
"Bi, Ayah dimana?" tanya Rhayi pada art nya itu.
"Di ruang kerja nya mas, mas Rhayi langsung ke sana saja" beritahu art tersebut.
Setelah itu Rhayi pun langsung ke ruang kerja sang ayah, ia menaiki tangga untuk sampai ke sana karena ruang kerja pak Rusdian berada di atas walaupun sebenar nya ada juga yang di bawah tapi entah kenapa ia lebih suka di atas dan Rhayi sudah hapal itu.
Saat sudah sampai di depan pintu ruang kerja ayah nya pun Rhayi langsung mengetuk pintu sebanyak 3 kali.
Dari dalam pak Rusdian yang mendengar nya pun langsung saja berkata "Masuk nak" ucap pak Rusdian yang seolah sudah tahu kalau yang mengetuk pintu itu putra bungsu nya.
Rhayi pun masuk dan langsung duduk berhadapan dengan sang ayah hanya tersekat dengan meja kerja saja.
"Ada hal penting apa, sampai ayah menyuruh saya pulang dan tak bisa di bicarakan lewat telepon" ujar Rhayi to the poin karena ia tahu pak Rusdian sangat tidak suka dengan yang nama nya berbasa-basi.
__ADS_1
"Ayah ingin kamu segera memperkenalkan calon istri pada ayah nak, kalau kamu tidak bisa ayah akan jodohkan kamu dengan salah satu anak kerabat dari ibu kamu" pak Rusdian pun langsung mengutarakan maksud nya itu.
"Lagian kamu itu sudah cukup umur untuk menikah, untuk karir pun sudah cukup mampu menafkahi istrimu kelak Ayi" lanjut pak Rusdian berbicara.
Sedangkan Rhayi pun diam mendengarkan saja, ingin hati membantah namun ia tak mungkin berani melawan apa yang di katakan ayah nya.
"Baiklah ayah, terus siapa nama perempuan yang ingin ayah jodohkan denganku, dan bolehkah aku tahu foto nya?" tanya Rhayi.
"Lantas mengapa ayah ingin sekali menjodohkan aku dengan nya, apakah ayah juga sudah bertemu dengan nya dan tahu seperti apa wajah nya?"
"Ayah pun tidak tahu karena terakhir kali kita bertemu saat kamu berusia 8 tahun dan vivi baru saja lahir" gumam pak Rusdian yang masih dapat Rhayi dengar.
"Tapi itu janji ibumu pada sahabat nya saat kalian masih kecil, dan sudah saat nya ayah menepati nya. Kalau soal vivi biarkan asisten ayah yang mencari tahu keberadaan nya saat ini. Kamu hanya perlu menyanggupi untuk menerima perjodohan ini" lanjut pak Rusdian.
__ADS_1
"Bagaimana Ayi?, di sini ayah tak ingin ada paksaan dalam lubuk hatimu. Kalau kamu sudah mempunyai calon tidak apa, kita juga masih bisa menganggap vivi sebagai adikmu"
"Ayi akan coba untuk menemui nya, karena itu juga salah satu keinginan ibu saat masih hidup kan"
"Tinggal ayah kabarkan saja saat sudah menemukan keberadaan nya, ada lagi yang perlu di bicarakan yah?"
"Sudah cukup nak, sebaik nya kamu makan dulu dan menginap lah di sini" ujar pak Rusdian yang meminta Rhayi untuk menemani seperti biasa nya.
"Kalau seperti itu Ayi ke kamar dulu yah" pamit Rhayi pada ayah nya saat pembicaraan mereka telah selesai.
...****************...
Sementara di sekolah pun Airin dan Vidya masih berada di perpustakaan untuk mencari buku yang akan mereka pinjam, Airin lebih tertarik pada buku novel romance sedangkan Vidya hanya mencari buku materi pelajaran yang di butuhkan.
__ADS_1