
"Mau apa kalian, gue gak ada waktu buat jawab pertanyaan gak penting kalian itu" ucap Airin, emang Airin itu berbicara secara halus hanya dengan sang sahabat. Berbeda lagi ketika ia berbicara dengan orang lain yang menggunakan gaya bahasa secara beda.
Saat Airin ingin menerobos, ia pun di tarik baju nya sama Bella, hingga akhir nya mau tak mau kembali mundur ke belakang.
"Apa susah nya tinggal jawab, toh pertanyaan kita juga belum loe dengerin" ucap Bella lagi.
"Anak miskin aja belagu, sok mau melawan kita" lanjut Bella lagi.
"Siapa yang miskin ya di sini, loe atau gue" ujar Airin sembari menunjuk ke arah Bella dengan berani.
"Sial*n loe berani nunjuk-nunjuk muka gue, gak sopan banget jadi adik kelas" Bella pun mulai kesal sedangkan Lidya yang melihat nya mulai jengah.
"Pak Broto" ujar Airin. Bella dan Lidya pun mau tak mau menengok ke arah yang di tunjuk Airin, setelah perhatian mereka teralihkan Airin pun segera menerobos nya dan langsung lari menuju ke arah gerbang.
Bukan nya ia tak mau meladeni mereka, hanya saja ia sedang tak berniat karena mengkhawatirkan sang sahabat.
"Sial*n anak miskin itu menipu kita Li" ucap Bella yang makin kesal.
"Loe juga sih mau aja di tipu" ujar Lidya menyalahkan Bella.
"Sorry Li, gue kira kan beneran. Kita bisa di hukum nanti" Bella pun langsung meminta maaf.
"Udah lah mending kita masuk, kali aja Lexa dapat info" ujar Lidya yang memasuki kelas Airin.
Lidya dan Bella pun segera menghampiri Lexa. "Gimana dapat gak?" tanya Lidya.
"Gak, habis kata nya anak-anak yang mereka tahu ketika Vidya sudah pingsan dan di gendong pak Rhayi" jelas Lexa.
"Sial*n sia-sia aja kita ke sini, tak membuahkan hasil" ujar Lidya.
"Guys mending kita cabut yuk" lanjut Lidya.
"Yuk lah, gue lapar mau ke kantin dulu" ucap Lexa.
"Li, Bell. Kalian mau ikut gak?" ajak Lexa.
"Gue ikut" ucap Bella.
"Loe gimana Li, mau ikut gak?" tanya Lexa lagi.
"Ikut lah, butuh asupan juga gue" ujar Lidya.
__ADS_1
"Yaudah yuk guys" ucap Lexa dan mereka berdua pun mengikuti menuju ke kantin.
Sementara Airin ia masih menunggu sang sopir yang menjemput nya di depan gerbang, tak lama kemudian pun datang dan sopir nya segera saja membukakan pintu belakang untuk sang nona muda nya.
Setelah Airin masuk, sopir nya segera menutup nya kembali dan mengitari mobil lalu segera masuk ke kursi kemudi. Setelah sang sopir mulai melajukan kendaraan nya. Airin pun segera memberi tahu untuk ke tujuan nya.
"Kita ke rumah sakit dekat sini ya pak Ben" ucap Airin.
"Siap non, tapi siapa yang sakit?" tanya pak Ben.
"Vidya pak, tadi pingsan di kelas" ujar Airin memberi tahu.
"Astaghfirullah, semoga non Dy cepat sembuh ya" ucap pak Ben.
"Aamiin" Airin pun mengaminkan nya.
Setelah itu mereka berdua pun sama-sama terdiam, dengan pak Ben yang sibuk mengendarai mobil nya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 17 menit pun, Airin sampai di rumah sakit yang di tuju. Ia segera turun sembari menenteng tas Vidya, sedangkan tas nya sendiri pun ia gendong di belakang.
Lalu Airin langsung menanyakan nya ke bagian informasi, setelah mendapat nomor dan nama kamar Vidya di rawat, ia segera menuju ke sana. Sedangkan pak Ben setelah mengantar nya tadi ia suruh pulang kembali dan nanti ketika ia sudah akan pulang Airin pasti menghubungi nya lagi.
"Yaampun Dy, kamu kenapa bisa pingsan sih?" tanya Airin setelah mengurai pelukan nya.
"Loe gak papa kan" lanjut Airin.
"Mana yang sakit, coba bagi tau aku" lanjut nya lagi sembari menggeser tangan Vidya dan memeriksa nya.
"Astaga Ai, stop kamu ini bisa membuat infus aku tergeser tau" keluh Vidya.
"Sorry Dy, aku khawatir banget tau" ucap Airin dengan mimik wajah nya yang masih menampakkan ke khawatiran nya.
"Aku gak apa kok Ai" ucap Vidya, sedangkan bi Yati kebetulan sedang ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan. Hingga di kamar tersebut hanya ada Vidya seorang.
"Jangan bilang kamu bolos Ai" tuduh Vidya.
"Ya gak lah Dy, tadi aku udah minta ijin kok" sahut Airin.
"Tapi boong dikit sih" lanjut Airin sembari menampakkan giginya yang putih.
"Hih, emang kenapa sih gak ke sini nya pas pulang sekolah aja kan bisa?" tanya Vidya yang sangat menyayangkan ketertinggalan pelajaran Airin di kelas padahal hanya tinggal 2 mata pelajaran lagi.
__ADS_1
"Kelamaan tau Dy, yaudah dari pada aku gk fokus mendingan lebih baik ijin aja" ucap Airin.
"Tapi Dy tau gak sih, di sekolah kembali heboh gegara kamu di gendong guru baru"
ucap Airin menceritakan yang ia dengar saat berjalan menuju ke gerbang sekolah yang harus melewati beberapa kelas dulu.
"Astaga, jadi orang yang gendong aku guru baru gitu?" tanya Vidya memastikan.
"Iya Dy, satu sekolahan kayak nya penasaran ke kamu semua deh" beritahu Airin.
"Termasuk juga kakel kita si Lidya cs itu loh" lanjut nya.
"Tadi mereka juga sempat jegal aku, kayaknya buat nyari info tentang kejadian tadi deh"
"Emang kejadian nya gimana Ai, kok aku bisa pingsan"
"Lah, emang kamu gak ingat sama sekali gitu. Kenapa bisa pingsan?"
"Gak Ai, yang aku ingat cuma kepala aku yang keleyengan doang terus semua nya gelap. Udah gak ada lagi" beritahu nya pada Airin.
"Yaampun Dy" ucap Airin sembari menepuk jidat nya sendiri.
Dan setelah itu mereka pun berbincang, tak lama kemudian bi Yati pun masuk sembari menenteng kantong plastik yang seperti nya berisi makanan yang ia beli di kantin rumah sakit itu.
"Eh, ada non Ai toh. Kapan datang ?" ucap bi Yati.
"Baru saja datang kok bi" ucap Airin sembari menyalami tangan bi Yati.
Setelah itu Airin pun kembali duduk di samping bed Vidya.
"Yah, non Ai. Bibi beli makanan nya cuma satu" tunjuk nya ke arah makanan.
"Non Ai mau makan kah?" tanya bi Yati.
"Gak kok bi" ucap Airin.
"Kebetulan Ai juga sudah makan di sekolah tadi kok bi" lanjut Airin beralasan.
"Yasudah kalau gitu bibi makan dulu ya non Ai, non Dy" ucap bi Yati.
"Iya bi" ucap mereka berdua secara bersamaan.
__ADS_1