Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
08. Persiapan Perayaan


__ADS_3

Pagi harinya Alexa sudah di suguhkan dengan pemandangan super sibuk dari para pelayan istana yang sibuk menyiapkan pesta perjamuan malam menyambut atas kelahiran putri Leona.


Semua pelayan peri bekerja sesuai keahlianya masing-masing nampak mondar-mandir dengan pekerjaannya. Ada yang menghias ruangan istana dengan bunga-bunga hidup yang dilakukan dengan kekuatan sihir mereka, ada yang menyiapkan baju-baju untuk semua orang dari kapas-kapas serta beberapa bunga dan daun yang disihir sedemikian rupa, ada yang menyiapkan segala makanan dan minuman dari buah dan madu yang di ambil dari dalam hutan, dan ada juga yang lebih sibuk dari semuanya yaitu menyiapkan gaun untuk permaisuri dan juga putri Leona serta Alexa, dan jubah milik raja Luis.


Tentu saja yang menyiapkan pakaian milik anggota kerajaan adalah seorang master ahli busana, yang sudah di percaya bertahun-tahun membuat baju untuk raja bahkan ketika raja Luis masih kecil sang master sudah membuatkan baju untuknya. Hal ini tidak lepas dari kualitas serta bahan yang akan digunakan dalam pembuatan baju menjadi poin penting baginya dalam membuat baju. Memberikan rasa nyaman pada si pemakai adalah kunci utama baginya.


"Kau sudah sudah bangun putri Leona, kau tahu malam nanti akan ada perayaan besar untukmu". Sapa permaisuri melihat putri Leona yang sudah bangun disisinya. Ia lalu mengusap lembut pipi putri Leona dengan kedua jarinya.


"Leona itu namaku. Bagaimana dia bisa tahu namaku?" . Batin putri Leona yang masih merasa asing dengan pemandangan didepannya.

__ADS_1


"Iyah namamu adalah putri Leona sayang, apa kau suka dengan namamu sayang? Kakakmu Alexa yang memberikan nama itu untukmu". Ujar permaisuri lagi mengajak putri Leona mengobrol meski ia tahu kalau putrinya belum bisa bicara.


"Apa dia bisa mendengar isi pikiranku? Wah sepertinya dia hebat sekali".


"Kakak Alexa yang memberiku nama? Jadi maksudnya kakak tiriku itu juga ada disini? Bagaimana mungkin apa dia juga mati bersamaku karena keracunan teh juga?". Batin Leona semakin dibuat bingung dengan keadaan saat ini. Bagaimana bisa ia dan juga kakak tirinya berakhir disini, kalau kakak tirinya yang memberikannya nama untuknya berarti saat ini kakaknya Alexa telah lebih dulu sampai ke tempat asing ini sebelum dirinya. Bagaimana itu mungkin? Sedangkan saat ia sekarat dan hampir mati kakak dan juga ibu tirinya terlihat sehat dan tertawa puas dengan keadaannya sampai akhirnya ia benar-benar mati. Hal ini benar-benar membuatnya bingung. Seperti apa hidupnya sekarang, sepertinya Tuhan telah mempermainkan hidupnya kembali. Menderita di kehidupan sebelumnya sepertinya masih kurang sampai akhirnya ia juga dikirim ketempat ini dengan orang yang sama seperti di kehidupan sebelumnya.


"Kenapa kau menangis nak, cup-cup-cup putriku yang manis". Ujar permaisuri langsung menggendong tubuh kecil Leona dan membawa terbang pelan sambil menenangkan Leona agar tal menangis lagi.


"Apa putri kita menangis lagi permaisuri?". Tanya raja Luis setengah berbisik setelah pulang memantau semua persiapan untuk nanti malam.

__ADS_1


"Iya, bahkan suaranya sangat keras tadi". Jawab permaisuri dengan berbisik juga karena sekarang Leona kecil sudah kembali tertidur setelah menyusui dari permaisuri.


"Jadi bagaimana? Apa semuanya sudah siap?". Tanya permaisuri ingin tahu.


"Belum semuanya . Masih banyak yang belum diselesaikan. Lagipula ini masih pagi untuk menyelesaikan semuanya dengan cepat. Aku yakin sebelum matahari terbenam semuanya telah selesai di persiapkan". Ujar raja Luis menjawab pertanyaan permaisuri.


"Lalu bagaimana dengan semua baju dan gaun untuk di berikan pada semua orang? Bukankah seharusnya bagian itu yang lebih dulu untuk di persiapkan?". Tanya permaisuri dengan kawatir.


"Tenang saja. Para peri ahli busana telah mempersiapkan semuanya dari kemarin saat aku perintahkan. Hari ini mereka tinggal menghias dengan sedikit sihir mereka lalu membagikan pada seluruh peri yang ada dihutan ini" . Ujat raja Luis

__ADS_1


__ADS_2