FOUND YOU

FOUND YOU
PART 2


__ADS_3

Tampak seorang wanita yang memakai baju kotak kotak kebesaran dan memakai jeans panjang,berkacamata dan berkulit agak gelap tampak sedang kesulitan menstarter motornya,temannya yang ada didalam rumah tampak terganggu dengan aktifitas wanita itu


"Duh kenapa sih motor lo al ,berisik banget dari tadi"


Gina terganggu kemudian keluar dari rumah kontrakannya dan melihat alle yang dari tadi sibuk menghidupkan motornya


"Kyaknya akinya habis deh"


Alle mengingat kapan terakhir dia menservisce sepedanya itu,dia hanya tau memakainya tanpa merawat motor itu,sepeda murah pikirnya,alle memang membelinya bekas,dari uang yang dikumpulinnya bekerja


"Coba bawa kebengkel ,lo naik ojek online aja daripada lo telat kerja,"


Gina pun sepertinya kessal sendiri melihat motor alle tak kunjung menyala


"Yaudah deh,tapi gin gue minta tolong ya,nanti bawain motor gue ke bengkel hehey"


"Hmm iya iya,lo sih lagipula coba aja lo mau jadi pacarnya andre lo gak bakal naik motor ini,tiap hari pasti di antar jemput pakai mobil,lagipula lo ngapain si nolak andre,dan sok sok an nyamar jadi cwek nerd kek gini"


Kebiasan gina jika sudah kessal dengan alle,dia selalu mengungkit yang dulu dulu,menurut gina alle beruntung didekati banyak pria,lain halnya dengan alle,menurutnya itu sebuah masalah,bagaimana tidak alle didekati banyak pria selalu di akhiri dengan dia yang dilabrak calon istri pria itu,alle yang di cap bukan wanita baik baik,ah dan masih banyak lagi


"Andre mau nikah gin,dan gue ga mungkin deket sama orang yang mau jadi suami orang"


Padahal gina sudah diberi tahu oleh alle alasannya meninggalkan pria itu,kenapa gina masih belum mengerti juga


"Itu lagi si rendi,dia juga tajir,terus ada si aldi,si brandon.."


Alle Jengah dengan gina,beruntungnya ojol yang sudah dipesannya tadi sudah berada didepan kontrakannya terlihat di gps aplikasi hp alle,dia segera meninggalkan gina yang belum selesai bicara itu.


"Emm gue berangkat dulu ya,bye,ojol nya udah di depan.


"Heh allea,gue belum selesai ngomong,dasar kutu kupret"


Gina sebal dengan allea,pergi begitu saja padahal dia masih belum selesai bicara.


Alea melihat jam di tangannya ,untunglah dia telat 15 menit,kalau sampai dia telat 30 menit bisa bisa dia dipecat dari pekerjaannnya,alea langsung melangkahkan kakinya ke dalam cafe tempat dia bekerja,alea bekerja di cafe sebagai pramusaji,meski hanya pelayan cafe tetapi alea bersyukur mendapat pekerjaan halal ini di tengah ibu kota yang kebanyakan sulit untuk mendapatkan pekerjaan.


" tumben lo telat"


Nita temannya bekerja bertanya kepadanya karena tidak biasanya dia telat


"Motor gue mati"


"Untung aja bos belum dateng,lo tau kan dia orangnya disiplin banget"


Ya alle cafe tempatnya bekerja memang masih buka jam 9,tapi reno menyuruh pegawainya datang jam 8 ga pake telat,karena untuk mempersiapkan bahan bahan dan bersih bersih cafe sebelum cafe ini dibuka.


"Masih beruntung gue hari ini nit"


"Lain kali kalau ada apa apa,hubungin gue aja,kita bisa bareng"


Alea tersenyum kemudian mengangguk,dia bersyukur dia mempunyai teman teman yang baik di hidupnya,jarak antara kossan nita dengan alea memang tidak terlalu jauh,jadi pantas jika nita mengajak bareng alea untuk berangkat.


Suasana cafe yang mulai ramai,membuat para pekerjanya sibuk dengan kerjaan mereka masing masing,cafe yang diberi nama the slow tempat ale bekerja ini bisa dikatakan salah satu cafe yang banyak digemari oleh semua kalangan dari mulai anak remaja sampai orang tua,terlihat di pojok ruangan dekat jendela terlihat bapak bapak yang sedang menikmati kopinya,tempatnya yang nyaman membuat orang juga menyukai cafe ini,menu yang diunggulkan disini adalah kopinya yang ber macam macam,dari mulai arabica,robusta,ada kopi gayo,dan macam lainnya.Tak heran jika cafe ini selalu rame pengunjung,semua pekerja di the slow ada 6 orang,3 di bagian dapur,1 bagian kasir dan 2 lagi dibagian pengantar pesanan,sedangkan alea dan nita dibagian pengantar pesanan.


Drrrtttt


Allea mengambil hp nya yang bergetar,dan terlihat jika ana yang sedang menelponnya,alle melihat jika pengunjung cafe sudah tidak seramai tadi,lalu dia memutuskan untuk mengangkat panggilan dari kakak nya itu.


" halo alle"


Terdengar suara ana diseberang sana


"Iya halo mbak?ada apa,tumben nelfon"


"kamu lagi sibuk ?"


"Gak sih,lagi istirahat,ada apa mbak?"


alle tiba tiba merasa sedikit khawatir karena kakaknya tiba tiba menelfonnya.


"Ibu sakit al,masuk rumah sakit,perut ibu membesar,karena ada kista di rahimnya,dan harus diangkat ,kalau gak,kata dokter bisa menyebabkan kanker dan takut membahayakan organ lain al,mbak butuh uang buat biaya ibu,kamu apa ada uang al?


Degg,alea yang mendengar itu tidak bisa berkata apa apa ,dia sayang ibunya,dia tidak mau ibunya kenapa kenapa,tapi yang jadi masalah alle tidak punya uang untuk biaya operasi ibunya,sedangkan kakaknya dirumah hanya menjadi guru biasa,yang tidak mungkin juga mendapatkan uang banyak untuk operasi ibunya,semenjak ayahnya meninggal alea harus hidup pas pasan dengan ibu dan kakaknya,dulu sebelum ayahnya meninggal,keluarga alea bisa dikatakan keluarga yang kaya didesa,sawah yang luas ,perkebunan,tapi setelah ayahnya terlilit hutang entah ayahnya itu hutang apa,satu persatu semua yang dimiliki keluargnya habis dan membuat ayah alea jatuh sakit dan meninggal dunia.


"Alea kamu dengar mbak kan"


Alea yang sadar dia masih ditelfon oleh ana menjawab dengan setegar mungkin,agar kakaknya disana juga tidak khawatir


"Iya kak,memang butuh berapa uang buat operasi ibu mbak?


" kata dokter 70 juta le,kamu ada gak,kalau emang gak ada,biar mbk disini yang cari hutangan le"


"Aku ada kok mbak,ibu kapan mau di operasi kak,dan bagaimana kondisi ibu"


Setidaknya alle tidak ingin membuat sarah khawatir,meskipun dia juga sekarang bingung,akan dapat darimana uang tersebut.


"Kalau uangnya ada,ibu akan di operasi 3 hari lagi le"


Alle tampak berpikir sejenak,dia masih punya waktu untuk mencari pinjaman uang itu.


"yaudah kalau gitu aku akan transfer uang itu 2 hari lagi mbak"

__ADS_1


Lagi lagi mulutnya tak terkontrol,kenapa dia semudah itu untuk mengatakannya,padahal dalam kenyataannya dia masih bingung dapet uang itu darimana..


"Kamu ada uang beneran kan le,mbk gamau memberatkan kalau kamu memang gada uang"


"Aku ada kok mbak,aku punya teman kaya,aku bisa pinjem ke dia,dia orangnya baik,jadi mbak gausah khawatir"


"Yaudah,kamu kalau ada apa apa disana cerita ya ke mbak,biar mbak ga khawatir juga disini"


" ok kak,2 hari lagi ya mbak"..


"Aku kerja dulu ya mbk,salam buat ibu"


"Oke


Klik


Panggilan diakhiri


"Ha lo gila?darimana lo dapet uang 70 juta dalam waktu 2 hari alle?"


Gina kaget setelah mendengarkan apa yang diceritakan alle terkait ibunya yang akan di operasi dan membutuhkan uang itu,bagaimana tidak? alle dengan santainya mengatakan kepada ana jika dia akan transfer uang 70 juta dalam 2 hari kedepan,masalahnya uang itu akan didapatkan alle darimana?


"Gue gak tau gin,gue gamau kakak gue bingung cari uang disana".


Gina  mendengus kesal


"Terus lo bohong kalau lo ada uang gitu disini?lo gak mikir diri lo sendiri le"


Allea sedikit menyesal  sudah menceritakan permasalahan yang terjadi ke gina ,alle tau gina pasti marah ke dia,dilain hal alle juga bingung dia akan mendapatkan uang sebesar itu darimana.


"Ok,gue paham apa yang lo rasain sekarang le,masalahnya lo udah bilang ke kaka lo, bakal transfer uang itu 2 hari lagi,lo nyari dimana uang sebanyak itu,dan gue yakin uang tabungan lo gak akan cukup buat biaya operasi nyokap lo"


Gina mencoba memahami alle,dia tau alle sedang kalut sekarang,karena ini menyangkut kesehatan ibunya di kampung


"Gue bingung gin,tapi gue butuh uang itu,"


Alea menunduk pasrah


"Emm atau gini Lo bisa pinjem sama andre dan mantan kaya lo yang lain le,mereka kaya,lo bisa pinjem ke mereka"


Alle sudah menduga jika gina akan mengatakan seperti itu,alle pun berpikiran sama,tapi dia masih punya rasa malu,dia memang membutuhkan uang,tapi tidak dengan meminjam kepada andre atau yang lainnya yang di maksud gina,dia tidak ingin memunculkan masalah baru,jika berani meminjam uang kepada mereka.


"Gak ,gue gak bisa gin"


"Terus ,apa yang akan lo lakuin le"


"Gue akan nyoba pinjem ke bos gue"


Mungkin terdengar terlalu nekat,karena sejujurnya alle takut untuk melakukannya,tetapi jika dibandingkan dengan meminjam kepada mantannya dia akan lebih memilih meminjam kepada bosnya itu,meskipun berpeluang kecil akan dipinjami uang.


"Iya gue yakin


"Maksud gue lo yakin bos lo bakal minjemin lo uang ,kata lo bos lo itu orangnya cuek dan terkenal dingin"


"Gue bakal nyoba"


Allea memantapkan dirinya ,tidak ada cara lagi untuk mendapatkan uang sebanyak itu.


"kalau lo gak berhasil?"


"Emm,Gue terpaksa pinjem ke mantan mantan gue"


Gak ada jalan lagi,alle harus menurunkan egonya untuk saat ini


"Hmm,oke terserah lo,gue hanya bisa berdoa le,semoga lo dapet uang itu"


Sepanjang malam allea memikirkan perkataan apa yang pas ketika menemui reno untuk meminjam uang,apakah reno akan meminjaminya?bagaimana kalau bosnya itu malah memarahinya,alle pusing memikirkannya.


Di pagi hari Allea sudah siap siap untuk berangkat kerja,motornya sudah hidup berkat gina yang sudah membawanya ke bengkel,allea teringat bahwa hari ini dia memantapkan untuk meminjam uang ke bos nya itu,dia menghembuskan nafasnya kasar,semoga hari ini keberuntungan memihaknya fikirnya.


Sesampainya di cafe,hanya terlihat 2 temannya disana


"Wah gak telat lagi lo sekarang"


Nita menyapanya karena menyadari alle hari ini tidak telat.


"Motor gue udah di benerin kok"


Ketika siang hari reno datang ke the slow,alle yang melihat reno berpikir apa akan menemuinya sekarang?


Mungkin lebih baik jika  menunggu ketika cafe tutup dia akan menemui bosnya itu.


Setelah semua selesai,dan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,akhirnya cafe tempat allea bekerja akan tutup.


"Le,gue pulang dulu,lo gak papa gue tinggal kan"


Nita berpamitan kepada alle


"Iya gapapa kok"


Setelah memastikan semua temannya pulang dan tinggal alle sendiri di cafe itu,alle memutukan ke ruangan reno,memang bosnya itu kadang kadang pulang malam karena bosnya mempunyai kunci cadangan, setelah ada didepan pintu ruangan bosnya alle mengetuk pintu itu dan meyakinkan dirinya sekali lagi agar tidak takut untuk menemui bosnya

__ADS_1


Tok tok tok


"Siapa"


Suara didalam menyahut ketukan allea


"Emm saya pak,alle"


"Oh masuk al"


Kemudian alle membuka pintu ruangan itu


Tampak bosnya sedang mengerjakan sesuatu di depan laptopnya


"Ada apa?"


Kata reno


"Emm saya ada perlu sama bapak"


Reno melihat alle,tumben ada salah satu pegawainya yang menemuinya sendiri dan melihat dari gesturnya seperti ingin menyampaikan sesuatu yang penting .


"Duduk"


Kemudian alle duduk di salah satu kursi diruangan itu,ruangan yang terkesan minimalis itu mempunyai sofa kecil yang reno siapkan jika ada teman yang mengunjunginya di cafe,maupun pegawai yang ada kepentingan dengannya ,seperti sekarang ini.


Kemudian reno menghampiri alle dan duduk di kursi yang ada di depannya.


"Kamu ada perlu apa sama saya al"


"Emm begini pak,apa boleh saya meminjam uang pak,maaf ..mungkin ini sedikit aneh dan lancang,tapi saya sangat membutuhkan uang itu buat..ibu saya operasi pak"


Alle menunduk ketika mengatakannya tidak berani melihat langsung ke arah reno


" memang kamu butuh berapa?"


"Saya butuh 70 juta pak,saya siap jika gak dikasih gaji pak selama


Setahun,dan saya bakal bekerja dengan rajin"


alle memastikan lagi ke reno,bagaimanapun juga uang 70 juta itu banyak bagi alle,gajinya saja tidak akan cukup untuk membayar jika reno Jadi meminjamkan uang itu kepadanya


"alle,alle"


Reno tertawa kecil ,lucu dengan apa yang di katakan alle barusan.


"Saya akan meminjami kamu uang 70 juta,dan juga saya akan tetap ngasih kamu gaji,dan juga kamu gak usah ganti uang 70 juta yang kamu pinjam itu"


Apa?? ,alle kaget dengan apa yang dikatakan reno,seketika alle melihat ke arah reno.


Pak reno gak lagi kesurupan kan,batin alle


"Tapi ada syaratnya,saya gak ngasih kamu uang 70 juta dengan cuma cuma le"


Reno menatap alle intens,dia berpikir sesuatu yang lain,sepertinya alle ini wanita yang tepat.


" syarat pak?"


Alle tau ini tidak mudah,bosnya itu tidak akan memberinya uang cuma cuma,manusia mana yang akan memberikan uang kepada orang lain dengan cuma cuma,seharusnya alle sadar itu.


" iya syarat,dan syaratnya adalah..


Ada jeda dalam ucapan reno


kamu harus jadi pacar pura pura teman saya"


"P..Pacar pura pura pak?"


Alle memastikan lagi


"Iyah le,jadi kamu nanti jadi pacar pura pura teman saya,soalnya teman saya nyokapnya sakit,sakitnya karena teman saya belum punya pasangan sampai saat ini"


"Tapi saya gak kenal sama teman bapak"


Kenapa malah jadi seperti ini


"Ya nanti bakal kenalan alle,masalahnya kamu mau gak?,kalau kamu gak mau gapapa,saya gak maksa,tapi maaf saya gak bisa minjemin kamu uang"


Reno sedikit menggertak alle,dengan begini wanita itu kemungkinan akan menerima tawarannya.


Alle mengerutkan keningnya,dia masih tidak menyangka dengan persyaratan yang diajukan reno barusan,dia gak kenal sama teman pak reno,mungkin kalau reno yang jadi pacar pura puranya  dia akan bisa menerima,masalahnya disini disuruh menjadi pacar pura puranya temannya reno,alle takut bagaimna jika temannya bosnya itu orangnya jelek,mesum,soalnya sampai nyari orang disuruh jadi pacar pura puranya,tapi sepertinya tidak ada cara lain ,buat bisa mendapatkan uang ini,dan alle memutuskan untuk menerima syarat dari reno.


"saya terima syarat itu pak"


Reno tersenyum kecil,dia yakin bahwa alle adalah wanita yang tepat untuk dijadikan pacar pura pura austin,reno sedikit lega, dia tak perlu susah mencari seseorang yang akan dijadikan fake girlfriend sahabatnya itu,karena wanita itu datang menemui sahabatnya katakanlah reno jahat karena memanfaatkan kesulitan alle dengan syarat yang dia ajukan.


Toh syarat yang aku ajukan tak terlalu berat pikir reno


"Oke,besok sehabis pulang kerja kamu jangan pulang dulu,soalnya saya akan kenalin kamu dengan teman saya"


Alle mendengus halus

__ADS_1


"Baik pak"


Alle berharap setelah hari ini,akan ada hari hari yang memihak kepadanya


__ADS_2