FOUND YOU

FOUND YOU
Rival


__ADS_3

"Kira-kira itu murid terima makanan dari gue gak ya?" Rhayi pun berucap sendiri di lorong yang akan menuju ke arah kelas Vidya karena sekarang jadwal ia mengajar di kelas Vidya namun seperti nya Rhayi tak sadar itu.


Setelah itu Vidya dan Airin pun masuk ke dalam kelas dengan posisi Airin yang masih memapah tubuh Vidya, sampai di dalam kelas teman-teman yang berada di situ pun hampir semua murid perempuan melihat ke arah Vidya karena gosip yang beredar sangat cepat menyebar tanpa di komando.


Salah satu murid yang tak suka pada Vidya pun berucap "Emang apa bagus nya sih murid kampungan kayak gitu, mana bisa di gendong 2 kali lagi. Masih cantikan juga gue di lihat dari segi mana pun juga" Erin pun berbicara keras dengan nada sinis dan tentu saja iri nya itu.


Iya murid yang barusan berucap itu nama nya Erina ayu, ia termasuk salah satu murid yang tak suka pada Vidya dan menganggap Vidya itu adalah rival nya di kelas, Erina juga termasuk anak yang cerdas dan berasal dari keluarga yang kaya, hanya saja ia tak suka pada Vidya sebab laki-laki yang menjadi gebetan nya menyukai Vidya sehingga Erina pun menjadi benci pada nya belum lagi termasuk sang pacar yang diam-diam juga memperhatikan Vidya.


Sedangkan sahabat Erina sendiri bernama Puspa yang diam-diam juga menyukai pacar dari Erina.


"Mungkin si Vidya itu pakai pelet kali untuk menarik seluruh perhatian laki-laki di sekolah kita ini agar menjadi banyak yang suka" dengan mulut nya yang ceplas-ceplos itu Puspa seenak nya saja berbicara begitu sedangkan Airin yang mendengar omongan Erina dan Puspa ingin rasa nya menghampiri ke arah meja nya namun di cegah oleh tangan Vidya.


"Dy.. " protes Airin dengan melihat ke arah Vidya namun Vidya menggelengkan kepala nya pertanda kalau ia tak mau ada keributan di kelas apalagi sampai Airin di panggil ke ruang BK nanti nya.


Akhir nya Airin pun mengalah ia lebih memilih mendudukkan tubuh nya di kursi sebelah Vidya, tak lama kemudian pun Rhayi datang ke kelas dengan mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum anak-anak" ucap nya ketika membuka pintu yang mana langsung saja membuat semua murid di dalam kelas menjadi diam dan tertib.

__ADS_1


"Waalaikumsalam pak" jawab semua nya secara serempak sedangkan untuk semua murid laki-laki yang ada di dalam kelas sangat tak menyukai kehadiran guru baru tersebut karena menurut nya telah mencuri semua perhatian murid perempuan di dalam kelas yang hanya tertuju pada nya saja.


Sehingga walaupun Rhayi mengajar di kelas mereka baru 2 hari tapi rasa nya bagi murid laki-laki itu membosankan dan menyebalkan ingin rasa nya protes namun mereka pun tidak bisa karena guru yang sebelum nya telah pensiun hingga mau tak mau pun harus menerima nya.


Setelah itu Rhayi pun langsung saja duduk di tempat nya dan mengatakan untuk para murid nya untuk mengerjakan tugas.


Selama satu jam itu banyak murid perempuan yang justru tak fokus untuk mengerjakan tugas, yang ada mereka justru curi-curi pandang memperhatikan guru baru tersebut hingga jam pelajaran pun tak terasa sudah habis.


"Ok sekarang kalian kumpulkan tugas itu ke depan dan kamu tolong bawa ke meja saya di kantor. Sekian dan terima kasih sampai ketemu minggu depan di pelajaran saya lagi" Rhayi menunjuk Vidya, entah kenapa seperti nya ia mulai tertarik pada murid nya itu. Padahal untuk mengajar di sekolah ini saja ia baru 2 hari, murid nya yang satu itu seperti memiliki magnet tersendiri untuk memikat diri nya.


"Pak lebih saya saja yang mengantarkan nya, kan tahu sendiri Vidya baru saja siuman dari pingsan nya itu" Erin berucap seolah ia murid yang baik padahal ia sedang mencari kesempatan untuk mendekati guru baru tersebut karena kalau di pikir-pikir dari pada gebetan nya itu lebih cakep guru baru nya itu, maka nya sekarang ia pindah haluan lagian sudah jelas guru baru itu mapan dan masih muda walaupun seperti nya usia nya juga sudah matang tapi tak apalah.


"Tidak usah karena saya juga ada yang perlu di bicarakan dengan teman sekelas kalian yang itu" lagi-lagi Rhayi menunjuk ke arah Vidya duduk yang mana membuat Vidya gugup takut ia melakukan kesalahan.


Dengan memberanikan diri Vidya pun bertanya dan menatap Rhayi secara langsung, "Saya kah pak" Yang langsung menunjuk diri nya sendiri.

__ADS_1


"Iya kamu memang siapa lagi" Rhayi mendelikkan mata nya yang mendadak kesal karena Vidya yang terlalu lama berpikir.


"Sudahlah saya tunggu kamu di kantor, jangan lama" lanjut Rhayi memberi titah pada murid nya itu, kemudian ia pun melanjutkan langkah nya menuju keluar ruangan kelas.


Setelah Rhayi tak terlihat lagi, Vidya pun beranjak berdiri untuk mengumpulkan semua tugas murid yang sudah berada di depan hingga ia tinggal membawa nya menuju ke kantor.


Tentu saja Airin yang masih khawatir dengan kondisi Vidya turut serta membantu dan membawakan buku tersebut, mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ke arah kantor guru.


Tak lama berselang Airin dan Vidya sampai, lalu Airin yang langsung mengetuk pintu ruangan tersebut setelah dari dalam di perbolehkan ada kata masuk, mereka berdua pun langsung membuka nya dan masuk ke dalam tak lupa menutup pintu nya kembali namun saat sampai di hadapan guru tersebut seolah ia merasa terganggu dengan keberadaan Airin. Airin yang peka pun pamit untuk keluar dan memilih menunggu Vidya di depan ruangan kantor tersebut.


"Kira-kira mereka mau ngomongin apa ya?, sejak kapan juga mereka dekat padahal pak Rhayi kan baru dua hari ngajar di sekolah ini, apa ia tertarik sama sahabat gue ya?" Airin pun hanya bisa mengucapkan itu seorang diri tanpa tau harus meminta jawaban ke siapa dari pertanyaan itu.


Sementara di dalam kantor Rhayi pun langsung saja menyuruh Vidya untuk duduk karena sedari tadi berdiri terus dengan kepala yang tertunduk ke bawah.


"Duduk lah tenang saja saya tidak akan macam-macam kok" ucap Rhayi sembari ujung mata nya melirik pada Vidya yang perlahan menarik kursi yang ada di hadapan nya itu kemudian langsung duduk.

__ADS_1


__ADS_2