Fairy Princess Without Wings

Fairy Princess Without Wings
62. Bertemu Paman Hanos


__ADS_3

Putri Leona mengendap-ngendap bersama Alexa dan juga Aretha yang terbang perlahan dibelakangnya menuju menara istana.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan Ule?". Bisik putri Leona saat sudah sampai diatas menara.


"Baik aku mengerti". Balas Ule seraya terbang.


"Apa itu peri Elf?". Tanya Alexa yang melihat sekilas pendar cahaya dari tubuh kecil Ule.


"Yah itu Ule. Peri ilahi".


"Peri ilahi?". Alexa dan Aretha berseru bersamaan.


"Ada apa dengan kalian hari ini? kalian sangat aneh". Seru putri Leona.


"Kau mengatakan bahwa itu peri ilahi. Apa kau serius?". Kali ini Alexa bertanya kembali.


"Mereka datang". Ungkapnya tersenyum.


Alexa dan Aretha mengikuti arah pandang putri Leona. Disana Uwi datang bersama Ule disampingnya.


"Kau telah berpikir sejauh ini".


"Kakek memberikannya sebagai sayap untukku. Tentu aku harus menggunakannya dengan baik. Bukankah begitu seharusnya?". Ungkapnya tersenyum lalu menaiki punggung Uwi. Sementara Ule sudah duduk diatas pundaknya dengan baik.

__ADS_1


"Bawa aku pada keluarga paman Hanos Uwi". Bisiknya pelan. Kemudian ia berbalik pada Alexa dan Aretha.


"Tetaplah berada didekatku". Ungkapnya lagi. Alexa dan Aretha mengangguk mengerti. Lalu mereka berangkat dengan sangat hati-hati agar tidak tertangkap basah oleh prajurit istana.


"Maafkan aku. Tapi aku harus melakukan ini....ayah ibu". Batin putri Leona.


"Apa kau yakin kita tidak salah jalan?". Panggil Alexa dari arah belakang. Putri Leona menoleh menatapnya dan tersenyum.


"Kita susah hampir sampai". Ucapnya menimpali Alexa.


"Oh yah kau belum menjawab pertanyaanku".


"Sudah kukatakan kita sudah hampir sampai".


"Lalu?". ungkapnya menatap Alexa yang terbang sejajar dengan Uwi.


"Peri elf ilahi. Apa itu benar?".


"Apa aku terlihat bercanda sekarang?". Putri Leona kembali menimpali perkataan Alexa.


"Sejak kapan kau bertemu dengannya?". Tanya Alexa lagi.


"Kakak ingat saat kita pergi melihat kuncup teratai?".

__ADS_1


"Yah aku ingat....lalu?".


"Bola mutiara yang diberikannya padaku. Itu adalah perwujudtan lain dari peri elf ilahi itu. Aku baru mengetahui keesokan harinya setelah kita kembali keistana". Terang putri Leona pada Alexa.


"Sudah selama itu dan aku baru mengetahinya sekarang?".


"Kakak tidak pernah bertanya apapun sebelumnya".


"Apa kita sudah sampai?". Tanya Aretha setelah Uwi berhenti disebuah pohon besar nan rindang.


"Yah kita sampai". Setelah itu putri Leona menggariskan sebuah pola rumit diatas batang pohon tersebut. Kemudian pola itu bercahaya terang hingga membentuk pola bunga teratai yang indah. Alexa dan Aretha memperhatikan putri Leona dengan tatapan rumit. Saat mereka sibuk memperhatikan putri Leona tiba-tiba sebuah pintu berukuran sedang terbentuk dari pola tersebut terbuka membuat Alexa dan Aretha mengambil sikap waspada.


"Apa yang kalian lakukan?". Tanya putri Leona pada keduanya.


"Tentu saja berjaga-jaga jika ada bahaya yang mengintai". Ungkapnya membalas perkataan putri Leona.


Putri Leona menghela nafas kemudian ia menarik tangan Alexa dan Aretha masuk kedalam pintu tersebut. Uwi terbang dibelakang mereka dengan perlahan.


Alexa dan Aretha menatap takjub pada apa yang mereka lihat saat ini. Putri Leona tersenyum melihat keduanya. Hal ini mengingatkannya saat pertama kali ia datang ke tempat ini. Hal yang sama yaitu takjub. Bagaimana bisa ada tempat tersembunyi dibalik batang pohon seperti ini? Bukankah ini sesuatu yang luar biasa.


"Surga tempat apa ini?". Tanya Alexa yang sudah terbng kesana kemari melihat keadaan sekitar.


"Ayo kita temui paman Hanos". Ajak putri Leona lagi.

__ADS_1


Mereka berjalan mengikuti putri Leona hingga mereka melihat rumah-rumah kecil yang berjejer dengan atap yang saling terhubung satu dengan yang lain. Didepannya terdapat sebuah jembatan kecil dengan air jernih. Alexa menatap takjub pada semuanya. Sementara Aretha tidak banyak mengubah ekspresinya. Ia terus berjalan mengikuti putri Leona yang sudah masuk kedalam rumah itu.


__ADS_2