Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
27. Kakek Raja Para Peri Ilahi


__ADS_3

"Menggendong bayi bagaimana kakek? Aku sudah sebesar ini bagaimana kakek ingin menggendongku? Ini memalukan sekali". Batin putri Leona ingin menangis. Dengan senyum kecut ia tetap berjalan menuju kakeknya. Bagaimanapun juga ada sesuatu yang akan diberikan oleh kakeknya padanya. Siapa tahu kakek akan memberikan langsung saat ini juga.


"Cucu kakek yang manis, kau sama cantiknya seperti ibumu. Tapi tentu saja kau sedikit........sedikit lebih cantik dari ibumu". Ucap kakeknya terkekeh sendiri. Sementara putri Leona hanya tersenyum.


"Ah baiklah kau boleh berdiri sekarang. Ternyata kau berat juga rupanya. Pinggangku jadi sakit sekarang". Ungkap kakeknya sambil memijat pinggangnya dengan tangan kirinya. Sementara putri Leona hanya tersenyum senang, ia akhirnya terbebas juga dari pangkuan sang kakek. Sejujurnya ia sedikit risih dengan jenggot putih panjang kakeknya tersebut, di tambah dengan usia kakeknya yang terlihat sudah sangat tua pasti akan sulit bagi kakeknya untuk memangkunya.


"Ah kakek ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kakek". Putri Leona membuka pembicaraan setelah kakeknya selesai dengan pinggannya.


"Apa yang ingin kau tanyakan cucu?". Tanya sang kakek.


"Aku sangat penasaran dengan semua ini sekaligus merasa takjub. Tapi ada suatu hal yang benar-benar membuatku penasaran yaitu tentang dimana aku sekarang? Apa aku benar-benar berdiri di sebuah bangunan yang mengapung di atas awan? Apa seperti ini tempat tinggal peri bulan? Dan lagi kenapa bangunan disini lebih besar dan megah di bandingkan semua bangunan yang lain?". Tanya putri Leona yang sangat penasaran. Sejak tadi ia mengatakan hal ini namun tertutup semua dengan rasa takjub hingga ia lupa ingin bertanya.

__ADS_1


"Haha kau ini sangat lucu cucu. Apa ibumu tidak pernah menceritakan tentang asal usulnya padamu?". Putri Leona menggelengkan kepala lalu berkata.


"Aku juga baru tahu bahwa ibuku adalah seorang peri bulan, jika bibi tidak mengatakannya padaku pasti aku tidak akan pernah tahu kakek".


"Baiklah kalau begitu kakek akan menceritakan semuanya padamu". Menarik napas panjang dan memulai ceritanya.


"Kau sekarang berada di dunia tempat tinggal para peri bulan dan peri elf ilahi serta beberapa makluk ilahi lainnya. Tentu saja tempat tinggal kami seperti ini, namanya juga peri bulan". Ucap kakeknya terkekeh sementara putri Leona masih setia mendengarkan semua kelanjutannya.


"Itu karena kakekmu adalah seorang raja disini". Tukas bibi Angel menyela pembicaraan serius keduanya. Tentu saja putri Lrona sangat kaget dengan fakta ini. Jadi ibunya adalah putri tertua kerajaan bulan? Dan dia cucu dari kakek rajanya. Ayah raja, ibuku putri raja sama sepertiku dan sekarang menjadi permaisuri di kerajaan Matoa kami, dan kakekku juga seorang raja dari para peri ilahi? Bukankah fakta ini benar-benar luar biasa. Ia benar-benar terlahir kembali dengan keluarga yang sangat sempurna. Bukankah hal yang bagus?


"Apa.....! Jadi kakekku juga seorang raja?".

__ADS_1


"Tentu saja. Apa kau pikir hanya ayahmu yang bisa menjadi raja untuk semua peri?". Tanya bibinya sambil tersenyum.


"Kalau peri bulan mempunyai rajanya sendiri, lalu apakah peri penyihir juga mempunyai ratunya sendiri?". Tanya putri Leona memastikan.


"Tentu saja tidak. Bagaimana seorang rendahan seperti penyihir jahat itu bisa menjadi ratu? Ia hanya menganggap dirinya seorang ratu. Selama dia tidak membuat masalah maka abaikan saja dia".


"Ah seperti itu rupanya". Putri Leona mengangguk kepala tanda mengerti.


"Oh yah kakek, bibi mengatakan jika kakek ingin memberikanku sesuatu. Boleh aku memintanya saat ini?". Tanya putri Leona tanpa tahu malu.


Kakek dan bibinya hanya menatapnya tersenyum lalu kakek mengatakan

__ADS_1


"Kemarilah cucu ikutlah denganku".


__ADS_2