Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
15. Putri Alexa dan Putri Leona


__ADS_3

"Tentu saja putri Leona sangat cantik. Kurasa tidak akan masalah jika putri tidak bersayap. Putri masih punya kaki dan tangan yang lengkap. Bagaimana menurutmu?". Kila berbalik menatap raja Luis dengan tersenyum. Ia mengutip kembali kata-kata raja Luis pada semua orang yang mengkritik putri Leona yang tal bersayap itu.


"Kau ini benar-benar. . . .". Ungkap raja terpotong karena Kila sudah memasang senyum terbaiknya ala anak-anak yang polos, padahal sedari tadi sikapnya sudah seperti orang dewasa.


"Nah itu rumahku yang mulia". Tunjuk Kila saat mereka sudah melihat sebuah rumah berukuran sedang dengan halaman yang luas.


"Tadi kupikir rumahmu jauh tapi ternyata jaraknya sangatlah dekat". Ungkap raja Luis menatap Kila yang tersenyum manis di sampingnya.


"Maaf yang mulia tapi tadi saya mengatakan kalau saya terpisah jauh dari ibu saya bukan dengan rumah saya. Hihi". Ungkap Kila lagi sambil tertawa kecil di samping raja.


"Huh. Baiklah kalau begitu. Dan untung kau ini masih kecil, kalau tidak aku sudah menyuruh para prajurit melemparmu ke dasar danau Kino". Ucap raja mencoba menakuti Kila.


"Hamba meminta maaf yang mulia". Ujar Kila sungguh-sungguh sambil kedua tangannya memegang gaunnya membungkukan badan di hadapan raja Luis.

__ADS_1


Raja Luis hanya tersenyum tipis melihat tingkah Kila yang menggemaskan itu kemudian mulai berkata.


"Kalau kau mempunyai cukup waktu luang berkunjunglah ke istana. Mungkin saja Putri Alexa dan juga putri Leona ingin mempunyai teman baru sepertimu". Ujar raja Luis pada Alexa.


"Yang mulia bersungguh-sunguh?". Tanya Kila dengan mata berbinar, tidak ada lagi ketakutan seperti sebelumnya.


"Tentu saja, jadi bagaimana. Apa kau mau berkunjung sewaktu-waktu?".


"Tentu saja yang mulia dengan senang hati hamba akan berkunjung". Ungkap Kila dengan senangnya.


"Hamba mohon berhati-hatilah yang mulia dan sampaikan salamku pada permaisuri dan putri Alexa serta putri Leona". Ungkap Kila tersenyum menatap raja Luis.


"Tentu saja kalau begitu aku pergi dulu, sampaikan juga salamku pada kedua orangtuamu". Setelah berkata demikian raja Luis dan rombongan prajurit kembali ke istana sementara Aru dan kawan-kawannya ditugaskan kembali untuk menjaga hutan.

__ADS_1


"Kau baru pulang rajaku! Apa banyak sekali pohon yang sakit?". Tanya permaisuri yang baru melihat kedatangan raja Luis di sore hari.


"Tidak banyak, hanya saja tadi aku sempat bertemu dengan seorang peri kecil ahli bunga dan mengantarkannya pulang, usianya mungkin lebih mudah dari putri Alexa. Tapi cara bicaranya sudah seperti orang dewasa". Raja Luis terkekeh sendiri kala mengingat pertemuannya dengan Kila tadi.


"Benarkah, aku jadi penasaran dengannya".


"Aku sudah menyuruhnya untuk berkunjung ke istana jika punya waktu luang, jadi kalian pasti bertemu nantinya. Aku ingin kedua putri kita punya banyak teman".


"Oh yah dimana putri kecilku Leona?". Tanya raja Luis lagi.


"Dia sedang tidur di kamar bersama Alexa yang menemaninya". Jawab permaisuri.


"Yah sudah mari kita masuk, aku sangat merindukan putriku".

__ADS_1


Merekapun kembali ke kamar mereka, disana sudah ada Alexa yang sedang mengajak putri Leona berbicara. Putri Leona yang mendengar itu hanya tertawa dan tersenyum merespon perkataan kakaknya itu. Melihat itu baik raja maupun permaisuri hanya tersenyum bahagia dengan kedekatan Alexa dan juga putri Leona.


__ADS_2