Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
58. Mendapat Teman Baru


__ADS_3

Putri Leona menyusuri lorong istana dengan Ule dipundaknya. Tidak banyak hal yang ia lakukan selama kembali ke istana dan itu membuatnya merasa bosan. Ia ingin keluar istana untuk mencari hal-hal yang mungkin bisa membantu meningkatkan kemampuan sihirnya. Dan saat ia akan keluar istana Aretha menahan tangannya hingga ia berbalik.


"Ada apa kakak Aretha?".


"Kalau kau mau keluar biarkan aku ikut. Tubuhku sudah berjamur karena tidak pernah keluar dari istana". Jawab Aretha. Ekspresinya tidak ada yang berubah. Hanya datar menatap putri Leona.


"Baiklah ayo jalan".


"Aku akan terbang dibelakangmu". Jawabnya pada putri Leona lagi. Putri Leona hanya menggelengkan kepala dengan sikap cuek Aretha. Meskipun selalu seperti itu ia tak pernah mempermasalahkannya sama sekali.


"Semua makluk dihutan selalu memperlakukanmu dengan baik. Boleh aku tahu alasannya?". Aretha membuka percakapan saat mereka melewati beberapa pohon besar yang bergoyang seperti menyambut kedatangan putri Leona.


"Entahlah. Mungkin karena rasa simpati?". Ungkapnya tersenyum pada Aretha.


"Maksudmu?".


"Apalagi yang mereka lihat dari peri payah sepertiku. Maksudku aku tidak mirip seperti kalian dan juga tak punya kemampuan sihir sama sekali. Bukankah itu menyedihkan?". Ungkapnya lagi tanpa melihat pada Aretha. Aretha mengangkat alisnya mendengar ucapan putri Leona.


"Bukankah mereka meperlakukanmu dengan baik karena kau istimewa?". Aretha sedikit maju dihadapan putri Leona.

__ADS_1


"Darimana kau mendengar hal itu? Apa kakak Alexa yang memberitahukannya?". Putri Leona balik bertanya.


"Siapa itu?". Ujar Aretha melihat lurus kedepan. Putri Leona mengikuti arah pandangannya. Seorang peri ahli bunga yang hendak mengambil sebuah ranting yang jatuh dari genggamannya sebelumnya. Peri ahli daun itu mengalihkan pandangannya pada putri Leona dan juga Aretha lalu membungkuk memberi hormat pada putri Leona.



"Salam tuan putri. Maaf jika keberadaanku mengganggu perjalananmu!". Peri ahli bunga itu berkata dengan sopan.


"Ah bukan begitu. Kau sama sekali tidak mengganggu. Siapa namamu dan santai saja denganku. Panggil saja aku Putri Leona itu terdengar jauh lebih baik daripada tuan putri". Ujar putri Leona dengan tersenyum ramah.


"Perkenalkan namaku adalah Zary, peri ahli bunga". Ujar Zary dengan membungkuk memberi hormat dengan kedua tangan memegang gaunnya.


"Sedang apa kau disini? Apa kau sendirian?". Kali ini Aretha yang bertanya. Putri Leona mengalihkan pandangannya pada Aretha.


"Apa kalian mau bertemu dengannya?". Tanya Zary lagi pada putri Leona dan Aretha bergantian.


"Boleh. Semakin banyak teman semakin baik". Jawab putri Leona lalu berjalan mengikuti Zary yang terbang perlahan dihadapannya.


Kedua mata putri Leona membesar saat melihat pemandangan dihadapannya. Sejauh mata memandang ia hanya melihat bunga Lavender yang sangat indah bermekaran. Disana juga terdapat seorang peri yang sedang merawat bunga itu dengan sesekali ia menciumi bunga-bunga itu. Apakah ini Giee yang dimaksudkan oleh Zary?

__ADS_1



Zary menghampiri peri yang sekujur tubuhnya dibaluti oleh bunga yang berwarna warni itu. Keduanya lalu kembali ketempat putri Leona dan Aretha berada.


"Salam tuan putri. Perkenalkan saya Giee. Senang bisa bertemu dengan tuan putri secara langsung seperti ini". Ungkap Giee dengan memberi hormat pada putri Leona. Kemudian ia beralih menatap Aretha. Ada aura ketidaksukaan yang sangat jelas ia tunjukan saat melihat Aretha dan putri Leona menyadari hal itu.


"Dia adalah salah satu kakakku. Perkenalkan namanya Aretha". Putri Leona mencoba mencairkan suasana yang terasa canggung sesaat itu.


"Senang bertemu denganmu". Ujar Giee. Penyihir". Lanjut Giee yang langsung dimelototi oleh Aretha.


Zary menyenggol lengan Giee untuk meminta maaf, tapi tidak dihiraukan sama sekali oleh Giee.


"Maafkan Giee. Dia memang sedikit kurang pandai apabila bertemu orang baru". Zary membungkukkan tubuhnya saat meminta maaf atas perbuatan Giee. Suaranya terdengar tulus dan lembut.


"Lupakan. Dia pasti punya kenangan yang buruk dengan peri penyihir". Ketus Aretha yang membuat Giee makin merasa tidak senang.


"Dan kau bangga dengan dirimu?" Giee balik bertanya dengan sinis. "Anak keturunan penyihir? Beraninya kau mendekati tuan putri? Kau yakin tidak punya maksud terselubung?".Giee bertanya tanpa henti.


"Bisakah kalian hentikan ini? Kenapa membahas sesuatu yang buruk saat kita sedang berada ditempat yang indah seperti ini?". Putri Leona berusaha melerai keduanya.

__ADS_1


"Giee dia adalah kakakku itu berarti dia sama sepertiku dan tidak ada perbedaan diantara kami". Ujar putri Leona lalu berbalik menatap Aretha. "Dan kakak Aretha kenapa menjadi tersinggung hanya karena Giee mengatakan kakak itu Penyihir? Apa itu akan mengubah pandanganku pada kakak atau mengalihkan perhatianku dari kakak? Tidakkan?".


"Saat aku mengajak kakak keistana untuk pertama kalinya itu adalah hari dimana kakak telah menjadi bagian dariku dan juga kakak Alexa. Jadi kumohon jangan pernah beralih dariku dan meninggalkanku". Ungkap putri Leona terhenti "Karena akupun akan seperti itu yang tidak akan beralih dan meninggalkan kakak". Lanjutnya lagi.


__ADS_2