
"Kenapa lo murung bro"
Tampak seorang laki laki di meja cafe yang dari tadi hanya mengaduk minumannya saja,tanpa berselera untuk meminumnya,temannya yang bernama Reno heran melihat pemuda yang bernama Austin tampak murung hari ini
"Nyokap sakit"
Austin memberitahu Reno alasan dia tampak murung dari tadi
"So?"
Reno mengernyit,ada yang aneh menurutnya,karena tidak biasanya Austin mengajaknya bertemu hanya gara gara ingin cerita mamanya sakit,doesnt make sense
"Nyokap minta gue buat bawa calon mantu"
Reno yang mendengar itu langsung tertawa terbahak bahak karena akhirnya seorang Austin bisa galau juga,karena yang Reno tau Austin adalah tipikal orang yang tidak suka ribet dan terkesan bodoamat dengan urusan orang lain,jadi ini alasan Austin murung dari tadi.
"Ya lo harus bawa"
Austin tidak habis pikir dengan Reno,gampang sekali untuk mengatakan seperti itu,kalau saja reno bukan sahabatnya,Austin tak akan mau menemuinya untuk bercerita masalah yang dia hadapi ini,karena austin yakin dengan mendatangi reno ,sahabatnya itu akan memberinya solusi
__ADS_1
"Percuma gue kesini,lo gak ngasih solusi"
Austin menatap tajam Reno
"Lo minta solusi?ya solusi dari gue lo harus penuhin apa yang nyokap lo mau"
Reno terkekeh,jarang melihat austin yang terlihat memang benar benar sedang membutuhkan bantuan.
"Gue gak bisa"
Austin merasa tidak menemukan jalan atas masalah ini
"Lo tau gue Ren"
"Yeah, i know u well"
Reno sangat paham apa yang dimaksud "tau" itu bahwa seorang Austin sangat sulit untuk berhubungan dengan seorang wanita lebih tepatnya dia gak suka mempunyai hubungan dengan makhluk yang menurutnya ribet, dan maunya sendiri itu.
"Ok,gue terima solusi dari lo,but lo yang nyari buat gue,dan cari yang ga ribet,lo tau what i meant"
__ADS_1
Mungkin memang ini satu satunya jalan buat austin,tapi tentu saja ia tidak mau mencari sendiri wanita yang akan dijadikan pacarnya,ralat pacar pura puranya ,dan dia yakin reno juga tak akan keberatan dengan permintaannya itu,austin tau reno sangat handal dalam urusan per wanitaan.
"Baiklah"
See,Austin tersenyum kecil,bersyukur memiliki sahabat seperti Reno
"Wait Kalau gue dapet,terus lo bakal nikahin dia gitu?"
Reno tampak berfikir lagi,bukankah tadi Austin bilang kalau mamanya menyuruhnya membawa calon istri,berarti Austin menyuruhnya untuk mencari calon istri bukan?
"Ya enggaklah,untuk sementara gue bakal kenalin sebagai pacar gue ke nyokap,buat nyokap percaya kalau gue itu juga main cinta-cintaan dengan wanita,setelah nyokap udah sembuh,baru gue bakal ngelepas tu cewek"
Reno yang mendengar perkataan austin tidak habis pikir dengan temannya ini,berani berbohong kepada orang tua,awas saja kena adzab.
"Parah lo Aus"
"Wait,lo gak minta byaran "
Austin sedikit menggoda Reno,ia tau sebentar lagi sahabatnya itu akan marah bila ia berbicara seperti itu.
__ADS_1
"*******,gue temen lo,bukan pembantu lo"
Austin pun tertawa,dari dulu memang hanya Reno satu satunya sahabat yang Austin percaya,dan juga menurut Reno arti sahabat adalah selalu ada jika salah satu dari keduanya lagi kesusahan,tanpa ada imbalan tentunya,seperti sekarang ini,Reno membantu Austin,karena Reno tau Austin tidak akan meminta bantuan jika dia bisa menyelesaikan sendiri.