
Magnus mendarat diantara pepohonan yang rindang setelah mendengar perintah dari putri Leona. Putri Leona lalu turun dari atas tubuh Magnus dan menghiraukan pangeran Kristof yang memberikan tangannya pada putri Leona untuk membantunya turun membuat pangeran Kristof hanya bisa menghela nafas berat.
"Tetaplah dibelakangku". suara Alexa terdengar pelan saat ia terbang diatas puncak kepala putri Leona dan Aretha yang terbang dibelakangnya bersama Hippo dan juga pangeran Kristof.
"Sebenarnya kemana kita akan pergi?". Pangeran Kristof mulai bertanya.
"Pakai ini". Putri Leona memberikan selembar daun yang ia petik dari salah satu pohon dan diikatkan tali disisi kiri dan kanan daun tersebut hingga membentuk masker.
"Apa ini semacam masker daun?". Tanya pangeran Kristof setelah selesai memasang masker tersebut dimulut hingga menutupi sebagian hidung mancungnya.
"Anggaplah demikian". Aretha membuka suaranya menimpali pertanyaan pangeran Kristof.
Putri Leona berbalik dan tersenyum kecil kearah Aretha.
"Apa aku salah bicara?". Tanya Aretha saat menyadari putri Leona dan juga Alexa menatapnya bersamaan.
"Tidak ada. Kau melakukannya dengan baik". Alexa tersenyum saat mengatakannya.
__ADS_1
"Yah. Kalian berdua melakukannya dengan baik". Putri Leona menimpali perkataan Alexa sebelumnya. Sementara pangeran Kristof mencoba mencerna apa yang baru saja ketiga orang itu katakan.
"Ule".
"Ada apa tuan putri?". Suara Ule menjawab panggilan dari putri Leona.
"Kau tadi mengatakan bahwa kau merasakan sihir yang sangat kuat...apa sekarang kau masih merasakannya. Maksudku sihir itu..apa kau masih merasakannya?".
"Sihir itu aku masih merasakannya. Bahkan semakin kuat. Dan asal kau tahu tuan putri sihir itu...aku merasakannya dari tubuh manusia itu". Putri Leona terhentak saat mendengar penuturan dari Ule. Manusia? Jadi Ule juga mengetahuinya?
"Aku mengetahui tentang manusia saat pertama kali bertemu denganmu". Ungkap Ule lagi menyadari keterkejutan putri Leona.
"Katakan...katakan bagaimana kau menyadari dan mengetahui semua tentangku". Ule menghela nafasnya sebelum memulai bercerita.
"Seorang peri elf ilahi...apa aku harus menceritakan lebih banyak lagi tuan putri?".
"Ceritakan saja Ule. Mungkin masih banyak hal yang belum aku ketahui. Termaksud tentang diriku sendiri". Ujar putri Leona pelan sambil terus melangkahengikuti Alexa.
__ADS_1
"Sebagai peri elf ilahi tentu kami diberkahi oleh hal-hal luar biasa dibandingkan dengan peri pada umumnya".
"Aku pertama kali mendengar tentang manusia serta luar biasanya aura mereka dari ibuku".
"Dahulu ibuku adalah peri elf ilahi yang berteman dengan seorang gadis manusia yang baik hati. Aura dari gadis itu benar-benar membantu ibuku dalam banyak hal. Dan lebih mengejutkan ibuku adalah gadis itu bisa melakukan sihir".
"Sejak saat itu ibuku mengajariku untuk mengetahui segala sesuatu tentang manusia dan mengenal mereka dari aura mereka sendiri".
"Lalu bagaimana denganmu tuan putri? Apa kau sudah memastikan sesuatu itu?". Ule balik bertanya.
"Seperti yang sudah kuduga sebelumnya. Dia adalah manusia". Jawab putri Leona pada Ule.
"Ada hal lain yang belum aku ketahui juga Ule. Tentang kerajaan Zordania. Dikehidupanku yang lalu, negaraku dipimpin oleh prsiden dan tidak ada kerajaan apapun lagi selain negara-negara yang dipimpin oleh masing-masing presiden".
"Apa kau berpikir bahwa ia hanya manusia sama denganmu tapi berasal dari kehidupan yang jauh berbeda juga denganmu?".
"Aku tidak menyangka...kau akan mengerti secepat itu maksud ucapanku". Putri Leona sedikit tersenyum setelah mengatakannya.
__ADS_1
"Akupun sama tidak menyangkanya sepertimu yang tidak pernah berubah sedikitpun. Yang suka menilai sesuatu berdasarkan ukuran". Ketus Ule pada putri Leona.