semakin baik saja terbangnya.
"Aaaahhhhhh......ayah ibu tolong". Terdengar suara seorang anak di balik semak di penghujung padang rumput. Suaranya semakin jelas terdengar. Anak itu terbang dengan sangat cepat menuju kelompok putri Leona. Sementara di belakangnya terdapat ular raksasa yang mencoba menangkapnya. Berkali-kali ular itu mencoba mengangkat tubuhnya tinggi agar bisa menangkap anak gadis tersebut.
Kedua alis Alexa berkedut. Ia mengenali aura anak dan ular tersebut. Tidak salah lagi, anak itu adalah anak peri penyihir dan ular tersebut sudah pasti hewan peliharaan peri penyihir jahat Helena. Ia mendengus kesal kenapa mereka harus bertemu dengan anak dan juga ular ini. Sama saja anak itu juga membawa bahaya bagi dirinya dan juga putri Leona.
"Tolong bantu aku, tolong selamatkan aku dari ular itu, kumohon tolong aku. Huhuhu". Pinta anak perempuan itu menangis sambil memeluk putri Leona setelah sampai di hadapan putri Leona sebelum akhirnya ia mundur beberapa menjauhi putri Leona setelah mendapati putri Leona yang tak bersayap.
Ular tersebut berdesis keras dihadapan mereka semua. Kemudian sorot matanya teralihkan pada Alexa lalu tersenyum menyingrai membuat Alexa menelan ludah ketakutan. Lalu pandangannya teralihkan pada putri Leona, lama ia menatap pada putri Leona sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan mereka semua.
"Ular apa tadi kenapa sangat besar? Apa itu ular raksasa?". Tanya putri Leona pada yang lainnya yang terlihat sangat syok.
"Ule apa kau tahu binatang apa tadi ?".
__ADS_1
"Itu adalah ular peliharaan peri penyihir jahat tuan putri. Sepertinya ia sudah tahu tentang keberadaanmu ".
"Kakak apa kau baik-baik saja?".
"Iyah adikku. Kakakmu baik-baik saja". Ucap Alexa menjawab putri Leona.
"Kau...apa kau baik-baik saja?". Tanya putri Leona pada anak yang masih terbang diatasnya itu. Anak itu terdiam dan tidak menjawab pertanyaan putri Leona.
"Untuk apa aku harus menjawab pertanyaan peri cacat sepertinya. Ah apa masih pantas dia disebut seorang peri hahah.". Ucapnya diiringi kekehan yang mengejek siapapin mendengarnya.
"Lagipula aku berterimakasih untuk apa? Memangnya apa yang sudah kalian lakukan pada ular penyihir itu. Kalian bahkan sama takutnya sepertiku". Ucapnya lagi yang membuat Alexa geram dan hendak menjambak rambit hitamnya tapi segera di tahan putri Leona. Kalau dilihat-lihat sepertinya umur anak itu sama dengan Alexa.
"Ya sudah tidak perlu dipikirkan. Kembalilah pada orangtuamu dan pastikan untuk tidak bertemu ular itu lagi'. Putri Leona berpesan pada anak tersebut.
__ADS_1
"Kakak mari kita juga harus pulang". Ajak putri Leona pada pada Alexa.
Anak tersebut yang sudah terbang tak jauh akhirnya berhenti dan menghampiri kelompok putri Leona dan terbang indah dihadapan putri Leona. Sorot matanya benar-benar menakutkan untuk anak seumurnya.
"Menyingkirlah dari hadapan adikku atau kusihir kau jadi batu". Umpat Alexa yang kesal dengan anak tersebut.
"Jadi aku tidak salah dengar? Kalian berdua benar-benar bersaudara?". Ungkapnya mencemooh namun wajah seriusnya kembali dipasang.
"Bagaimana seorang anak peri penyihir mempunyai adik cacat seperti ini. Bahkan aku tidak bisa mencium aura apapun dari gadis cacat ini". Ungkapnya sambil mengendus-ngenduskan hidungnya pada sekujur tubuh putri Leona berharap dapat merasakan aura walau sekecil apapun.
"Kubilang menyingkir dari adikku".Hardik Alexa kesal menarik tubuh anak tersebut yang hanya tertawa melihatnya.
"Baiklah namaku adalah Aretha. Senang berkenalan dengan keluarga unik kalian". Ungkapnya tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Alexa yang tidak mempedulikan ucapannya sama sekali.
__ADS_1