Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
54. Rumahku Istanaku


__ADS_3

"Ule Magnus". Suara parau putri Leona memanggil.


"Kami disini tuan putri. Syukurlah kau sudah bangun ". Ungkap Ule yang terbang dihadapan putri Leona yang tengah berbaring dirumah milik Flugh.


"Kau yang melakukannya Magnus? ". Putri Leona bertanya pada Magnus yang berada diluar rumah.


"Yah tuan putri. Aku yang melakukannya".


"Terimakasih. Kau sekali lagi menyelamatkanku". Ungkapnya tersenyum.


"Ule bisa kau singkirkan selimut ini dariku. Rasanya aku sangat kepanasan".


"Baik tuan putri". Ungkap Ule yang langsung melakukan perintah dari putri Leona.


"Bawa aku keluar Ule".


"Baiklah tapi berhati-hatilah".


Putri Leona menyipitkan matanya saat silau matahari menghalangi pandangannya. Pohon-pohon yang sebelumnya diselimuti oleh hamparan salju kini berubah menjadi hutan yang sangat cantik. Bunga-bunga sakura bermekaran sepanjang jalan saat putri Leona berjalan melewatinya. Begitu juga dengan bunga-bunga yang tumbuh mekar dengan berbagai warna. Putri Leona menjulurkan telunjuknya saat pohon sakura tunduk dihadapannya hingga ia dapat dengan mudah mengambil bunga tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi Ule? ".


"Saat kau terkena tusukan oleh wanita es itu Magnus membakarnya hidup-hidup hingga menjadi abu. Dan saat abu dari tubuhnya terbawa oleh tiupan angin dan juga sungai yang mulai mencair saat itu juga matahari secara perlahan muncul dan semua salju lenyap begitu saja berganti hutan seperti sekarang". Ungkap Ule menjelaskan.

__ADS_1


"Begitukah? Jadi bisa dikatakan bahwa wanita es itu yang telah mengubah hutan ini menjadi hamparan salju?".


"Benar tuan putri". Jawab Ule.


"Karena itu pula aura tuan putri tidak tercium oleh para Orgh dan juga tumbuhan disini. Apa tuan putri masih ingat dengan balok kayu tempo hari?". Imbunnya kembali.


"Ya lalu?"


"Menurutmu kenapa balok tersebut tidak hidup seperti tumbuhan mati yang sebelumnya dihutan kerajaan Matoa?".


"Apa wanita es itu juga yang melakukannya?"


"Tentu saja dia yang melakukannya".


"Entahlan tapi menurutku itu berasal dari tombak bermata tiga miliknya tuan putri. Aku juga baru menyadarinya saat ia menusukmu tiga hari yang lalu".


"Apa maksudmu Ule?".


"Setiap mata tombak miliknya memiliki warna yang berbeda. Yang kiri berwarna hijau, yang tengah yang paling tinggi dan besar berwarna putih sedangkan yang kanan berwarna abu-abu".


"Apa makdudmu itu adalah tiga elemen yang berbeda Ule?"


"Itu masih dugaanku saja tuan putri mengingat ia bisa mengendalikan banyak Orgh disini tentu saja dia memiliki sesuatu yang kuat disisinya".

__ADS_1


"Tuan putri mereka semua menunggumu". Ujar Flugh yang sudah berada disamping putri Leona dengan membungkuk.


"Baiklah ayo kembali". Setelah itu putri Leona berjalan didampingi Flugh menuju bangunan tua. Jika sebelumnya ditempat itu ada banyak sekali mayat yang berserahkan dan juga berantakan kini tempat itu sudah sangat jauh berbeda. Mayat-mayat sebelumnya telah mereka bakar sesuai dengan kebiasaan mereka sebagai bentuk penghormatan terakhir. Tempat yang semula tidak terawat itu kini sudah menjadi sangat indah, tidak berdebu dan tidak ada balok atau apapun yang berserakan dilantai.


"Kalian yang melakukannya Flugh?".


"Benar tuan putri. Semula ini adalah istana kami". Ungkap Flugh dengan bangganya.


"Istana?".


"Yah benar istana. Kami menganggapnya sebagai istana sebelum akhirnya ratu Sevilla datang dan mengangkat dirinya menjadi ratu bagi kami semua". Flugh sedikit menjelaskan kisah mereka pada putri Leona.


"Bukan itu maksudku Flugh. Tapi kau mengatakan bahwa ini adalah istana, bukankah berarti sebelumnya kalian memiliki raja atau ratu sebagai pemimpin kalian bukan?". Putri Leona kembali bertanya.


"Kau benar tuan putri, sebuah istana tentu ada raja atau ratu didalamnya. Tapi istana yang aku maksudkan adalah tempat dimana kami para Orgh bisa berkumpul bersama dalam satu tempat tanpa rasa beban atau apapun terhadap hal-hal lain. Hanya antara kami yang saling peduli pada satu dan yang lain, hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Itu adalah definisi istana bagi kami tuan putri".


"Ah kau benar Flugh. Rumahku adalah istanaku. Aku mengerti sekarang".


"Sangat sulit bagi kami untuk diterima dikalangan peri lainnya. Kau pasti tahu itu bukan?".


"Aku mengerti sekarang. Tapi apa kau tahu tidak semua peri akan seperti itu. Kau lihat aku bukan. Peri tanpa sayap kau pikir apa yang yang teman-temanku lakukan padaku. Mereka semua menerimaku dengan sangat baik. Jadi maksudku adalah jangan menilai sendiri terlebih dahulu sebelum kau bertemu dengan mereka dan mengetahui sisi baik mereka. Sesekali cobalah berkunjung ke kerajaan ayahku. Kami semua menerima siapapun disana tanpa mengenal fisik". Ungkapnya tersenyum pada Flugh yang masih tertunduk.


"Coba gunakan hatimu untuk memikat orang lain. Tak semua orang menilai orang lain dari fisik tapi dari kebaikan hati orang tersebut sendiri. Kau mengerti bukan". Ungkap putri Leona kembali

__ADS_1


__ADS_2