FOUND YOU

FOUND YOU
Kopi


__ADS_3

"Keluarga Lizama" hanya itu kata yang keluar dari bibir Luke setelah ia bungkam sekian menit di hadapan istri nya itu.


Kini Niyah pun ikut diam, tentu ia tahu siapa keluarga Lizama dan bagaimana sepak terjang mereka di dunia bisnis hingga sukses tak terkalahkan di kota nya ini.


"Yah, apa yang sudah Lidya lakukan terhadap keluarga mereka hingga ia bisa di jebloskan ke dalam penjara begitu?" Niyah meminta penjelasan dari Luke karena ia sebagai seorang ibu tidak tahu apa-apa tentang kejadian anak nya ini.


"Terus sekarang nasib Lidya anak kita gimana yah?" lagi pertanyaan terlontar dari mulut Niyah, walau bagaimana pun ia sebagai ibu ada rasa khawatir tersendiri terhadap keadaan anak nya itu.


"Jika ingin tahu lebih baik kau batalkan saja bertemu temanmu itu bu" Luke menjeda ucapan nya kemudian ia pun melanjutkan nya setelah meneguk kopi yang sudah agak mendingin di cangkir nya itu.


"Bu kau ingin ikut menjemput anak kesayangan kita kah?"


"Karena seperti nya Lidya hari ini juga bebas, pengacara kita sedang mengurus nya"


"Tapi yah, pertemuan kali ini juga penting walaupun ibu mencemaskan Lidya namun apa kata teman-temanku jika tidak datang" segera Niyah berkelit agar ia pun bisa pergi karena dari tadi hp nya yang berada di saku itu getar seperti nya si pacar gelap nya kembali menelpon dan saat itu juga pikiran Niyah kembali pada tujuan awal nya meminta ijin pada suami nya itu.


Luke sendiri pun hanya bisa menghembuskan nafas nya secara kasar karena kali ini istri nya itu lebih memilih teman-teman sosialita nya itu dari pada anak kesayangan mereka.

__ADS_1


Namun Luke sendiri tak pernah menyimpan keraguan atau pun kecurigaan tentang Niyah karena yang ia tahu istri nya itu orang yang lemah lembut, baik hati, juga penurut dan tentu saja poin utama nya sayang keluarga saat pertama mereka bertemu di masa muda dulu.


Kali ini Luke pun harus rela membiarkan istri nya pergi, padahal biasa nya saat ia ada di rumah tak pernah sekali pun istri nya keluar kecuali dengan nya juga anak-anak mereka.


"Yah kok bisa Lidya berurusan dengan keluarga Lizama?" lagi pertanyaan keluar dari bibir Niyah yang masih ada rasa penasaran terhadap kasus anak nya.


"Lidya terbukti melakukan penganiayaan terhadap cucu dari keluarga mereka bu" Luke pun dengan sabar menjawab dan menjelaskan pada Niyah.


"Jadi apakah boleh aku ijin tak menemanimu untuk menjemput anak kita yah karena ini pun sangat penting bagiku?" Niyah mencoba bertanya sekaligus memperjelas kalau kali ini begitu penting untuk diri nya sampai harus mengorbankan penjemputan sang anak yang kemungkinan bebas dari penjara hari ini.


"Boleh silahkan tapi untuk kali ini saja bisa" Luke mempertegas ia tak ingin istri nya pergi saat Luke sedang berada di rumah begitu lah ke posesifan Luke terhadap Niyah karena ia sadar sangat begitu mencintai istri nya itu.


Setelah mendapatkan ijin nya, Niyah pun pamit pada suami nya untuk kembali ke kamar nya karena ia ingin bersiap dari sekarang dan mau tak mau Luke pun harus merelakan dan memberi nya ijin walaupun sebenar nya Luke masih ingin Niyah berada di ruang kerja nya dan tentu saja menemani nya bekerja.


Namun apa boleh buat bagi nya dengan melihat senyum sang istri itu sudah membuat ia melupakan lelah nya bekerja seharian penuh di kantor.


Setelah kepergian Niyah Luke pun kembali berkutat dengan laptop dan dokumen di meja kerja nya kembali.

__ADS_1


Dan tentu saja Niyah langsung menghubungi pacar brondong nya itu saat sudah berada di dalam kamar nya dan tak lupa ia masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu nya.


Niyah begitu sangat berhati-hati karena bisa suami nya itu masuk dengan tiba-tiba. Setelah memastikan semua aman, Niyah pun melakukan panggilan telepon pada hp nya ke nomor sang pacar.


"Halo Love" ucap orang di sambungan telepon ketika sudah di jawab nya.


"Bagaimana bisa tidak?" tanya Jendra di kamar nya di sebuah kontrakan dengan keadaan masih berbaring dan telanjang dada.


Niyah pun menjawab tak kalah manis nya dan tentu saja dengan suara manja dan sedikit mendayu, you know lah suara tante-tante ketika berbicara dengan brondong simpanan nya.


" Coba tebak beb?" Niyah pun menjawab dengan pertanyaan kembali.


"Ayo lah Love bagi tahu saja, aku sudah tak sabar ingin bertemu denganmu dan menghabiskan malam ini bersamamu seperti kemarin" Jendra di sana walaupun sedang telepon dengan pacar nya namun ia juga masih sempat untuk membalas pesan sang kekasih yang sesungguh nya dan kalau soal Niyah tentu saja ia tak menyimpan rasa sama sekali, Jendra hanya menganggap Niyah atm berjalan sekaligus pemuas nafsu nya saja yang tak bisa ia salurkan pada kekasih nya yang sedang menempuh pendidikan di luar kota itu, maka nya Jendra pikir itu tak masalah sekali mendayung dua pulau terlampaui begitu pribahasa yang cocok untuk hubungan dengan Niyah hanya saja sayang pacar nya itu begitu bod*h tentu saja yang ia maksud itu Niyah kalau pacar sesungguh nya itu sangat pintar.


Dan soal ketika Jendra berhubungan dengan Niyah pun, ia akan selalu mengingat wajah kekasih nya, pernah sekali ia mencoba untuk tetap fokus pada wajah Niyah namun bukan nya bergairah ia justru merasa sangat tak berselera untuk menyentuh nya hingga sampai sekarang seperti itu lah jika Jendra ingin menggauli Niyah di atas ranjang.


Dan soal untuk kekasih nya itu, ia tak pernah tau bahwa Jendra menjadi simpanan tante-tante karena Jendra yang ia kenal itu laki-laki sederhana yang amat sangat begitu mencintai nya dengan tulus hingga ia rela memberikan apapun itu untuk Jendra.

__ADS_1


Untuk sekarang ia menempuh pendidikan di luar kota pun bukan atas keinginan ataupun kehendak nya namun paksaan orang tua nya yang ingin ia sebagai anak sulung bisa membantu meneruskan perusahaan ayah nya kelak.


Dan ia pun tak bisa menjawab tidak ketika sang ayah sendiri yang sudah memberi nya titah, mau tak mau ia pun harus menuruti nya.


__ADS_2