Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
70. Jati Diri Zary Yang Sebenarnya


__ADS_3

Mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan Zary yang ikut duduk dibelakang putri Leona karena sayapnya yang terlalu lemah untuk dikepakkan.


"Ada apa Ule?". Tanya putri Leona yang terngiang di kepala Ule.


"Aku tidak menemukan aura apapun pada tubuh Zary". Jawab Ule yang sedari tadi memperhatikan Zary.


"Apa karena dia sedang sakit makanya tidak ada aura apapun dalam dirinya?". Putri Leona mencoba menebak.


"Bahkan para peri yang masih tertidur karena mencium racun tersebut masih mempunyai aura mereka bagaimana gadis itu bisa kehilangan auranya hanya karena satu pukulan kecil". Ule mulai menunjukan sikap ketidaksukaannya pada Zary. Sejak pertama bertemu dengan Zary ia sudah merasakan bahwa gadis itu bukanlah wanita baik dan polos seperti kelihatannya.


"Kau mencurigainya"?. Putri Leona bertanya dengan sangat pelan meskipun sebenarnya tidak ada yang mengetahui tentang pembicaraan mereka selain mereka sendiri dan juga Magnus.


"Entahlah. Lihat bagaimana kedepannya nanti".


"Tuan putri". Suara Magnus ikut terdengar oleh Ule dan juga putri Leona.


"Yah ada apa Magnus?". Tanya putri Leona.


"Kita sudah sampai". Ungkap Magnus lagi.


Setelah itu putri Leona turun dari atas pungguggnya kemudian membantu Zary untuk turun.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau cari Zary?". Tanya putri Leona saat melihat Zary celingak-celinguk seperti tengah mencari sesuatu.


"Ah bukan apa-apa". Jawab Zary.


"Ada apa denganmu?". Ketus Aretha melihat Alexa yang sedang kosentrasi dengan penglihatannya.


"Zary? Itu kau?". Ungkap Alexa menatap Zary dengan lemas lalu ia jatuh pingsan diikuti oleh Aretha kemudian Hippo.


"Kakak......bangun kakak kumohon". Putri Leona mengguncang kuat tubuh Alexa dan Aretha bergatian kemudian beralih pada Hippo.


"Hippo bangunlah kumohon adikku bangunlah".


"Apa yang sebenarnya terjadi?". Ia menatap Zary lalu bangkit berdiri berusaha mencari penjelasan pasalnya sebelum pingsan Alexa sempat menyebutkan namanya.


"Kalian benar-benar bodoh". Lanjut Zary setelah puas menertawakan putri Leona.


"Zary apa yang kau maksudkan". Tanya putri Leona kembali.


"Bukan apa-apa Leona. Hanya saja aku memberi mereka sedikit racun tidur. Bagaimana.... bagus bukan?". Ungkapnya menyingrai kearah putri Leona.


"Apa maksudnya racun tidur?". Pangeran Kristof mengulangi perkataan Zary.

__ADS_1


"Aku heran pada kalian berdua seharusnya kalian juga ikut pingsan dan tertidur selamanya seperti mereka". Ungkapnya dengan marah menatap putri Leona dan juga pangeran Kristof bergantian.


"Jadi kau yang telah membuat ini semua?". Tanya putri Leona tidak percaya.


"Yah aku yang melakukannya. Apa kau suka?". Ungkap Zary membalas perkataan putri Leona.


"Hahahhahaa......kerja bagus anakku". Tiba-tiba sebuah suara diikuti sosok hitam muncul dibalik udara kosong.


Zary membungkuk pada sosok itu dengan hormat sesaat sebelum berdiri tegak kembali.


"Salam ibu. Bagaimana....apa ibu suka pekerjaanku?". Ungkap Zary lalu setelahnya kabut hitam menyelimuti seluruh tubuhnya hingga nampaklah sosok yang sangat jauh berbeda. Sosok itu seperti peri penyihir pada umumnya dengan topi kerucut yang panjang ia tersenyum menyingerai kearah putri Leona.


"Bagaimana penampilanku yang sebenarnya? Jauh lebih hebat bukan?". Ucap Zary akhirnya.


"Dasar penyihir berbulu domba".


"Dimama Giee?". Bentak putri Leona pada Zary. Perasaannya jadi lebih tidak enak setelah mengetahui Zary adalah peri penyihir jahat.


"Ah gadis sok kuat itu bagaimana yah...ah dia sudah kuberi makan para Ebu Gogo milikku". Ungkap Zary tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Kau". Putri Leona menggeram tidak senang saat Zary mengatakannya. Ia mengepal kedua tangannya dengan sangat kuat.

__ADS_1


"Kau....akan membayar setiap perbuatan yang kau lakukan saat ini. Aku pastikan kau menerima setiap inc rasa sakit dari peri yang kau korbankan untuk makluk menjijikan milikmu itu".


"Apa kau sudah selesai Putri?". Putri Leona mengalihkan pandangannya pada wanita yang dipanggil ibu oleh Zary sebelumnya.


__ADS_2