
"Wah kedua putriku sangat manis, melihat kalian seperti ini mengingatkanku pada saudara-saudaraku". Ungkap permaisuri menangis tapi segera ia hapus buliran air mata yang keluar dari pipinya. Air mata yang ketika jatuh ke udara akan berubah menjadi serbuk-serbuk berwarna putih yang berkilauan.
"Kumohon jangan menangis ibu".
Mendengar Alexa yang memanggilnya dengan sebutan ibu membuat permaisuri tak bisa menahan tangisnya lagi, segera ia memeluk Alexa dengan erat.
"Terimakasih telah memanggilku dengan sebutan ibu Alexa. Sejak dulu aku ingin mendengar panggilan itu, dan sekarang kau telah mengabulkannya. Terimakasih nak. Ibu menyayangimu". Ungkap permaisuri yang masih memeluk tubuh Alexa erat.
Didalam hutan.
"Lewat sini yang mulia, sedikit lagi kita sampai". Ungkap peri elf penjaga hutan yang bernama Aru itu. Raja Luis terbang mengikuti Aru dari belakang bersama para prajuritnya.
__ADS_1
"Jauh juga tempatnya". Guman raja Luis pelan.
"Nah kita sudah sampai, ini pohonnya yang mulia". Tunjuk Aru setelah mereka sampai disalah satu pohon besar yang sudah sangat berumur dan hampir mati, mungkin usia pohon itu sudah ratusan tahun.
Pohon itu sepertinya merupakan tempat tinggal para peri elf mengingat banyak sekali pintu-pintu kecil yang terdapat di batang pohon itu. Mungkin Aru juga tinggal disitu.
"Siapa saja yang tinggal disini?" . Tanya raja Luis yang melihat banyak sekali pintu masuk yang terdapat di pohon itu.
"Lalu dimana mereka semua?".
"Mereka sedang berjaga di pohon tua yang lainnya yang mulia? Apa yang mulai ingin menemui mereka?". Tanya Aru.
__ADS_1
"Nanti setelah kita menyembuhkan pohon ini baru kita pergi menemui mereka". Ungkap raja Luis lalu mulai mengangkat kedua tangannya ke atas udara dan keluarlah kilatan cahaya berwarna hijau seperti serbuk-serbuk sari . Setelah itu raja Luis menyentuh akar pohon tua itu, sangat lama sampai secara perlahan akar-akar pohon tua itu mulai bergerak-gerak karena sentuhan sihir yang di lakukan olehnya. Sampai akhirnya sedikit demi sedikit ranting pohon itu tumbuh daun-daun baru yang sangat banyak, sementara daun-daun kering yang masih ada seketika berubah menjadi hijau dan segar kembali. Pohon tua itu seketika menghasilkan buah yang sangat banyak, buah dengan warna keemasan yang berasal dari sihir seperti serbuk mengelilingi buah-buah pohon itu. Hingga dari kejauhan nampak seperti lampion yang menggantung di atas pohon, bersinar dengan terang dalam situasi yang sedikit remang karena minimnya cahaya yang masuk akibat hutan yang sangat lebat itu.
Air mulai mengalir deras saat akar pohon itu dengan sendirinya terangkat seperti memberikan celah agar air yang sebelumnya tergenang tersebut melewatinya membentuk sungai kecil baru yang sangat indah.
Melihat pemandangan indah tersebut membuat semua orang terpana termaksud raja Luis sendiri.
"Kau sudah sembuh pak tua, sebaiknya aku juga menyembuhkan teman-temanmu yang lain". Ujar raja Luis pada pohon tersebut. Pohon itu tertunduk memberi hormat pada raja Luis hingga daun dan juga buahnya hampir menyentuh tubuh raja Luis dan juga para prajurit lalu kembali berdiri tegak seperti sebelumnya. Sementara Aru sudah terbang menghindar jauh takut kalau sampai ranting pohon tua itu tanpa sengaja melukai tubuh kecilnya.
"Kalau begitu aku pergi dulu pak tua, jaga dirimu baik-baik". Setelah berkata demikian raja Luis kembali terbang menemui pohon tua lain yang untuk ia sembuhkan juga.
__ADS_1
#Tinggalkan like komen dan rate bintang lima. Jngan lupa vote untuk terus dukung novel ini