
"Apa aku boleh mengajak salah satu temanku bibi, peri elf ilahi yang bernama Ule?". Tanya putri Leona pada bibi Angel.
Dengan tersenyum tipis bibi Angel mengatakan.
"Rupanya kalian sudah berteman yah. Kupikir sikap sombongnya akan sedikit sulit mendapatkan seorang teman tapi siapa yang menyangka". Ucapnya terkekeh.
"Rupanya dia memang sombong. Kupikir hanya aku yang menilainya begitu".
"Hehe. Dia memang sombong tapi tetap saja dia yang membawaku pada bibi, tentu saja aku akan menganggapnya sebagai seorang teman. Bukankah seharusnya begitu bibi?". Tanya putri Leona ikut terkekeh juga.
"Jadi bagaimana bibi? Apa boleh?". Tanyanya memastikan lagi.
"Tentu saja boleh karena disanalah tempatnya berasal".
__ADS_1
"........"
"Hahah. Aku tau kau pasti sedang bingung sekarang. Tapi memang disanalah tempat semua peri elf ilahi berasal. Karena itulah keberadaan kami sangat di anggap mesterius oleh peri biasa seperti ayahmu".
"Oh jadi seperti itu. Baiklah aku akan memanggilnya sekarang". Ucapnya lalu hendak berbalik menuju rawa sebelum sebuah suara mengejutkannya.
"Aku sudah disini". Ucap Ule yang sudah terbang di samping bibi Angel.
Putri Leona lalu berbaik menatap Ule dan bibinya beegantian.
"Kemarilah, ulurkan tanganmu". Pinta bibi Angel pada putri Leona yang langsung menurutinya.
Tiba-tiba udara di sekitar berputar mengelilingi mereka semua hingga menciptakan sedikit kerusakan pada beberapa tanaman yang ada di sekitar rawa tersebut lalu bersamaan dengan redanya pusaran angin tersebut ketiga peri berbeda itu menghilang bak di telan oleh udara tipis yang membawa mereka ke tempat yang paling tinggi yang tak bisa di jangkau oleh peri biasa pada umumnya.
__ADS_1
Putri Leona tertegun sesaat ketika melihat sekelilingnya yang sangat berbeda dengan hutan rawa tempatnya berdiri sebelumnya . Yang dilihatnya saat ini mungkin kayangan tempat tinggal para bidadari yang biasa di tontonnya ketila masih berada di kehidupan lalunya. Ini benar-benar kayangan para bidadari yang tinggal di atas awan. Bangunan yang menjadi tempatnya berpijak benar-benar melayang di atas awan. Ini benar-benar ajaib, ia memandang penuh takjub pada apa yang dilihatnya saat ini. Belum selesai dengan keterkejutannya ia kembali dikejutkan dengan beberapa tanaman yang bisa hidup di atas awan, bahkan tanpa adanya tanah sebagai penopang dan pemberi nutrisi pada tanaman seperti biasanya tanaman. Ini adalah sesuatu yang sangat menakjubkan.
"Apa kau sangat terpesona dengan semua ini putri?". Tanya bibi Angel mengejutkannya dari kekagumannya.
"Ah iya bibi. Semua yang ada disini sangat menakjubkan. Aku benar-benar menyukai semua hal yang ada disini". Ujarnya berbinar.
"Ini bukanlah apa-apa. Ayo kita masuk menemui kakekmu". Ajak bibi Angel yang langsung disetujui oleh putri Leona.
"Ayah, cucu kecilmu sudah ada disini. Dia sangat bersemangat untuk bertemu denganmu". Ujar bibi Angel setelah sampai disebuah singgasana tempat ayahnya duduk.
"Salam kakek. Perkenalkan aku putri Leona anak dari raja Luis dan permaisuri Ardelia". Putri Lona memberi salam hormat pada kakeknya. Orang tua itu tersenyum sambil membelai jenggotnya yang putih dan panjang.
"Aku sudah mengetahui semua tanpa kau memperkenalkan diri. Kemarilah cucu, kakek ini sudah lama tidak menggendong bayi semenjak kedua putri kakek sudah beranjak dewasa". Ujar kakeknya tersenyum sambil tangannya melambai pada putri Leona memintanya agar mendekat padanya.
__ADS_1
"Menggendong bayi bagaimana kakek? Aku sudah sebesar ini bagaimana kakek ingin menggendongku? Ini memalukan sekali". Batin putri Leona ingin menangis. Dengan senyum kecut ia tetap berjalan menuju kakeknya. Bagaimanapun juga ada sesuatu yang akan diberikan oleh kakeknya padanya.
#Jgn lupa like komen dan vote terus untuk mendukung novel ini.