
Airin yang melihat sahabat nya begitu pun menjadi kesal sendiri.
"Dy ayolah ceritakan padaku" ucap nya merengek. Namun sangat di sayangkan saat Vidya ingin memulai bercerita pesanan bakso mereka datang.
"Silahkan neng" ucap Ibu kantin meletakkan bakso tersebut di atas meja.
"Makasih bu" sahut Vidya ramah. Setelah ibu kantin pergi, Airin pun masih menatap Vidya menunggu cerita nya.
"Tunda dulu ya, nanti bakso nya keburu dingin gak enak kan" ucap Vidya melihat pada semangkuk bakso di depan nya.
"Awas jangan banyak alasan lagi setelah ini pokonya kamu harus ceritakan selengkap-lengkap nya padaku"
"Iya bawel, ayo cepat makan".
__ADS_1
Sementara di meja lain nya Lidya cs terus memperhatikan meja mereka dengan tatapan tajam.
" Seperti nya kita harus cepat bertindak tau Li, mereka makin berani mendekati guru baru itu, kalian tadi dengar sendiri kan kata adik kelas yang sedang membicarakan mereka barusan. Masa loe kalah sama babu itu sih" ucap bela yang seperti biasa nya menjadi provokator agar Lidya membasmi Vidya dan Airin.
Sedangkan Lidya sendiri sudah mulai terpancing omongan bela. "Betul juga kata loe Bel, lebih baik saat pulang sekolah kita jegal mereka di gerbang depan itu tapi tentu saat sekolah sudah mulai sepi" Lidya pun mulai memikirkan ide untuk membuat jera Vidya dan Airin tentu nya, agar mereka berdua tak berani mendekati guru baru yang ia sukai itu.
Tak lama kemudian saat Vidya dan Airin telah selesai makan pun, bell tanda masuk telah berbunyi hingga membuat mau tak mau mereka langsung beranjak.
"Ayo, kita langsung ke kelas saja ya" ajak Airin pada Vidya.
"Yaudah ayo, kebiasaan kalau habis makan pedas begitu deh yang kata nya suka pedas gimana sih" omel Airin pada sahabat nya itu.
"Kan tadi yang pesan makanan itu kamu" Vidya pun menujuk pada Airin.
__ADS_1
"Owh iya aku lupa Dy, maaf ya" Airin pun tiba-tiba merasa bersalah karena lupa.
"Sudahlah tak apa, ayo aku udah kebelet banget ini mana mules pula" ucap Vidya sembari berjalan menuju ke kamar mandi.
"Dy jorok banget sih, filter dulu napa" ucap Airin yang berjalan di belakang Vidya juga.
Buru-buru ingin masuk ke kamar mandi tapi tanpa sengaja dari arah berlawanan pun pak Rhayi sedang ingin menuju kamar mandi juga akhir nya tabrakan tak bisa terelakkan namun sayang Vidya mental jatuh ke bawah sedang pak Rhayi masih berdiri tegap di depan nya (tak seindah bayangan di novel yang akan ada adegan jatuh kepelukan ðŸ¤).
Sedangkan Airin yang melihat teman nya jatuh pun segera saja datang menghampiri dan membantu nya berdiri.
"Bapak ini gak punya mata ya, temen saya jatuh bukan nya di tolong malah di lihatin saja begitu" ucap Airin dengan berani pada pak Rhayi.
"Kamu tidak apa-apakan?" tanya pak Rhayi tanpa menggubris Airin.
__ADS_1
"Bapak bisa lihat sendiri kan" ucap Vidya kemudian langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Rhayi pun mengikuti Vidya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi pada saat sampai pintu, "Bapak ngapain mau masuk ke kamar mandi perempuan?" tanya Airin langsung menyela dan menghadang pak Rhayi agar tak jadi masuk.