
"Cari siapa Dy?" tanya Airin menepuk pundak Vidya dari belakang.
"Astaghfirullah Ai, ngagetin aja. Gak cari siapa-siapa" ujar Vidya.
"Sudah ketemu belum buku yang akan kamu beli?" lagi Airin bertanya.
"Tadi sudah tapi keburu di ambil orang aneh duluan" gumam Vidya dengan suara yang kecil namun masih terdengar jelas oleh telinga Airin.
Airin pun berpindah menjadi berhadapan dengan Vidya kemudian berpikir, "Orang aneh? di sini gak ada yang aneh loh Dy, terus itu orang nya mana. Biar nanti aku bantu ngomong kali saja boleh atau kalau tidak cari lagi saja buku yang sama"
"Tapi masalah nya Ai, itu buku hanya ada satu di sini. Tadi aku sudah coba mencari nya lagi tidak ada" jelas Vidya yang tak bersemangat lagi.
"Cari ke lapak lain saja gimana? siapa tahu di tempat lain ada?" coba Airin mengusulkan pendapat nya.
"Aku mau pulang saja Ai, ini sudah malam kasian bibi pasti masih nungguin" ujar Vidya setelah melihat jam tangan yang melingkar di tangan nya itu.
"Baik lah, tapi apa tidak apa-apa?" Airin meragu karena seperti nya itu buku Vidya sangat membutuhkan nya untuk mempelajari materi yang di lombakan.
Iya Vidya memang akan jadi perwakilan sekolah nya mengikuti lomba mata pelajaran antar sekolah maka nya ia harus rajin dan giat belajar agar tak mengecewakan.
__ADS_1
"Tidak apa, kuy lah kita pulang" ajak Vidya.
Akhir nya mereka pun memutuskan pulang ke rumah Airin.
Setelah beberapa menit sampai rumah Airin. "Di antar saja ya pulang nya kebetulan sopir sudah datang?" tawar Airin yang melihat mobil papa nya sudah berada di garasi.
"Tidak usah Ai, aku bisa naik ojol kok seperti waktu berangkat" tolak Vidya secara halus tak mau merepotkan.
"Tapi Dy ini sudah pukul 9 jalanan sepi berbahaya loh" Airin pun merasa cemas dan khawatir.
Namun karena Vidya yang kekeh Airin pun mau tak mau menuruti keputusan Vidya yang akan pulang naik ojol.
"Mana ojol nya?" tanya Airin memastikan.
"Itu di depan gerbang"
Setelah itu Vidya pun pulang.
***
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ucap Vidya kala membuka pintu rumah nya yang kebetulan tidak di kunci.
Hening lagi sepi tak ada jawaban.
"Waalaikumsalam" ujar bi Yati yang masih terbangun sedang duduk di ruang tv.
"Aku ke kamar dulu ya bi" pamit Vidya yang langsung ingin beristirahat.
"Baik lah, selamat malam non Dy" bi Yati pun paham, untuk menanyakan lebih baik besok karena seperti nya memang Vidya sudah begitu lelah dan ngantuk juga.
"Selamat malam juga bi" balas Vidya kemudian langsung naik ke atas di mana kamar nya berada.
Bi Yati mengunci pintu lalu ia pun melangkah menuju kamar nya untuk beristirahat juga.
Beruntung nya Vidya. Sang ibu dan kakak nya masih sibuk masing-masing di kamar hingga tidak ada yang tahu saat ia pulang begitu pun saat ia berangkat. Hanya saja tadi sempat Niyah bertanya akan keberadaan Vidya ketika bi Yati mengantarkan cemilan ke kamar nya.
Namun karena alasan bi Yati yang masuk di akal akhir nya Niyah pun percaya saja, terlebih lagi ia sedang di sibukkan akan keberadaan brondong nya.
Dan seperti nya Jendra pun menikmati tinggal di rumah megah ini, bukti nya sampai menginap. Sebelum nya Niyah pun sudah memberitahu tuan Luke kalau misal akan pulang ia harus mengabari nya dan tuan Luke pun mengiyakan.
__ADS_1