Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
36. Apa Aku Bisa Mempercayaimu


__ADS_3

"Apa itu benar ibu?". Mata Putri Leona nampak berkaca-kaca. Semua ciri wanita yang diceritakan Alexa benar-benar mirip seperti almarhum ibunya. Rambut panjang dan berwarna pirang. Serta tahi lalat di bawah leher sebelah kiri. Itu semua benar-benar seperti ibunya yang lalu. Apa benar sang ibu datang meminta Alexa kecil untuk menjaganya? Lalu bagaimana ibunya tahu soal keberadaannya didunia ini? Kenapa tidak datang dan menemuinya secara langsung tapi membawa jiwa Alexa untuk bertemu dengannya? Ini benar-benar tidak masuk akal sama sekali dan juga tidak adil baginya.


Lalu apakah bangunan aneh yang diceritakan oleh Alexa adalah rumah mewahnya dikehidupan yang lalu? Dari semua cerita memang terdengar seperti rumah modern dikehidupan yang lalu dan sangat berbeda dengan didunia ini. Jadi pantas saja jika Alexa menyebutnya sebagai bangunan aneh.


"Apa kau mengetahui sesuatu? Soal wanita itu ataupun bangunan itu?". Tanya Alexa membuyarkan segala pikiran putri Leona.


"Aku tidak tahu apapun kakak. Sepertinya itu hanya mimpi. Jadi jangan terlalu dipikirkan". Ungkapnya berbohong.


"Ah seperti itu. Baiklah mungkin ini hanya mimpi yang terasa sangat nyata". Jawab Alexa menyerah. Ternyata itu memang hanya mimpi. Ia pikir putri Leona akan mengetahui sesuatu tentang mimpinya. Mungkin hanya sedikit petunjuk. Tapi sepertinya adiknya itu benar-benar tidak tahu apa-apa.


"Baiklah aku kembali dulu. Ada hal yang harus aku lakukan dikamar". Ungkapnya lagi sembari terbang menuju kamar tidurnya.


Putri Leona membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pikirannya saat ini benar-benar kacau.

__ADS_1


"Ule".


"Ya tuan putri"


"Apa kau tahu sesuatu tentang mimpi kakak Alexa?".


"Entahlah. Tapi itu seperti sesuatu yang sangat jauh dari sini tuan putri. Seperti sebuah dunia yang berbeda. Aku bisa merasakannya walaupun samar-samar".


"Jadi itu benar".


"Ah bukan apa-apa". Ungkapnya lalu bergegas keluar.


Dikamar Alexa nampak sedang duduk dalam posisi lotus. Wajahnya nampak tegang dengan keringat yang bercucuran disepanjang pipi. Ia sangat berusaha keras untuk melihat bayangan yang sekebelat muncul dalam pikirannya saat sedang bersama putri Leona tadi. Tapi sekarang ia tidak dapat melihat apapun juga. Hanya samar-samar seperti tertutup kabut awan yang sangat tebal. Ia mengerutkan keningnya. Sebenarnya apa yang dilihatnya tadi. Dan kabut asap ini seperti sedang menutup segala penglihatannya dengan sengaja.

__ADS_1


Apa wanita itu benar-benar punya suatu hubungan dengan putri Leona? Apa suatu bahaya benar-benar mengintai adiknya? Perlahan ia membuka matanya dengan helaan nafas yang terasa berat. Usahanya hanya sia-sia. Ia tidak mendapatkan apapun sebagai petunjuk.


Sepertinya ia harus lebih sering berada didekat putri Leona, karena bayangan itu hanya muncul dipikirannya ketika ia sedang bersama putri Leona. Siapa tahu cara ini akan berhasil dan ia mendapat sedikit petunjuk walau sekecil apapun.


"Kau....sedang apa kau disini? Apa kau sedang mengintipku hah".Sergah Alexa saat mendapati Aretha yang berdiri didepan pintu kamarnya.


"Turunlah. Raja memanggilmu". Setelah berkata demikian Aretha pergi meninggalkan Alexa yang belum sempat berkata apa-apa lagi.


"Ayah memanggilku?". Tanya Alexa saat sudah sampai ditempat raja Luis.


"Kemarilah. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu".


"Tentang apa ayah?". Tanyanya dengan hati-hati. Pasalnya sang ayah tidak pernah seserius ini berbicara dengannya.

__ADS_1


"Kau...apa aku bisa mempercayaimu?".


__ADS_2