Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
18.Memulai Petualangan Pertama.


__ADS_3

"Apa kau sudah membuka kotak hadiah dari kakakmu?". Tanya Alexa yang terbang masuk ke kamar putri Leona.


"Aku baru saja ingin membukanya. Kira-kira apa isinya?". Tanyanya yang penasaran.


"Kenapa tidak langsung di buka?"


"Aku sangat menyukai kotak hadiah kakak. Ini sangat cantik dan terlihat kuno". Ungkapnya sambil melihat lagi kotak hadiah pemberian Alexa dengan saksama. Kotak kayu yang berukiran bunga teratai pada bagian atas. Memang terlihat agak kuno. Sepertinya itu cukup berusia.


"Baiklah aku akan membukanya".



"Kakak terimakasih untuk hadiahnya, hadiahnya sangat indah. Aku sangat menyukainya". Ungkap putri Leona tersenyum pada Alexa yang terbang di hadapannya.


Sebuah mahkota bertatakan bunga berwarna putih dan juga emas tersimpan rapi di dalam kotak kayu tersebut.

__ADS_1


"Kakak senang jika kau menyukainya. Pakailah itu sangat cocok untukmu". Ujar Alexa.


Tanpa menunda waktu lagi putri Leona langsung memakaikan mahkota tersebut di atas kepalanya. Auranya sebagai seorang putri benar-benar bersinar. Kecantikan pun semakin terpancar kala memakai mahkota tersebut, kecantikan yang tak akan bisa di defenisikan lewat sebuah kata.


"Bagaimana menurut kakak. Apa aku cantik?". Tanya putri Leona pada Alexa yang masih mematung memandanginya.


"Kakak apa kau tidak mendengarkanku?". Tanyanya lagi sambil mengibaskan kedua tangannya di hadapan Alexa.


"Ah tentu saja kau sangat cantik adikku. Aku bahkan sangat terpukau dengan kecantikanmu". Jawab Alexa jujur.


"Bukankah sebagai wanita memang sudah sepantasnya terlahir cantik? Ibu dan kakak juga cantik. Kakak Kila dan kakak Konou juga sama cantiknya". Ujar putri Leona dengan polosnya.


"Entahlah aku bahkan tidak begitu peduli".


"Bagaimana kalau kita sekarang pergi menemui Kakak Kila dan juga kakak Konou?". Ungkapnya lagi pada Alexa.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat. Pastikan kau meminta ijin dulu pada ibu dan ayah agar mereka tak mencari kita nanti". Pinta Alexa.


"Prajurit segera siapkan kereta untuk putri Leona dan perintahkan pada para prajurit ahli terbang untuk ikut bersama kami". Ungkap Alexa memberi perintah pada prajurit istana.


"Tidak perlu kakak. Kita akan berjalan saja. Jangan terlalu sering merepotkan para prajurit". Tukas putri Leona yng menolak perintah dari Alexa.


"Bukankah lebih baik jika kami terbang dan kau di kereta bersama prajurit ahli terbang ?". Tanya Alexa kebingungan.


"Aku hanya tidak ingin merepotkan mereka. Lihatlah prajurit yang satu ini. Bukankah dia terlihat sangat kelelahan?".


"Jadi sebaiknya kau beristirahatlah prajurit. Ini perintah". Setelah mendengar perkataan putri Leona itu prajurit tersebut langsung menurut.


"Baik yang mulia putri". Ungkap prajurit itu hormat lalu bergegas pergi.


Alexa dan prajurit lainnya hanya bisa diam, prajurit yang masih muda, sehat dan segar seperti tadi bagaimana ia menyebutnya sudah kelelahan dan menyuruhnya beristirahat? Sebenarnya ia hanya ingin lebih bebas dan leluasa menyusuri seluruh hutan tanpa gangguan dari para prajurit istana. Semasa hidupnya yang lalu ia memang sering mengunjungi hutan yang tak jauh dari rumahnya, menghambiskan waktu lebih dari setengah hari disana. Melihat bunga, kupu-kupu, bermain air dan banyak lagi. Itulah kenapa di ulang tahunnya sekarang ia meminta hutan sebagai hadiah. Karena umur tujuh tahun dirasa cukup untuk mulai menjelajah.

__ADS_1


"Ayo kakak kita berangkat".


#Jgn lupa like dan komennya kakak". Vote untuk dukung terus novel ini


__ADS_2