
Alle sudah berada di depan kantor austin, alle tidak keliatan bersemangat hari ini ,ia masuk kedalam gedung bertingkat itu,dan memutuskan untuk langsung ke ruangan austin,ia melangkah dengan tidak bersemangat menuju lift.
Sesampainya di lantai tempat austin berada,alle memikirkan alasan mengapa austin menyuruhnya kesini lagi,bukankah sudah jelas kalau alle menerima menikah dengannya ,lebih tepatnya terpaksa menerima,terus buat apa lagi pria itu menyuruhnya kesini lagi
Tok tok tok
"Masuk"
Austin melepas kacamata bacanya kemudian melihat ke arah alle yang baru datang.
"Kamu akan ikut menemui mama saya"
Lagi?
Austin langsung to the point kepada alle.
Alle yang masih berdiri itu terlihat semakin tambah tidak bersemangat
Bukankah kemaren sudah mengunjungi sarah ,apakah setiap harinya ia akan menemui sarah sekarang?
"Hei,apa kamu akan tetap berdiri disitu?"
Alle tersentak dari lamunannya,dia melihat austin yang sudah keluar ruangan mendahuluinya kemudian alle melangkah menyusul austin.
Ketika sudah didalam mobil,alle memberanikan diri untuk bertanya kepada austin
"Ngomong-ngomong kita ngapain pak ke rumah mamanya bapak lagi?"
"Kasih tau mama kalau kita bakal menikah"
Jawab austin datar.
Entah kenapa jawaban austin membuatnya sedikit tersipu,andai saja jika yang mengatakannya adalah seseorang yang mencintainya begitupun sebaliknya,alle pasti akan sangat senang sekali.
Alle tidak bertanya lagi,alle yakin austin tidak akan menikahinya,mana mungkin ada seseorang yang menikah tanpa dilandaskan cinta?.
Setelah sampai di rumah sarah,austin langsung masuk kedalam rumah itu dan alle yang mengikutinya dari belakang.
Austin menuju halaman belakang rumah ia yakin mamanya pasti disana ,sarah memang selalu senang berada disana untuk menyiram bunga bunga yang dirawatnya.
Sesampainya disana alle tampak takjub,didepannya sekarang tampak ada kebun bunga yang tidak terlalu luas,tetapi sangat indah ,alle sangat menyukai pemandangan seperti ini.
"Mama"
Austin menyapa mamanya
Sarah kemudian menoleh ke arah suara yang memanggilnya,sarah tersenyum ia senang austin berkunjung kepadanya dan juga terlihat membawa allea ikut serta.
"Wah mama kedatangan tamu spesial"
Alle tersenyum ke arah sarah kemudian menjabat tangannya.
"Duduk sini aja ya"
Sarah menyuruh mereka duduk dibagian tengah kebun itu
Memang di taman ini ada juga kursi buat duduk santai,sarah memang lebih suka mengabiskan waktunya di taman sambil duduk menikmati teh.
"Alle mau minum apa?
"Gak usah tante"
"Loh kok gausah,austin kamu minum apa?
__ADS_1
"Gak usah repot repot ma,mama itu baru sembuh"
"Enggak ,mama akan nyuruh bik ijah kok"
"Aku cuman sebentar disini ma"
Austin berkata lagi kepada mamanya
"Kok cuman sebentar?,emangnya ada apa?
Tanya sarah heran
"Em,aku mau ngasih tau mama,kalau aku mau menikah dengan alle"
Sarah diam tapi didalam hatinya dia sedikit terkejut,bukankah kemaren putranya itu bilang kalau tidak mau menikah dulu,tapi dilain sisi dia senang akhirnya austin mau menikah
Dan juga sarah yakin alle yang akan dinikahi austin adalah wanita yang baik.
"Menikah?bagus kalau begitu,emang rencananya kapan mau menikahhi alle?"
Austin memandang alle,yang dipandang tampak gelisah,apakah austin sungguh sungguh akan menikahhi alle?
" Mungkin dalam waktu dekat ini ma"
Sarah memandang alle,entah kenapa wanita itu dari tadi hanya menunduk seperti ada sesuatu yang di tahannya.
"Alle apaa kamu siap untuk menikah?"
Alle melihat ke arah sarah,ia tak tau harus menjawab apa,alle tidak menginginkan pernikahan seperti ini,ingin rasanya ia mengatakan tidak kepada sarah,tapi alle tidak ingin melakukan itu ia tahu austin akan membuatnya menderita jika alle melawannya lagi.
"Si.. siap tante"
"Kamu mencemaskan sesuatu nak?
"Tidak tante,hanya saja aku gak nyangka aja aku akan menikah dan akan mempunyai keluarga sendiri nantinya"
Alle benci dengan jawabannya sendiri
Sarah memegang tangan alle,ia pernah merasakan apa yang dirasakan oleh alle,semua wanita pasti merasakannya ketika akan menikah.
"Jangan sungkan sungkan untuk cerita ke tante,kalau sudah menikah nanti"
"Dan mulai sekarang jangan panggil tante lagi ya,panggil mama aja kamu anak mama sekarang"
Sifat sarah yang baik hati dan lemah lembut berbanding terbalik dengan sifat austin,alle meragukan jika austin adalah anak sarah,pria itu seperti batu .KERAS!!
"yaudah ma,aku mau balik ke kantor dulu"
Ketika austin hendak berdiri sarah memanggilnya.
"Austin,....mama ingin ngadain acara lamaran buat kamu sama alle,sekaligus mama ingin lebih kenal sama keluarganya alle"
See,sekarang alle merasa sangat kesal ,ini semua gara gara austin,dia berbicara seenaknya saja ingin menikah tadi,tanpa memikirkan akibatnya ,apa yang akan dia katakan kepada kakaknya dan juga ibunya yang pastinya belum sembuh total habis operasi itu, dan pastinya akan menimbulkan kecurigaan jika tiba tiba alle mengatakan akan lamaran kemudian menikah.
Austin pun tidak menyangka jika mamanya akan berbicara seperti itu,awalnya austin tidak mau melibatkan pihak keluarga alle ,menolak pun pastinya akan menimbulkan kecurigaan baru.
"Oke ma,nanti aku sama alle bakal bicarain lagi kapan tanggal lamarannya "
"Secepatnya lebih baik austin,tidak baik kalau menunda nunda"
Selama hidup 24 tahun alle tidak pernah merasakan kessal sampai seperti ini,austin membuat alle semakin benci dengan sifatnya itu,ia tak boleh takut,setelah ini alle akan mengatakan kepada austin jika dia tidak mau menikah dengan laki laki itu.
Setelah berpamitam pulang austin dan alle sekarang berada di perjalanan menuju kantor austin.
__ADS_1
Didalam mobil alle menarik nafas dia akan berbicara kepada austin dengan serius.
"Pak,apakah bapak yakin akan menikah dengan saya?
Alle bertanya dengan hati hati seberapapun beraninya dia ,alle sedikit takut jika berhadapan dengan austin.
"Sangat yakin alle,kamu tidak perlu menanyakannya lagi"
Jawab austin datar seperti biasa
Alle menghembuskan nafasnya
"Ini terlalu cepat pak buat saya"
Suara alle mengecil,baru 3 hari semua ini terjadi ,pertemuannya dengan austin,dan rencana menikah?oh semua orang diluar sana butuh waktu berbulan bulan atau bisa bertahun tahun untuk merencanakan pernikahan dengan pasangannya.
"Kita masih lamaran dulu alle,tidak langsung menikah"
Sama saja,ujung ujungnya dia akan menikah juga sama austin nantinya,alle tidak bisa keluar dari masalah ini,kecuali jika austin bersedia melepaskannya,ia juga tidak siap dengan acara lamaran itu
bagaimana dia akan mengatakannya kepada kakak dan ibunya di rumah.
"Saya juga tidak siap dilamar pak"
Austin melihat ke arah alle di sebelahnya sekilas.
"Kamu harus siap"
Austin menyadari dia sudah terjebak dengan permainannnya sendiri,tetapi apa boleh buat ia tak boleh berhenti di tengah jalan,resikonya dia akan menyakiti hati mamanya.
"Ini sesuatu yang sulit bagi saya pak,saya ingin fokus bekerja,saya tidak mau lamaran apalagi menikah untuk waktu dekat ini,lagipula saya ingin menikah dengan orang yang saya cintai begitupun sebaliknya"
Cctttt
Mobil austin mengerem mendadak
Alle hampir terbentur dashboard mobil austin,ia yakin austin pasti marah dengan apa yang dia katakan barusan.
"Cintai saya kalau begitu"
Alle menatap austin ,pria ini sudah gila,austin menyuruh alle untuk mencintainya??? jawaban yang jelas BIG NO,pria itu memang memiliki segalanya tapi minus dalam hal sikap.
Austin terkekeh,merasa lucu melihat alle yang menatapnya dengan bengong gara gara apa yang ia ucapkan barusan,beribu kalipun alle mengatakan tidak akan menikah tidak akan merubah keputusan austin untuk menikahinya.
"Kamu gak capek melotot terus"
Alle yang tersadar dari keterkejutannya,memalingkan wajahnya kedepan,sedetik kemudian austin menjalankan lagi mobilnya.
Austin mengantar alle ke kontrakannya selama diperjalanan alle tidak berbicara apapun lagi,austin sekarang tau bahwa alle lumayan cerewet.
Ketika alle sudah di luar mobil,tiba tiba austin keluar mobil juga dan memanggilnya
"alle,em saya sudah memikirkan tentang hari lamarannya barusan,dan saya memutuskan lamaran kita akan dilaksanakan 2 hari lagi"
Lagi lagi alle terkejut oleh apa yang dikatakan austin,bagaiman mungkin dia seenaknya saja memutuskan hari lamaran tanpa persetujuan darinya, sedangkan austin yang melihat ekpresi kaget alle hanya tersenyum kecil,wanita itu menurutnya lucu jika sedang terkejut seperti itu.
Kemudian austin meninggalkan alle yang bengong di tempatnya dan masuk moil.
Dan setelah itu
DASAR COWOK GILA STRES GAK PUNYA HATI GUE BENCI ELO BANGSATT!!!!
alle berteriak kessal kepada austin ,dan tentunya yang diteriakinya sudah pergi menjauh.
__ADS_1