FOUND YOU

FOUND YOU
PART 3


__ADS_3

Keesokan harinya allea bekerja seperti biasanya,walaupun disaat bekerja pikirannya tidak tenang,dia memikirkan ketika cafe sudah tutup dan dia harus menemui reno yang akan memperkenalkannya dengan temannya itu.


Alle mendengus kasar dan melanjutkan lagi pekerjaannya.


Waktu terasa cepat tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,hari ini begitu melelahkan buat alle.


"Al gue pulang dulu,gapapa kan lo sendiri?"


Nita berpamitan,alle sudah berbicara tadi jika dia akan pulang belakangan dan menyuruh nita memberikan kunci cafe kepadanya,karena memang nita yang yang memegang kunci cafe.


"Tapi gak lo kunci gapapa kok al,kayaknya masih ada pak bos"


Nita menambahkan lagi,memang reno tidak setiap hari ke the slow,jika reno di cafe sampai malam,maka dia yang akan mengunci cafe,semua pegawai tau itu.


" iya nit,lo ati ati pulangnya"


"Oke ,lo juga nanti"


Setelah tinggal alle sendirian di cafe


Kemudian dia berjalan menuju ruangan reno alle mengetuk pintu dan reno menyuruhnya masuk,ketika sudah didalam ruangan reno alle tidak melihat siapa siapa,hanya ada reno,mungkin temannya reno belum dateng pikir alle.


"Duduk al,austin masih dijalan katanya"


Oh jadi namanya austin batin alle


alle hanya mengangguk kemudian duduk,reno tampak sibuk di depan laptopnya,10 menit kemudian ada seorang laki laki yang masuk ke ruangan reno.


"Lama banget sih"


Reno menghampiri austin,pria itu tampak mengenakan baju santai,kaos hitam dan celana jeans panjang,alle melihat austin,ternyata dugaannya salah kemaren,pria yang akan jadi pacar pura puranya ini ternyata seorang pria yang tampan ,setiap orang pasti berpikiran sama seperti alle jika melihat austin,bagaimana tidak badan yang tinggi dan,dan atletis serta hidung yang mancung,menampakkan jika austin  seorang pria yang menjaga pola hidupnya dan juga penampilannya.


"Sorry,gue masih kerumah sakit jenguk nyokap,so dimana dia?"


Reno menunjuk alle,austin pun melihat alle,dia melihat alle dari atas ke bawah,terlihat sekali jika austin menilai penampilan alle.Alle yang dilihatti seperti itu oleh austin hanya bisa menunduk,tidak berani melihat ke arah austin.


"Lo yakin?"


Kalimat pertama austin ketika selesai melihat alle


"Yups gue yakin"


Reno menjawab dengan tegas pertanyaan austin.


Austin menilai alle  biasa saja malah terkesan jelek menurut austin,dengan rambut dikuncir kuda,kulitnya yang tidak terlalu putih dan memakai kacamata,ayolah bagaimana bisa reno mencarikan wanita yang seperti itu buat dirinya.


"Dia hanya kurang sedikit dipermak aja"


Jawab reno


apa? di permak batin alle


memangnya dia celana ,pakai di permak segala alle mendengus kessal.


"Okelah,asal dia profesional dan gak bikin ribet"


Austin memutuskan untuk menerima alle jadi pacar pura puranya,lagipula dia memang gak butuh wanita yang cantik,asal perempuan yang bernama alle ini bisa bersikap profesional ketika menjadi pacar pura puranya.


"Oke alle,besok temui saya di kantor".


Tanpa basa basi,austin meyodorkan kartu nama nya kepada alle


"Jam 9,jngan telat,soalnya saya besok ada meeting"


Austin melanjutkan


"Tapi besok saya kerja pak"


"Gapapa besok kamu boleh libur al"


Reno menjawab alle


"Beneran pak?"


Alle memastikan kepada reno,dia terlihat masih tidak yakin.


Reno hanya menganggguk


"Yaudah gue cabut dulu ren"


"Dan buat kamu,besok jangan telat"


Austin mengingatkan kembali alle dengan wajahnya yang datar


Cuek banget pikir alle


"I.. iya pak"


Kemudia austin berjalan keluar dari ruangan reno


"Kamu gak usah takut al,santai aja,austin emang gitu orangnya"


Keliatan sekali jika memang alle seperti takut terhadap austin


"Hm iya pak,iya sudah pak saya pamit pulang dulu ,permisi pak"


"Oke,hati hati"


Entah drama apalagi besok yang akan dihadapi alle


______________________________________


Sesampainya dikontrakan ,alle merebahkan badannya di sofa,melihat alle yang sepertinya terlihat lelah,gina yang sedari tadi membuat coklat panas kemudian menghampiri alle.


"Gimana hari ini?,udah ketemu sama calon pacar?"


Alle mendengus kessal dengan pertanyaan gina itu


"Udah"


"Terus gimana?"


Gina bertanya lagi penasaran


"gak gimana gimana"


Alle menjawab dengan datar


"Ih gak seru loh"


Gina kessal dengan alle ,karena alle tidak bercerita apa apa.


"Gue harus ke kantornya besok jam 9"


"Waw  dia tajir ya, beruntung banget sih idup lo al,selalu dikelilingi cowok cowok keyong mulu,terus dia ganteng gak?"


Alle gak habis pikir gina selalu beranggapan kalau dia beruntung karena selalu berhadapan dengan cowok cowok tajir dan kaya,tapi lain halnya dengan yang alle fikir,alle berfikir kalau hidupnya penuh drama,dia selalu dihadapkan dengan hal hal yang tidak di inginkannya,seperti hal nya saat ini dia harus terjebak untuk pura pura menjadi pacar orang yang dia belum kenal karena demi uang 70 juta,tetapi setidaknya dia tidak menjajahkan tubuhnya pada lelaki untuk mendapatkan uang 70 juta itu,dia masih beruntung pikirnya.


"Gitu deh"


"Gitu gimana sih,cerita dong"


" gue ngantuk"


Alle berjalan meninggalkan gina di ruang tamu dia sudah lelah dengan hari ini dan dia ingin beristirahat sejenak,masih ada hari hari sulit yang dihadapinya besok


"Gak seru lo al,al alllea ,huhh"


Gina memanggil manggil alle,dan alle tampak tak menyahuti panggilannya,Gina kesal dengan alle yang meninggalkannya begitu saja ,tanpa melanjutkan ceritanya itu.


Selalu kepo


Kringgggggg


Alarm yang berada diatas meja berbunyi dengan keras untuk membangunkan orang yang sedang tertidur diatas kasur itu.


Alle mengerjap,terganggu dengan bunyi suara alarm yang sangat nyaring itu,dia membuka matanya sedikit dan terlihat di jam milik nya menunjukkan pukul 7 ,dia bangun dengan malas,matanya silau terkena sinar matahari yang masuk melalui celah celah jendelanya ,alle merasa tidurnya kurang lama,waktu berlalu begitu cepat,dan oh dia tersadar jika sekarang dia libur bekerja ,dan harus menemui austin nanti jam 9,kalau tau begitu dia akan mematikan alarmnya tadi malam,agar bisa tidur lebih lama dulu,tapi karena sudah terlanjur bangun alle memutuskan untuk bermalas malasan dulu , lagipula masih jam 9 dia akan menemui austin.


Alle keluar dari kamar kemudian menuju dapur dia akan membuat kopi,menurutnya bau aroma kopi membuat dia lebih tenang,maka dari itu dia menikmati bekerja di the slow karena tiap hari dia akan bisa menghirup aroma kopi,dia melihat ke arah kamar gina,mungkin temannya itu masih belum bangun,karena tadi malem alle yakin gina menonton drama korea kesukaannya sampai malam.


Sambil menunggu air di dalam panci mendidih,alle melihat isi kulkasnya,tidak ada apa apa didalamnya,hanya berisikan dua telur saja ,dia selalu lupa untuk berbelanja dan mengisi kulkasnya itu,sudah lama dia tidak memasak,dulu ketika dia masih di kampung,alle sangat suka sekali memasak dia bisa dikatakan pintar memasak memang kebanyakan gadis yang berasal dari kampung pintar dalam urusan memasak.


Ketika memutuskan untuk pergi ke jakarta alle sangat jarang sekali mempunyai waktu untuk memasak,alle berniat pergi ke jakarta tidak berharap menjadi seperti ini,kerja sebagai pelayan cafe,alle ingat dulu dia bercita cita ingin menjadi pramugari ,dengan tinggi tubuh yang proporsional dan badan yang ramping,dia ingin menjadi pramugari ,tapi setelah ayahnya meninggal dan ekonomi keluarganya mulai jatuh alle tidak bisa melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi lagi dan hanya bisa sampai ke jenjang SMA saja,dan sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengadu nasib ke jakarta dan bertemu dengan gina ,alle ingat dia bertemu dengan gina ketika malam hari alle yang bingung mencari tempat kossan di ganggu oleh 2 orang lelaki yang sedang mabuk ,gina menolongnya dengan membawanya masuk ke dalam karaoke tempat gina bekerja setelah itu gina membawanya ke kossan milik gina,pertama kali melihat gina,alle menilai bahwa gina adalah wanita nakal,bagaimana tidak dengan pakaian yang sangat minim di malam hari dan gina yang bekerja di tempat karaoke dengan menghisap rokok,alle membayangkan pertemuan pertama dengan gina dulu,dan kemudian gina yang mengajak dia untuk bekerja bersamanya di tempat karaoke,tidak ada plihan lain waktu itu,sampai alle bertemu dengan andre ,dan andre yang selalu mengejarnya sampai rela menunggu di depan kossannya semalaman ,dan alle memutuskan untuk pindah kossan ke kontrakan yang ditempatinya sekarang,tentunya dia juga berhenti dari kerjaannya itu,beruntung gina mau membantunya dengan dia juga ikut berhenti dari pekerjaannya dan ikut pindah di kontrakan yang sekarang ditempati,dan alle juga memutuskan untuk tidak tampil mencolok dihadapan orang,alle bersyukur dia mendapat pekerjaan lagi meskipun menjadi pegawai cafe,setidaknya pekerjaann nya tidak seperti dulu ,dan gina dia tetap bekerja di tempat karaoke lain,yang dekat dengan kontrakan entahlah alle tidak habis pikir dengan sahabatnya itu.


"Woi"


Gina menyadarkan alle yang dari tadi melamun.


"Ngelamun dari tadi,tuh air udah mendidih dari tadi"


"Astaga"


Alle tersadar jika dia sedang memanaskan air untuk membuat kopi,dia buru buru mematikan kompornya kemudian menuangkan air ke dalam gelas yang sudah dituangkan bubuk kopi


"Lo mau?


Alle menawari gina kopi


"Gak ah ,lo tau gue gak suka kopi"


Kemudian alle mengaduk kopinya dan berjalan menghampiri gina di meja makan minimalis yang berada di dapur kontrakannya itu.


"Ngelamunin apa sih tadi,kayaknya seru,sampai gak berkedip gitu mata lo"


Gina selalu kepo dengan hal kecil yang dilakukan oleh alle,lihat saja alle sedang melamun saja masih ditanya ngelamunin tentang apa.


"Harus ya gue cerita"


"Lo masih hutang cerita sama gue tadi malem al"


"Emm cerita gak ya??"


Alle menggoda gina,pasti sebentar lagi gina akan ngomel ngomel pikirnya


"Ya harus lah,ya ampun alle,please jangan buat gue penasaran dong"


See gina selalu seperti ini,dia sangat suka bergosip,dan di suguhhi cerita cerita,gini kalau kebanyakan nonton drakor nih fikir alle,alle melihat jam di dinding menunjukkan sudah pukul setengah 8 lebih ,dia harus mandi,dia harus bersiap siap lebih awal ,karena austin memperingatinya untuk tidak telat alangkah baiknya dia berangkat lebih awal,tau sendiri kan bagaimana kondisi jakarta yang macet.


" gue mau mandi,gue mau siap siap jam 9 gue mau ketemu sama calon pacar pura pura gue"


Alle berbicara dengan nada yang dibuat buat kepada gina,kemudian alle berlalu meninggalkan gina sendiri di meja makan lagi lagi gina dibuat kessal oleh alle yang meninggalkan gina tanpa penjelasan cerita yang diminta oleh gina.


"Alle,lo sekarang jadi orang yang nyebellin ya"


Gina setengah berteriak ,alle yang mendengarnya hanya tersenyum kecil ,heran dengan tingkah laku gina yang berbeda dari yang pertama dia kenal dengan sekarang,gina yang dulu terlihat judes dan sekarang yang bawel,untung dia sayang dengan sahabatnya itu.


Setelah mandi alle kemudian menuju lemari pakaiannya dia bingung untuk memakai apa hari ini,karena memang dia tidak mempunyai baju yang banyak,karena memang alle jarang membeli baju,uang yang dia dapat dari bekerja akan selalu ditabungnya dia membuka lemarinya dan memilih baju apa yang dikenakannya untuk menemui austin,karena bagaimanapun juga alle akan menemui austin di kantor pria itu tidak mungkin dia memakai baju yang asal asalan,alle menatap baju baju yang ada didalam lemari,ada kemeja kotak kotak yang kebesaran kaos yang kebesaran juga,dan selebihnya kaos pendek hanya itu bajunya,dia mendengus kessal ,dia menyesal menyingkirkan baju baju nya yang dulu seperti dress,rok Panjang yang dia bawa dari kampung alle yang dulu bukanlah alle yang sekarang, yang sewaktu di kampung selalu memakai rok dan selalu feminim,dan alle yang sekarang terlihat tomboi dan tidak terawat ,bukan maksud apa dia bersikap seperti ini,dia tidak mau di dekati oleh pria pria seperti andre yang terpikat dengan kecantikannya ,yang selalu membawa masalah di hidupnya.


setelah berpikir lama akhirnya alle memutuskan untuk memakai kemeja kotak kotak yang kebesarran itu dan juga celana jeans panjang,entahlah dia sangat suka memakai baju kotak kotak yang kebesaran itu.


Setelah selasai berpakain dan juga berdandan,berdandan dalam artian hanya memakai bedak yang shadenya lebih gelap dari wajahnya yang membuat alle malah terlihat kussam,kemudian dia melihat jam di hp nya sudah jam 8 lebih ,dia harus berangkat sekarang.


Setelah mempersiapkan semuanya dia melihat dirinya di cermin kemeja kotak kotak ,celana jeans,sepatu kets,rambut kuncir kuda kacamata dan tas selempang,perfect pikirnya,oh ya dia lupa kartu nama austin yang terdapat alamatnya juga,alle menaruhnya di atas meja tadi malam,kemudian dia mengambilnya dan melihat alamat austin sepertinya lumayan jauh dari kontrakannya ,alle memutuskan naik ojol ,karena dia tidak tau alamat kantor austin,jika naik ojol pasti akan lebih cepat,karena driver ojol pasti tau daerah daerah di jakarta ini,setelah sudah mendapat driver di aplikasi ojolnya ,alle melangkah keluar  kamarnya dan memutuskan untuk menunggu didepan saja.

__ADS_1


"Ya ampun alle,lo mau ketemu dengan pacar lo,dengan penampilan kayak gitu?yang bener aja."


Gina sedikit kaget melihat alle yang sedang keluar dari kamar dengan penampilan seperti itu.


"Ada yang salah?,pakaian gue tertutup kok"


Alle menjawab pertanyaan gina,dia memang berpakain tertutup kok pikirnya.


"Lah maka dari itu pakain lo terlalu tertutup,lo gak ada baju lain apa"


Gina bergidik ngeri yang benar saja alle akan bertemu dengan calon pacar pura pura nya dengan pakaian seperti itu,alle cantik jika saja alle berpakain yang bagus semisal dress gitu,tidak menutup kemungkinan mungkn bisa saja ale akan dijadikan pacar sungguhan pikir gina.


"Gue gak punya dress,lagipula gue nyaman dengan pakain gue sekarang,gue cabut ,bye"


Gina mendengus kesal,alle benar benar berubah tidak seperti dulu begitu yang gina rasakan.


Alle menatap gedung bertingkat didepannya ini ,alle sudah memastikan kepada driver ojol tadi jika ini adalah alamat yang benar ia tuju,alle melangkahkan kakinya menuju gedung itu setelah masuk kedalam gedung alle bingung dimana ruangan austin berada,kemudian dia memutuskan untuk bertanya kepada resepsionis yang ada disitu.


"Mbak permisi,ruangan pak austin dimana ya"


"Ada kepentingan apa yah mbak?"


Resepsionis itu melihat alle dan


menanyakan keperluan alle.


"Saya ada perlu penting dengan pak austin"


"Sebentar yah mbak"


Resepsionis itu tampak menelpon seseorang


"Pak ada yang ingin bertemu dengan bapak katanya ada perlu penting dengan bapak"


"Em namanya..


Resepsionis melihat alle


"Allea "


Allea menjawab resepsionis yang alle duga ditanyai oleh austin diseberang telepon sana


"Allea pak"


"Baik pak"


Resepsionis itu menutup telponnya


"Mbak disuruh langsung ke ruangan pak austin di lantai 10


"Terimakasih"


"Sama sama"


Alle kemudian menuju lift dan memencet tombol 10,entah kenapa alle merasa sedikit takut bertemu austin karena sifat austin yang menurut alle terkesan dingin,dan mengintimidasi.


Ting... lift terbuka,alle sudah sampai di lantai 10


Di lantai 10 terlihat hanya ada 1 ruangan khusus buat direktur perusahaan,alle menuju ruangan itu ,sesampainya didepan ruangan itu ,tiba tiba alle sedikit takut,entah kenapa bertemu austin membuatnya takut.


Tok tok tok


Alle mengetuk pintu ruangan itu


"iya masuk"


Suara daridalam menyuruhnya masuk


Alle membuka pintu ruangan itu dan masuk kedalamnya, ruangan itu ber aroma kopi,aroma yang sangat disukai alle,ruangan austin di dominasi warna abu abu dengan tatanan ruangan yang apik,dan terlihat klasik yang akan membuat nyaman setiap orang yang berada didalamnya.


"Silakan duduk"


Austin mempersilahkan alle untuk duduk,austin sibuk dengan berkas berkas yang dibawa oleh sekretarisnya barusan,dia harus mengecek hasil penjualan usahanya,austin tidak mau usaha yang dijalaninya mengalami hambatan.


Austin melihat alle yang sudah duduk di sofa ruangannya.


Penampilan yang terlalu biasa


Alle yang ditatap begitu oleh austin terlihat tidak nyaman.


"Jadi... alle saya mau kamu menjadi pacar pura pura saya"


austin menegaskan kembali.


"Dan disini saya harap kamu bisa bersikap profesional,tidak ada perjanjian diatas kertas yang perlu kamu tandatangani,terlalu ribe cukup kamu mematuhi apa yang saya suruh itu sudah cukup"


Alle diam mendengarkan dengan seksama apa yang diucapkan austin,setidaknya tidak ada aturan ini itu yang perlu dia jalani,cukup mematuhi austin saja


"Mana handpone kamu"


Tiba tiba austin meminta handpone allea,dia sedikit ragu,buat apa austin meminta hp nya tetapi kemudian alle menurut dan memberikan handponenya ke austin


"Itu nomer hp saya"


Ternyata Austin menyimpan no.nya di hp allea,hp alle memang tidak dikunci.


"Kamu bisa mengirim no rekenening kamu di wa saya"


"No rekening?"


Alle bertanya heran,buat apa austin menanyakan no rekening nya,apa dia akan memberikannya uang hadiah sebagai balas budi untuk alle yang mau jadi fake girlfriendnya?,alle berfikir yang tidak tidak


"bukankah Kamu membutuhkan uang 70 juta ?,apa kamu tidak membutuhkannya lagi?"


Oh ternyata uang 70 juta itu austin yang akan memberikannya dan bukan reno.


Alle menjawab dengan pulan,karena memang dia tidak tau tentang hal ini.


"Kamu jadi pacar pura pura saya,berarti saya yang ngasih uang,reno hanya perantara,dia mencarikan saya wanita yang mau jadi pacara pura pura saya"


" emm iya pak"


Alle tidak ambil pusing sekarang entah reno maupun austin yang akan memberinya uang,yang penting dia akan mentransfer uang itu ke ana sebentar lagi.


"Saya akan kirim no.rekening saya pak"


Kemudian alle membuka wa nya dan mencari kontak austin yang sudah disimpan,kemudian mengirim no.rekening nya kepada austin.


"Sudah saya kirim pak"


Austin melihat layar hp nya ada wa masuk,dia menyimpan kontak alle.Kemudian tidak lama austin langsung mentransfer uang sebanyak 70 juta ke rekening alle


Ting


ada pemberitahuan di hp alle,uang 70 juta masuk kedalam rekeningnya nya.


"Sudah saya transfer"


"Terimakasih pak"


"Sama sama,kamu boleh pergi sekarang,saya ada meeting sebentar lagi"


Udah gitu aja pikir alle,kemudian alle melangkah keluar ruangan,dia akan mentransfer uangnya ke ana, tetapi mungkin dia akan mencari makan dulu,perutnya sudah lapar.


Dia berjalan menyusuri jalan dan dia melihat warung soto diseberang jalan,alle memutuskan untuk makan soto ,setelah memesan 1 porsi beserta es teh ,kemudian alle membuka hp nya dan akan mentransferkan uang itu ke ana yang berada dikampung,pesanan nya datang,dia akan makan dulu,memikirkan hari hari yang akan dijalaninya membuat alle pusing,setidaknya dia harus tetap kuat.


Setelah selesai makan ale memutuskan untuk menghubungi ana untuk memberitahu jika ia sudah menstransfer uangnya .


"Halo mbak"


"Iyah halo"


Suara diseberang telepon menyaut


"Aku udah menstransfer uangnya mbak,mbak bisa langsung bisa ambil untuk operasi ibu"


"Iya nanti mbak ambil,terimakasih ya al,maaf  membuatmu repot"


"Gak kok mbak,masalah ibu adalah tanggung jawab kita bersama"


"Gimana kabar kamu?"


Ana menanyakan kabarnya,menanyakan bagaimna pekerjaannya,dan memastikan alle baik baik saja selama di jakarta,sedangkan alle menjawab pertanyaan ana pastinya dengan sedikit kebohongan dia tidak mau ana khawatir di kampung,alle mengatakan jika kehidupannya di jakarta sm baik baik saja,sungguh memilukan pikirnya,padahal nyatanya kehidupannya disini berbanding terbalik dengan apa yang dia katakan kepada ana.


Setelah mengakhiri pembicaraan dan menutup telponnya alle memutuskan untuk kembali ke kontrakan,tidak ada hal yang perlu dikerjakannya lagi,andaikan saja dia menolak libur kemaren,dia mungkin akan langsung ke the slow,,alle tidak suka dia yang tidak melakukan apa apa.


Sesampainya di kontrakan,gina sudah tidak ada,orang itu pasti sedang bekerja. Gina memang bekerja di tempat karaoke tapi dia memilih bekerja mulai siang sampai sore,dia tidak mengambil bagian malam,karena beresiko akan tindakan kejahatan apalagi malam malam wanita pulang sendirian.


Alle menuju kamarnya,merebahkan tubuhnya, dan ketika tiba tiba hp nya berbunyi alle mengambil hp nya dan tampak seseorang yang baru saja mentransferkan uang kepadanya menelpon,alle mengangkat panggilan dari austin.


"Iya halo pak"


"Alle nanti sore jam 4 ikut saya ke rumah sakit,mama saya keluar rumah sakit hari ini,saya ingin mengenalkan kamu kepada mama saya,kirim alamat kamu saya akan jemput kamu nanti,dan ....saya harap nanti kamu tau apa yang harus dilakukan"


Klik


Panggilan dimatikan


Kalau saja bukan karena austin yang memberinya uang,alle tidak ingin berurusan dengan orang itu,entahlah terbuat dari apa austin itu,dingin sekali.


Ketika sore hari tiba ,alle sudah bersiap siap untuk dijemput austin ,dia sudah mengirimkan alamatnya kepada austin,alle masih tetap memakai pakaiannya tadi pagi,lagi pula bajunya itu masih belum kotor pikirnya.


"Gue pulang"


Gina masuk kedalam rumah ,dan melihat alle yang sedang duduk di ruang tamu.


"Lo mau pergi?"


Gina bertanya kepada alle.


"Iya sama austin"


"Dan lo tetep pakai pakain tadi pagi,OMG dimana pikiran lo sih Al"


Gina masih meributkan penampilannya,alle yang mendengarnya kupingnya terasa panas


"Please gin,gue nyaman dengan apa yang gue pakai,jadi gue harap lo bisa ngertiin gue"


Tin..tin


terdengar klakson mobil dari arah luar kontrakan,sepertinya austin sudah datang,alle kemudian berdiri dan meninggalkan gina yang masih berdiri di Ruang tamu itu.


"Gue cabut dulu,bye"


"Oke ati ati"


Gina berpikir mungkin dia terlalu ikut campur dengan apa yang dipakai alle,dia tau alle berubah semenjak banyak orang yang beranggapan buruk kepadanya ,gina ingat ketika alle dilabrak oleh dona yang mengaku sebagai calon isteri andre,orang yang pernah mendekati alle,dona yang menampar alle dan mengatakan kalau alle sama halnya dengan *******,alle tidak bisa berbuat apa apa saat itu,semua orang melihatnya di tempat karaoke itu,dulu memang alle pernah ikut bekerja bersama gina,tetapi meskipun begitu gina bersumpah jika alle adalah wanita baik baik ,ditempat karaoke tempat dia bekerja dulu alle bertugas sebagai pengantar minuman saja,karena wajahnya yang cantik ,banyak lelaki yang suka  terhadapnya ,termasuk andre yang menjadi pelanggan di karaoke tempat bekerjanya dulu.


Setelah kejadian itu alle memutuskan untuk berhenti bekerja dan pindah ke kontrakan yang sekarang mereka tempati,dengan penampilan baru yang alle harap membuatnya tidak berurusan dengan laki laki.


Alle sudah berada didalam mobil austin,diperjalanan menuju rumah sakit suasana didalam mobil sangat canggung tidak ada yang berbicara baik alle maupun austin.


"Setelah kita sampai di rumah sakit,saya harap kamu bisa ber akting dengan bagus alle"

__ADS_1


Austin memulai percakapannya dengan alle


"Baik pak"


Sebenarnya alle takut ,dia tidak pernah berbohong sebelumnya,austin sungguh anak yang durhaka,berani membohongi mamanya sendiri,apa salahnya dia mencari cewek sungguhan,toh pasti dengan mudahnya dia mendapatkannya,apa jangan jangan dia tidak suka wanita,dia gay,alle mulai berpikir yang tidak tidak tentang austin.


Sesampainya dirumah sakit austin dan alle langsung menuju ke tempat dimana sarah di rawat.


Ketika sudah ada didepan pintu yang alle duga tempat mama austin dirawat tiba tiba austin memegang tangan alle,tindakan austin tersebut membuat alle kaget ,kemudian mereka masuk kedalam ruangan itu.


"Mama"


"Austin kamu sama siapa"


Sarah melihat ke arah alle


"Kenalin ma,ini alle pacar austin"


Austin melihat ke arah alle dengan disertai senyuman ,alle yang melihat austin yang bersikap seperti itu merasa aneh dan terpesona secara bersamaan,sikap dingin pria itu ketika pertama bertemu dan sikapnya didepan mamanya sangat berbeda,alle menyukai austin yang seperti ini.


"I..iya tan,saya alle pacar austin"


Alle merasa gugup dan gerogi ketika mengenalkan dirinya sebagai pacar austin,lebih tepatnya pacar  pura pura.


Mamanya kemudian melihat alle dan austin secara bersamaan.


"Beneran kalian pacaran,kamu gak bohongin mama kan aus?"


Sarah curiga terhadap anaknya itu karena selama ini austin tidak pernah membawa perempuan ke hadapannya sebagai pacar.


Tiba tiba tangan alle yang digenggam austin sedari tadi terangkat dan dicium oleh austin,alle kaget seperti ada sengatan listrik di dalam tubuhnya ketika austin mencium tangannya tiba tiba,tetapi perlahan alle mencoba untuk tidak terlihat gugup.


"Bener ma,aku sama alle pacaran,ya kan sayang? mama selalu gitu ke aku gak pernah percaya"


Austin berakting dengan sangat bagus,alle yang melihatnya menyadari kalau dia harus berakting secara bagus juga,agar sarah tidak curiga kepadanya.


"Iya tan kita pacaran beneran kok"


"Tapi kenapa austin gak pernah cerita ke tante kalau dia punya pacar"


"Austin udah mau ngenalin ke mama,tapi mama waktu itu sakit"


"Kenapa baru sekarang kamu bawa alle kesini,kemarennya kemana aja"


Alle melihat ke arah austin yang tampak bingung menjawab peetanyaan sarah itu.


"Itu salah alle tan,austin udah sering ngajak alle buat jenguk tante,tapi alle sungkan buat ketemu tante,maafin alle ya tan"


Alle memutuskan yang menjawab pertanyaan sarah.


Austin melihat ke arah alle,tidak percaya gadis itu yang akan menjawab pertanyaan mamanya ,ternyata gadis itu bisa menyesuaikan kondisinya sekarang yang bingung atas pertanyaan mamanya.


good girl pikirnya


"Astaga,kenapa harus sungkan sih,tante itu malah seneng lihat austin bawa pacarnya,selama ini tante itu udah capek ngelihat dia terlalu sibuk sama pekerjaannya,sedangkan umurnya semakin bertambah,dia seperti tidak pernah memikirkan percintaannya"


Setidaknya sarah sekarang lega akhirnya austin membawa kekasihnya.


"Tenang aja tan,aku bakal mutusin dia kalau dia terlalu cinta sama pekerjaannya daripada aku"


Austin menatap alle tidak percaya ,wanita ini sungguh pintar ber akting


"Bagus itu"


Sarah menjawab alle


Terdengar hp austin bergetar didalam saku celananya,tertulis nama ellie yang sedang menelpon austin itu.


"Iya halo?"


"gak bisa naik taksi apa?",


"hm,oke kakak berangkat"


Telepon dimatikan


"Siapa?"


Tanya sarah


"El ma,dia minta jemput,dia di bandara katanya,gamau pake taksi,selalu saja ngerepotin"


"Hushh.. dia adik kamu aus,yaudah sana kamu jemput dia,biar alle yang jaga mama disini"


Sarah menyuruh austin untuk menjemput adiknya yang ada di bandara,karena trauma dulu hampir diculik,menjadikan ellie takut jika naik taksi atau Ruang tamu


"Gue cabut dulu,bye"


"Oke ati ati"


Gina berpikir mungkin dia terlalu ikut campur dengan apa yang dipakai alle,dia tau alle berubah semenjak banyak orang yang beranggapan buruk kepadanya ,gina ingat ketika alle dilabrak oleh dona calon istri andre,orang yang pernah mendekati alle,dona yang menampar alle dan mengatakan kalau alle sama halnya dengan *******,alle tidak bisa berbuat apa apa saat itu,semua orang melihatnya di tempat karaoke itu,dulu memang alle pernah ikut bekerja bersama gina,tetapi meskipun begitu gina bersumpah jika alle adalah wanita baik baik ,ditempat karaoke tempat dia bekerja dulu alle bertugas sebagai pengantar minuman saja,karena wajahnya yang cantik ,banyak lelaki yang suka  terhadapnya ,termasuk andre ,setelah kejadian itu alle memutuskan untuk berhenti bekerja dan pindah ke kontrakan yang sekarang mereka tempatti,dengan penampilan baru yang alle harap membuatnya tidak berurusan dengan laki laki.


Alle sudah berada didalam mobil,suasana didalam mobil sangat canggung tidak ada yang berbicara baik alle maupun austin.


"Setelah kita sampai di rumah sakit,saya harap kamu bisa ber akting dengan bagus alle"


Austin memulai percakapannya dengan alle


"Baik pak"


Sebenarnya alle takut ,dia tidak pernah berbohong sebelumnya,austin sungguh anak yang durhaka,berani membohongi mamanya sendiri,apa salahnya dia mencari cewek sungguhan,toh pasti dengan mudahnya dia mendapatkannya,apa jangan jangan dia tidak suka wanita,dia gay,alle mulai berpikir yang tidak tidak tentang austin.


Sesampainya dirumah sakit austin dan alle langsung menuju ke tempat dimana sarah di rawat.


Ketika sudah ada didepan pintu yang alle duga tempat mama austin dirawat tiba tiba austin memegang tangan alle,tindakan austin tersebut membuat alle kaget ,kemudian mereka masuk kedalam ruangan itu.


"Mama"


"Austin kamu sama siapa"


Sarah melihat ke arah alle


"Kenalin ma,ini alle pacar austin"


Austin melihat ke arah alle dengan disertai senyuman,alle yang melihat austin yang bersikap seperti itu merasa aneh dan terpesona secara bersamaan,sikap dingin pria itu ketika pertama bertemu dan sikapnya didepan mamanya sangat berbeda,alle menyukai austin yang seperti ini.


"I iya tan,saya alle pacar austin"


Alle merasa gugup dan gerogi ketika mengenalkan dirinya sebagai pacar austin,lebih tepatnya pacar  pura pura.


Mamanya kemudian melihat alle dan austin secara bersamaan.


"Beneran kalian pacaran,kamu gak bohongin mama kan aus?"


Sarah curiga terhadap anaknya itu karena selama ini austin tidak pernah membawa perempuan dihadapannya sebagai pacar anaknya itu.


Tiba tiba tangan alle yang digenggam austin sedari tadi terangkat dan dicium oleh austin,alle kaget seperti ada sengatan listrik di dalam tubuhnya,tetapi dia mencoba untuk tidak terlihat kaget.


"Bener ma,aku sama alle pacaran,ya kan sayang mama selalu gitu ke aku gak pernah percaya"


Austin berakting dengan sangat bagus,alle yang melihatnya menyadari kalau dia harus berakting secara bagus juga,agar sarah tidak curiga kepadanya.


"Iya tan kita pacaran beneran kok"


"Tapi kenapa austin gak pernah cerita ke tante kalau dia punya pacar"


"Austin udah mau ngenalin ke mama,tapi mama waktu itu sakit"


"Kenapa baru sekarang kamu bawa alle kesini,kemarennya kemana aja"


Alle melihat ke arah austin yang terlihat bingung itu,memutuskan untuk menjawab pertanyaan sarah.


"Itu salah alle tan,austin udah sering ngajak alle buat jenguk tante,tapi alle sungkan buat ketemu tante,maafin alle ya tan"


Austin melihat ke arah alle,tidak percaya gadis itu yang akan menjawab pertanyaan mamanya itu,ternyata gadis itu bisa menyesuaikan kondisinya sekarang yang bingung atas pertanyaan mamanya,good girl pikirnya


"Astaga,kenapa harus sungkan sih,tante itu malah seneng lihat austin bawa pacarnya,selama ini tante itu udah capek ngelihat dia terlalu sibuk sama pekerjaannya,sedangkan umurnya semakin bertambah,dia seperti tidak pernah memikirkan percintaannya"


Setidaknya sarah sekarang lega akhirnya austin membawa kekasihnya.


"Tenang aja tan,aku bakal mutusin dia kalau dia terlalu cinta sama pekerjaannya daripada aku"


Austin menatap alle tidak percaya ,wanita ini sungguh pintar ber akting


"Bagus itu"


Sarah menjawab alle


Terdengar hp austin bergetar didalam saku celananya,tertulis nama ellie yang sedang menelpon austin itu.


"Iya halo,gak bisa naik taksi apa,hm,oke kakak berangkat"


Telepon dimatikan


"Siapa?"


Tanya sarah


"El ma,dia minta jemput,dia di bandara katanya,gamau pake taksi,selalu ngerepotin"


"Hushh dia adik kamu aus,yaudah sana kamu jemput dia,biar alle yang jaga mama disini"


Sarah menyuruh austin untuk menjemput ellie yang ada di bandara, allie masih trauma karena dulu hampir diculik,menjadikan ellie takut jika naik taksi atau transportasi umum lain.


Austin bergegas keluar dari ruangan,sebelum itu tiba tiba dia mengecup dahi alle,yang sontak membuat alle membeku bak patung.


Cup


"Aku pergi dulu,kamu jagain mama disini dulu ya sayang"


"I iyya hati hati ya "


Beruntungnya alle bisa menetralisir rasa kaget atas apa yang austin lakukan terhadapnya.


main nyosor  nyosor aja tu orang


Setelah kepergian austin ke bandara,tinggalah alle dan sarah berdua di ruangan vvip tempat sarah di rawat,ruangan yang luas dan fasilitas lengkap,yang membuat pasien yang menempatinya pastinya akan merasa nyaman,berbeda dengan kamar rumah sakit kelas ekonomi,yang 1 ruangan ditempati oleh 2 atau 3 orang,beruntunglah orang orang kaya seperti keluarga austin ini.


"Gimana pacaran sama austin"


Alle tersadar dari acara melihat lihat ruangan sarah ketika mendengar sarah bertanya kepadanya,dia bingung akan menjawab apa,dia baru kenal austin,dan lelaki itu tidak pernah berbicara panjang kepadanya atau sekadar memberi tau jawaban apa yang akan dia katakan jikalau sarah bertanya tanya seperti ini.


Saya harap kamu bisa ber akting dengan bagus alle


Alle teringat dengan ucapan austin tadi


Oke alle akan memutuskan berakting dengan sebaik baiknya.


"Austin itu orangnya moody tan,kadang dia cuek,kadang nyenengin kadang ngesellin,meskipun begitu aku sayang sama dia tan"


Benar bukan?,alle hanya menambahhi kata nyenengin saja didalam jawabannya,dia tidak sepenuhnya bohong dalam ucapannya itu,dan juga kata sayang hanyalah pemanis dalam aktingnya ini.


"Kalau kamu sayang sama dia,ajak austin nikah al,tante mengharapkan hubungan kamu sama austin bisa dibawa ke jenjang pernikahan,austin pastinya juga sayang sama kamu kan ?buktinya hanya kamu wanita yang pernah austin bawa ke hadapan tante,menandakan kalau dia serius sama kamu"

__ADS_1


Deggg,kenapa jadi begini pikir alle,kalau sudah begini,alle bingung akan menjawab apa,seharusnya ada austin ketika sarah menyinggung tentang pernikahan.


Akhhh austin cepat kembali dong.


__ADS_2