Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
35. Mimpi Alexa


__ADS_3

Sudah seminggu sejak mereka kembali bersama Aretha dari padang rumput, sejak itu pula mereka semakin akrab meski kadang Aretha bersikap dingin dan tidak banyak bicara. Aretha juga sudah diperkenalkan dengan Kila dan Konou. Kini mereka jadi lebih sering menghabiskan waktu bersama.


Perkembangan Uwi juga semakin baik saja selama seminggu ini. Bahkan jarak tempuhnya juga sudah lumayan jauh dari pada sebelumnya dan ini membuat putri Leona merasa senang. Ule benar-benar menunjukan keahliannya dalam merawat Uwi.


* * *


Didalam rumah mewah Alexa berdiri ditengah-tengah rumah tersebut. Tempat yang sama seperti tujuh tahun yang lalu ia pernah lihat.


"Kau sudah sangat baik menjaga putri Leona selama ini Alexa. Teruslah berada disampingnya. Karena kejahatan sedang mengintainya saat ini". Ungkap wanita paruh baya yang sama yang pernah ditemuinya dulu datang menghampirinya.


"Siapa kau dan dimana aku? Apa aku bermimpi sekarang?". Ungkap Alexa pada wanita yang menurutnya aneh tersebut. Wanita yang tak bersayap tapi entah kenapa wajahnya terlihat mirip seperti putri Leona.


"Kau tidak bermimpi Alexa. Aku yang membawa jiwamu kemari untuk bertemu denganku. Kau ada diduniaku saat ini". Ungkap wanita tersebut dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Lalu siapa kau? Kenapa kau tahu tentang aku dan adikku?". Selidik Alexa lagi. Wanita tersebut tersenyum pada Alexa.


"Belum saatnya kau mengetahui siapa aku. Saat putri Leona sudah tahu tentang segalanya maka saat itu juga kau akan mengetahuinya".


"Untuk saat ini teruslah menjaga putri Leona. Apa kau bisa melakukannya lagi seperti tujuh tahu belakangan ini Alexa?" Tanya wanita tersebut serius menatap Alexa.


"Tentu saja. Dia adalah adikku sudah pasti aku akan menjaganya dengan baik". Jawab Alexa tegas.


"Tunggu.....". Alexa terbangun dari tidurnya sebelum sempat mengatakan apapun lagi pada wanita itu.


"Mimpi?". Tanyanya heran.


"Apa sebenarnya hubungan wanita itu dengan putri? Kenapa ia selalu memintaku menjaga putri". Gumannya pelan sambil memikirkan lagi pertemuannya dengan wanita tadi.

__ADS_1


Keesokan harinya Alexa langsung bertemu putri Leona dikamarnya. Ada banyak hal yang ingin ditanyakan dengan adiknya tersebut.


"Apa kakak yakin dengan wanita yang ada dalam mimpi kakak?. Maksudku adalah apa kami benar-benar mirip?".Tanya putri Leona setelah mendengar cerita mimpi Alexa tadi malam dan tujuh tahun yang lalu. Alexa menjawabnya dengan anggukan berkali-kali.


"Bisa kakak ceritakan lebih detail soal bangunan aneh dan juga rupa wanita aneh tersebut". Tanya putri Leona ingin tahu. Pasalnya ia benar-benar penasaran dengan sosok wanita yang mirip dengannya. Setahuhya selama ini orang yang benar-benar mirip dengannya adalah almarhum ibunya dikehidupannya yang lalu.


"Rambutnya berwarna pirang dan panjang. Tinggi tubuhnya setinggi tubuh ibuku". Alexa terdiam sesaat mengingat ibunya kembali membuatnya merasa sedih.


"Lalu ada titik hitam yang sangat kecil d bawah lehernya sebelah kiri. Sepertinya itu adalah tanda lahir". Ungkapnya kembali dengan raut wajah serius.


"Lalu bangunan itu aku tidak tahu itu apa hanya saja terlihat megah. Mungkin seperti istana dikerajaan kecil. Dan juga benda seperti kursi dengan ukuran yang sangat besar serta memiki bantal diatasnya. Aku juga melihat batu-batu kristal yang menggantung diatas atap bangunan tersebut dan batu kristal bercahaya sangat terang. Kemudian aku melihat banyak bunga yang disimpan didalam teko. Tapi aku tidak merasakan aura apapun dari bunga itu. Seolah bunga itu tidak hidup". Ungkap Alexa menceritakan semua yang dilihatnya dalam mimpi tersebut.


"Apa itu benar ibu?".

__ADS_1


__ADS_2