
Jendra pun menarik selimut lalu ia balutkan pada tubuh nya dan tubuh Niyah yang tak menggunakan sehelai benang pun itu. Dan tak lama kemudian Jendra pun menyusul tertidur dengan lelap nya dengan lengan Jendra yang di jadikan bantal oleh Niyah, mereka berdua pun tertidur dengan saling merapat berpelukan begitu erat nya seolah menghalau angin dari ac agar tidak langsung mengenai tubuh kedua nya.
Niyah pun melupakan pesan suami nya, ia kini sekarang tidur lelap dalam pelukan pacar brondong nya yang di rasa lebih nyaman.
Sementara Lidya pun kini telah bebas, tak lupa juga bella di bebaskan oleh jaminan dari orang tua Lidya karena bella pun mau tak mau mengutarakan alasan pada Lidya mengapa ia tak mau menghubungi orang tua yang mana membuat sahabat nya itu akhir nya meminta tolong pada sang ayah yang langsung di kabulkan nya.
Saat ini tuan Luke telah berada di depan kantor polisi menunggu sang putri keluar bersama pengacara keluarga nya. Tak lama terlihat lah Lidya bersama bella dan pengacara nya berjalan ke arah diri nya.
Langsung saja tuan Luke pun merentangkan tangan nya yang di sambut oleh Lidya masuk ke dalam pelukan sang ayah sedangkan bella hanya bisa memperhatikan itu dari jarak yang cukup dekat.
"Kapan aku bisa merasakan pelukan hangat seorang ayah, bagaimana kalau seandai nya aku yang berada pada posisi itu alangkah bahagia nya aku" Bella hanya bisa membatin dalam hati sembari membayangkan nya.
Pernah ia sempat terpikirkan untuk merebut posisi Lidya dengan cara masuk dalam keluarga mereka sekali pun ia akan di jadikan selingkuhan atau gundik oleh ayah sahabat nya tersebut namun pikiran itu segera ia tepiskan. Tak mau ia menjadi teman penghianat bagi sahabat nya itu yang sudah mau berbaik hati pada nya.
"Bella, ayo nak ikut kami saja ke rumah. Baru besok Lidya dan om akan antarkan kamu pulang, lagian ini sudah cukup larut malam" tuan Luke pun mengajak sahabat dari putri kesayangan nya agar mau menginap di rumah nya.
Karena untuk Bella maupun Lexa sudah terbiasa menginap di rumah Lidya namun tentu saja ketika mereka tahu tentang Vidya pun hanya sebagai pembantu di rumah keluarga Luke tak lebih dari itu yang mereka tahu.
Dan mungkin sekarang hubungan persahabatan antara Lexa, Bella maupun Lidya akan renggang karena Lexa yang tak setia kawan saat kejadian di mall itu, hingga mereka pun sekarang lebih memilih berdua saja.
__ADS_1
"Baik om" hanya itu yang Bella ucapkan. Lidya dan Bella pun langsung saja masuk ke dalam mobil yang berada di hadapan nya sekarang.
Sedangkan tuan Luke pun masih berdiri di luar kantor polisi dengan sang pengacara nya. Namun tak lama kemudian setelah mengobrol tuan Luke pun segera menyusul masuk selain karena hari makin larut juga karena hujan yang makin deras mengguyur bumi di malam ini.
Tuan Luke pun duduk di bagian depan samping pak Darto karena di belakang terdapat Lidya dan Bella.
"Yah, mana ibu kok gak ikut jemput aku juga?" tiba-tiba Lidya melemparkan pertanyaan pada tuan Luke.
Tentu saja sebelum menjawab tuan Luke pun melihat ke arah belakang dengan sedikit memutar tubuh nya juga kepala nya.
"Ibu sedang ada urusan penting sayang, tak masalah kan kalau hanya ayah yang jemput" tuan Luke tak ingin menjelaskan kemana sang istri pergi karena mungkin putri nya akan kecewa, Niyah lebih memilih menjenguk anak teman sosialita nya dari pada menjemput anak kesayangan mereka yang baru saja bebas.
Lidya hanya mengangguk sebagai respon nya setelah itu masing-masing dari orang yang berada di dalam mobil tersebut pun diam dengan pikiran nya sendiri.
Perjalanan yang biasa nya di tempuh dengan waktu 30 menit kini harus menempuh kurang lebih satu jam karena jalanan yang hujan dan licin hingga pak Darto pun membawa mobil sangat hati-hati agar keselamatan majikan serta nona muda nya terjamin.
"Sayang bangun yuk, sudah sampai nih" tuan Luke pun menggoyangkan bahu putri kesayangan nya karena entah kapan Lidya sudah lelap dalam tidur nya mungkin efek kelelahan di tambah hujan juga yang mendukung.
"Eunghh, iya yah sudah sampai kah?" ucap Lidya dengan suara parau khas bangun tidur sambil mengucek kedua mata nya.
__ADS_1
"Bangunkan temanmu itu ya" lagi tuan Luke berucap, setelah itu ia pun berlalu masuk tak menunggu sang anak yang masih berada di antara kesadaran nya.
Lidya pun menguap karena kantuk masih mendera nya sambil membangunkan Bella yang masih tertidur di samping nya itu.
"Bell sudah sampai nih, turun yuk kalau loe gak bangun juga gue tinggal ya" Lidya membangunkan Bella namun juga mengancam nya karena entah kenapa Bella itu tipe orang yang sudah untuk di bangunkan ketika sudah tertidur pulas seperti itu.
"Iya ih gue udah bangun ini" Bella pun tak kalah lebar nya menguap dari Lidya tadi namun segera ia tutup menggunakan telapak tangan nya.
Sedangkan pak Darto masih setia menunggu nona muda nya untuk turun karena ia pun ingin memasukkan mobil nya ke dalam garasi.
Setelah Bella sudah sadar pun ia melihat sekitar nya yang ternyata memang benar mereka berdua telah sampai di depan pintu rumah Lidya.
"Yaudah yuk turun" ajak Lidya keluar karena pintu mobil kebetulan sudah di buka saat tuan Luke membangunkan nya tadi.
Mereka berdua pun turun sempoyongan karena kantuk yang masih mendera masing-masing mata nya. Beruntung nya pintu telah di buka oleh bi Yati yang masih terjaga karena tuan Luke sebelum nya sudah berpesan.
"Bi bawain mineral water ke kamar ya sekalian sama cemilan atau makanan apa gitu" perintah Lidya pada pembantu nya yang berdiri di dekat pintu.
"Dua bi sekalian juga buat Bella, tapi panggilin bi Yuna ya buat siapin air di kamar mandi"
__ADS_1
"Pengen mandi nih gerah banget" lanjut Lidya, setelah nona muda tak terlihat bi Yati pun langsung menuju ke arah kamar bi Yuna yang sudah terlelap karena hari sudah menunjukkan pukul 22.30 saat ini.
Sudah menyampaikan pesan dari nona muda, sekarang bi Yati pun menuju dapur untuk menyiapkan apa yang di minta nya tadi. Bi Yati pun memanaskan masakan nya kembali tak lupa ia mengisi teko untuk air putih untuk ia antarkan sekalian ke kamar nona muda Lidya itu.