
Mereka akhirnya terbang kembali, menemui pohon lainnya.
"Kita sampai yang mulia". Ujar Aru setelah sampai di dua pohon tua yang sudah kering bahkan hanya tersisa beberapa daun yang masih bisa bertahan di antara ranting.
Seperti sebelumnya pohon-pohon itu adalah rumah bagi beberapa elf penjaga hutan. Dua tangga yang menggantung di atas aliran air yang cukup deras membuatnya terlihat sangat indah. Tanpa menunda lebih lama raja Luis segera melalukan hal yang sama seperti sebelumnya untuk menyembuhkan kedua pohon itu, perlahan tapi pasti kedua pohon itu mulai segar kembali dengan dedaunan yang sangat rimbun menyelimuti hampir seluruh dari pohon itu. Melihat itu Aru dan beberapa kawan-kawannya merasa takjub dengan kekuatan sihir raja Luis, bahkan para peri ahli daun, ranting dan juga bunga sudah berusaha sangat keras membantu pohon-pohon tersebut tapi tetap tidak bisa, sementara raja Luis menyembuhkannya hanya dalam satu kali percobaan. Bukankah itu luar biasa.
"Yang mulia anda benar-benar luar biasa". Puji Aru setelah raja Luis selesai dengan sihirnya.
__ADS_1
"Aku hanya melakukan apa yang aku bisa lakukan Aru". Jawab raja Luis tersenyum pada Aru.
"Baiklah jadi pohon yang mana lagi yang harus kita selamatkan. Cepatlah aku sudah terlalu lama meninggalkan permaisuri dan juga putri". Ungkap raja Luis yang tiba-tiba teringat pada permaisuri dan juga putri Leona.
"Sebelah sana yang mulia, tidak jauh dari sini. Itu adalah pohon terakhir. Tapi sebaiknya kalian berjalan saja yang mulia karena di sana banyak sarang burung yang siap menetas. Aku khawatir sayap besar kalian akan meberbangkan sarang-sarang burung tersebut yang mulia". Ujar Aru mengingatkan.
"Baiklah kalau begitu ayo kita jalan".
Raja Luis melihat sebuah ranting kayu dan mengambil ranting kayu kecil tersebut yang jatuh di tanah dan seketika raja Luis mengubah ranting tersebut menjadi sebuah tongkat kayu yang panjang karena sihir yang di lakukan olehnya. Banyak binatang yang melihat kedatangan raja mulai mendekat karena mereka mencium aura samar raja Luis sebagai ahli hewan. Aru yang melihat hal itu lagi-lagi dibuat takjub. Apakah raja Luis ahli dalam berbagai bidang? Tapi bagaimanapun juga auranya sebagai peri ahli daun sangatlah kuat dibanding aura yang lainnya, bahkan aura sebagai ahli hewan juga sangat samar terasa. Lalu bagaimana raja Luis dapat melakukan hal-hal lain yang bukan keahliannya? Diam-diam Aru memikirkan banyak hal sampai lupa kalau mereka sudah ada di depan pohon tua.
__ADS_1
"Apa kita sudah sampai Aru?". Tanya raja Luis membuyarkan semua lamunan Aru.
"Iyah yang mulia kita sudah sampai". Ucap Aru tergagap.
"Baiklah aku akan melakukannya dengan cepat". Setelah berkata demikian raja Luis langsung melakukan penyembuhan pada pohon tua itu. Seketika daun dari pohon tersebut jatuh menjuntai dengan sangat anggunnya layaknya tirai.
"Wah aku sama sekali tidak menyangka kalau ini adalah pohon willow". Guman raja Luis yang baru menyadari kalau pohon tersebut adalah pohon willow.
__ADS_1
Pohon willow tersebut nampak mengibas-ngibaskan daunnya kekiri dan kanan sehingga menciptakan angin segar untuk semuanya.
"Aku tahu kau sudah merasa lebih baik pak tua. Tapi sebaiknya jangan terlalu bersemangat atau tulangmu akan patah. Lagipula banyak sarang burung disini jadi sebaiknya kau bersikaplah sedikit lebih tenang, atau kau ingin mengganggu bayi-bayi burung yang belum menetas itu". Ungkap raja memperingatkan pohon willow tersebut. Sementara Aru dan yang lainnya hanya tersenyum tipis mendengar ocehan raja Luis pada pohon willow itu. Tulang patah yang benar saja? Diakan pohon bukan peri yang memiliki tulang.