
* * *
Disebuah bagungan rumah yang cukup megah itu Alexa berdiri di tengah-tengah bangunan sambil melihat sekeliling yang menurutnya cukup aneh itu. Tempat asing yang menurutnya pernah ia kunjungi tapi ia tak ingat kapan.
"Hello little fairy, kau sudah datang Alexa, kupikir kau akan sedikit butuh waktu lama untuk datang menemuiku". Ungkap wanita paruh bayah saat melihat Alexa berdiri di tengah-tengah rumahnya.
"Siapa kau? Makluk apa kau ini, kenapa kau sampai tau namaku?". Tanya Alexa sedikit waspada, pasalnya wanita itu tidak terlihat seperti peri pada umumnya. Tidak bersayap dan telinga yang sangat kecil. Tapi tunggu dulu wajahnya itu sangat familiar. Tapi siapa?
"Kau akan tahu jika waktunya telah tiba. Tapi untuk saat ini kumohon kau untuk tetap menjaga putri Leona. Karena saat ini hanya kau yang bisa menjaganya dari segala kemungkinan bahaya yang mengincarnya". Ungkap wanita missterius itu kembali.
"Kau juga tahu tentang adikku Leona? Sebenarnya siapa kau ini dan kenapa kau menyuruhku menjaganya. Tunggu dulu wajahmu itu, wajahmu itu sangat mirip dengan putri Leona. Bagaimana bisa?". Tanya Alexa lagi yang terkejut dan baru sadar kalau wanita itu sangat mirip dengan Leona. Hanya saja yang ini sedikit lebih tua.
"Sudah kukatakan jika saatnya tiba kau juga akan mengetahui semuanya. Tapi saat ini jagalah putri Leona sebaik mungkin. Kau akan tahu jika putri Leona sudah lebih besar dari sekarang". Tukas wanita itu lagi lalu pergi meninggalkan Alexa.
__ADS_1
"Tunggu". Teriak Alexa terbangun dari tidurnya.
"Ah rupanya aku hanya bermimpi". Ujarnya lagi sambil menyeka keringat dingin di dahinya dengan kedua tangannya.
Alexa terbangun lebih awal dari biasanya karena mimpi anehnya. Ia lalu memutuskan untuk membersihkan diri sebelum melihat putri Leona.
"Selamat pagi ayah, selamat pagi ibu. Dan untuk adikku yang manis selamat pagi". Ungkap Alexa memberi salam selamat pagi pada semuanya .
"Em itu karena aku bermimpi buruk ibu, jadi aku terbangun". Jawab Alexa jujur kemudian menceritakan semua mimpinya pada permaisuri dan juga raja.
"Tidak usah dipikirkan, itu hanya sebuah mimpi. Tapi untuk satu hal kau harus melakukannya dengan baik yaitu menjaga adikmu putri Leona". Ungkap permaisuri tersenyum pada Alexa.
"Tentu saja ibu, tanpa diminta aku juga akan menjaganya semampuku. Aku kakaknya sudah sepantasnya sebagai kakak aku melindungi adik tersayangku". Jawab Alexa sambil membelai lembut kedua pipi putri Leona membuatnya tertawa riang.
__ADS_1
"Ah lucunya kalau adikku ini tertawa seperti ini". Ujarnya lagi dengan gemasnya.
"Terimakasih kakak mau menjagaku". Leona tersenyum menatap Alexa yang masih gemas dengan kedua pipinya.
"Oh yah Alexa apa kau mau membantu beberapa tabib membuat ramuan untuk menyembuhkan hewan?". Tukas raja yang baru teringat bahwa putrinya itu adalah seorang keturunan penyihir yang pandai membuat segala ramuan menyembuhkan atau mematikan.
"Dengan senang hati ayah. Jika disini terus tanpa berbuat apa-apa aku merasa cepat bosan". Ungkapnya membalas perkataan raja Luis.
"Kalau begitu ikutlah dengan prajurit istana. Mereka akan mengantarmu pada para tabib". Lanjut raja Luis lagi.
"Baiklah adikku kau disini bersama ibu dulu yah, kakakmu akan melakukan suatu pekerjaan penting". Ungkapnya lalu terbang keluar menemui prajurit istana.
"Tidak salah dulu aku menjuluki kakak dan juga ibu tiriku penyihir. Ternyata memang benar dia seorang penyihir. Hihi maaf kakak adikmu ini berpikir konyol seperti ini". Putri Leona tertawa riang dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1