
Sebuah bunga yang merupakan tanaman menjalar bergerak menuju putri Leona, kemudian munculah sepasang peri elf ahli bunga dihadapan Leona beserta rombongan. Kedua peri elf ahli bunga tersebut memberi hormat pada putri Leona.
"Makluk apa mereka, terlihat seperti bunga tapi mirip manus.. ah mirip peri dan tubuh mereka kenapa kecil sekali? Apa ini serangga yang mirip peri?". Tanya putri Leona yang penasaran dengan sosok dua peri elf di hadapannya. Jari telunjuknya dengan lembut membelai puncak kepala peri elf itu.
Alexa, Kila dan Konou menatap jengah pada putri Alexa.
"Mereka adalah peri elf ahli bunga penjaga hutan. Mereka memang peri bukan mirip lagi dan mereka bukan serangga". Ujar Alexa memperkenalkan kedua peri elf di hadapan mereka.
__ADS_1
"Maaf jika kami mengganggu perjalanan anda yang mulia putri, tapi kami ingin memberikan ini sebagai hadiah untuk yang mulia putri karena telah berkunjung ke tempat tinggal kami". Ujar salah satu peri elf yang merupakan wanita itu. Kemudian dengan beberapa gerakan tangannya seperti sihir tumbuhlah beberapa bunga yang sangat indah di salah satu batangnya yang menjalar lalu batang tersebut berputar-putar membentuk lingkaran yang yang seukuran dengan kepala putri Leona. Kemudian ia menambahkan beberapa sihir lagi pada lingkaran tersebut hingga tumbuhlah bunga-bunga baru yang berwarna putih berkilau keemasan.
"Mohon terimalah hadian dari kami yang mulia putri". Ujar peri elf tersebut memberikan mahkota bunga yang baru saja di buatnya.
"Wah ini sangat cantik. Terimakasih". Ujar putri Leona lalu membungkuk memberi hormat sebagai tanda terimakasihnya. Kemudian ia memakai mahkota bunga tersebut di atas kepalanya. Entah karena sihir peri elf atau pengaruh dari aura putri Leona, bunga tersebut nampak selalu tumbuh lagi dan lagi, dari kuncup lalu mekar dan begitu seterusnya.
"Bagaimana mungkin? Bukankah tumbuhan yang sudah terpisah dari akarnya pada akhirnya akan layu dan mati?". Tanya putri Leona penasaran.
"Apa yang tuan putri katakan memang benar. Tapi selama tanaman atau tumbuhan yang sudah mati atau layu menghirup aura dari tuan putri maka itu akan memberikan mereka kehidupan yang baru". Tukas peri elf laki-laki.
__ADS_1
"Kalau begitu baiklah. Sekali lagi terimakasih atas mahkota bunganya. Aku sangat menyukainya, aku pasti akan menyimpannya dengan baik di istana". Setelah berpamitan pada dua peri elf penjaga hutan ahli bunga tersebut mereka kembali melanjutkan perjalanan. Sepertinya banyak pelajaran baru yang putri Leona dapatkan dari perjalanan ini bahwa bukan hanya peri berukuran seperti mereka saja yang ada di dunia asing ini tapi ada peri elf yang tubuhnya sangatlah kecil bahkan seukuran jari telunjuknya, soal auranya yang sangat di hormati oleh hewan dan juga tumbuhan, bahkan mampu menghidupkan kembali tanaman yang mati. Dan masih banyak hal lagi yang ingin ia pelajari sebanyak-banyaknya tentang dunia ini, mungkin tentang peri penyihir. Selama ini ia sangat penasaran tentang peri penyihir jahat yang selalu di ceritakan oleh Alexa, juga beberapa monster duyung yang menghuni sisi utara hutan ini. Ia sangat penasaran dengan itu semua, jika ditempatnya sekarang ada peri elf yang seukuran jari telunjuknya lalu bagaimana denga peri penyihir dan monster duyung? Apa mereka bertubuh normal atau ada juga yang seujuran peri elf. Itu benar-benar membuatnya penasaran.
"Setelah ini kemana kita pergi selanjutnya? Kalian punya usul?". Tanya putri Leona pada yang lain.
"Bagaimana kalau ke arah selatan? Ku dengar di sanalah kuncup bunga terarai itu berada". Ucap Konou memberi saran.
"Memangnya kenapa dengan kuncup teratai itu?". Tanya putri Leona penasaran.
"Setiap 10 tahun sekali raja dan permaisuri akan memilih kuncup bunga teratai sebagai jantung dari hutan ini. Dan ku dengar kuncup teratai itu ada di selatan. Bagaimana kalau kita kesana sekarang, tidakkan kalian penasaran?". Ujar Konou dengan mata berbinar. Sementara yang lain saling memandang satu sama lain sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi ke selatan.
__ADS_1