Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
63. Memperkenalkan Magnus


__ADS_3

"Ah putri kau kembali". Ucap bibi Ann memeluk putri Leona.


"Kakak". Suara Hippo terdengar dari belakang.


"Ah putri kau kembali. Apa kau baik-baik saja?". Suara paman Hanos menimpali Hippo sebelumnya.


"Aku baik-baik saja paman. Paman sudah mengetahuinya?". Putri Leona kembali bertanya. Paman Hanos mengangguk sebagai jawaban sebelum ia menghela nafas beratnya.


"Itu adalah hal yang buruk". Ungkap paman Hanos akhirnya.


"Ah aku hampir lupa. Kakak...... masuklah". Panggil putri Leona pada Alexa dan juga Aretha yang masih menunggu diluar sedari tadi. Setelah itu Alexa dan Aretha masuk bersamaan kedalam rumah. Bibi Ann dan juga paman Hanos dan juga Hippo saling pandang tak mengerti. Pasalnya kedua peri yang di panggil kakak oleh putri Leona merupakan peri penyihir yang entah baik atau jahat. Putri Leona yang melihat kecanggungan pada kedua kakaknya akhirnya berdehem pelan pada keluarga paman Hanos untuk menyambut mereka dengan hangat walaupun belum tahu siapa mereka.


"Mereka adalah kakakku. Kuharap paman dan bibi memperlakukan mereka dengan baik". Ujar putri Leona akhirnya. Ia mulai memperkenalkan keduanya pada keluarga paman Hanos dan menceritakan bagaimana awal mula pertemuannya dengan kedua kakaknya tersebut.


"Lalu apa rencana kalian saat ini. Apa raja dan permaisuri tahu kalian kemari?". Tanya paman Hanos kemudian.


"Kami akan pergi menemui para monster duyung. Dan kami......bisa dikatakan kabur dari istana secara diam-diam". Ungkapnya tertunduk.


"Hah anak nakal ini". Paman Hanos menghela nafas panjang.


"Bagaimana kalian akan pergi menemui para monster duyung. Kalian tidak ingin mati sia-dia bukan di tangan monster duyung itu?". Tanya paman Hanos kembali.


"Apa kau....". Ungkap paman Hanos terhenti. Putri Leona mengganggukkan kepala seakan tahu apa yang akan dikatakan paman Hanos selanjutnya.

__ADS_1


"Jika itu yang kau katakan maka paman tidak akan mencegahmu".


"Dan lagi......bawalah Hippo bersama kalian. Akan lebih baik jika ada yang menjaga kalian disana". Lanjut paman Hanos kembali.


Alexa menyimak pembicaraan putri Leona dengan paman Hanos dengan baik meskipun ada beberapa bagian yang tak ia pahami.


Aretha? Ia sendiri sudah pergi sedari tadi untuk berjalan keliling karena tidak tertarik dengan pembicaran putri Leona dan juga paman Hanos.


Kedua matanya menyipit saat melihat bayangan hitam dari kejauhan. Ia akhirnya mendekat pada bayangan itu untuk memastikan apa yang dilihatnya.


Paman Hanos kembali dengan membawa busur dan anak panah milik putri Leona yang ia dapatkan dari milik ratu Sevilla.


"Bawa ini juga bersamamu. Kau mungkin akan membutuhkannya nanti". Ungkapnya menyerahkan anak panah serta busur panah itu pada putri Leona.


"Baiklah paman aku akan menemui Magnus". Ujarnya lagi seraya bangkit berdiri.


"Magnus?". Alexa bersuara dari arah belakang.


"Ah dia adalah.....". Perkataan paman Hanos terhenti. Ia menatap keluar rumah, Putri Leona dan juga Alexa mengikuti arah pandangnya.


"Bagaimana dia bisa?". Ujar paman Hanos tak percaya kala melihat Aretha sudah duduk diatas punggung Magnus dengan nyaman. Magnus yang sangat susah untuk dinaiki kecuali atas permintaan putri Leona sendiri bagaimana bisa tertunduk pada peri penyihir? Sebenarnya bukan hanya paman Hanos saja yang terkejut tapi Alexa juga sama terkejutnya terlebih ini adalah kali pertama ia melihat binatang ilahi tingat satu itu dengan mata kepalanya sendiri.


"Hai Magnus? Kau menyukai kakak keduaku?". Tanya putri Leona sambil mengelus pelan leher panjang Magnus sambil menciumnya. Magnus mendengus hingga keluar kepulan asap putih tipis dari hidungnya.

__ADS_1


"Magnus? Dia naga?". Alexa yang tersadar dari keterkejutannya akhirnya membuka suara. Putri Leona membalasnya dengan tersenyum.


"Dia milikmu?". Tanyanya lagi yang dibalas anggukan oleh putri Leona.


"Bukankah dia mengagumkan?". Putri Leona balik bertanya.


"Sangat sangat dan sangat mengagumkan". Balas Alexa.


"Sejak kapan kau memilikinya?". Tanya Alexa kembali.


"Ummm...aku pertama kali bertemu dengannya saat kembali dari sini. Saat itu Magnus masih sangat kecil dibandingkan ibunya yang ukurannya sangat besar". Terangnya pada Alexa.


"Ibunya?". Alexa mengulangi perkataan putri Leona yang mengangguk mendengar perkataannya.


"Jadi kau sudah bertemu dengan dua binatang ilahi tingkat satu?". Alexa meninggikan suaranya saat bertanya hal itu. Ia benar-benar tak percaya akan hal ini.


"Ah bagaimana aku bisa menjadi kakakmu. Sudah selama itu dan aku baru mengetahuinya sekarang?". Imbunnya lagi.


"Katakan....Katakan hal apalagi yang kau sembunyikan dari kami berdua?". Tegasnya pada putri Leona.


"Tidak ada lagi yang aku sembunyikan dari kalian. Aku....tidak punya pilihan lain selain menyembunyikan keberadaannya. Kalian pasti tahu akan banyak orang yang akan mengincarnya jika mereka tahu aku memiliki sesuatu seperti ini". Ujar putri Leona menjelaskan.


"Aku tidak ingin hal itu terjadi". Sambungnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2