FOUND YOU

FOUND YOU
Krucill


__ADS_3

Rhayi pun langsung mengirim pesan kepada mas nya, ia memberitahukan kalau si kembar ada bersama nya dan mereka akan pergi ke mall.


"Mas, Rheana sama Rhyana ada bersamaku dan kita akan pergi ke mall G atas kemauan mereka" tulis pesan Rhayi untuk mas nya di sebuah aplikasi chat di hp nya.


Setelah itu, Rhayi langsung ke mobil nya. Masuk dan duduk di kemudi.


"Kalian siap" tanya Rhayi sembari melihat ke belakang yang berada si kembar.


"Siap om, ayo" ucap kompak mereka berdua secara bersamaan. Setelah itu Rhayi gegas mengendarai mobil nya ke jalan raya untuk menuju ke tempat sesuai kemauan kembar.


"Om, nanti aku mau beli boneka yang besar lagi ya" ucap si sulung Rheana.


"Kalau Rhy mau mainan masak-masakan yang besar ya om" celetuk Rhyana ikutan.


Belum juga sampai di tempat Rhayi pun sudah di palak oleh ke dua ponakan nya.


"Iya terserah kalian deh" ucap Rhayi yang sangat pasrah sekali kalau di lihat dari muka nya.


"Holle, asyik" teriak mereka berdua heboh di kursi belakang.


"Krucil, kalian itu bisa diem dulu gak dan jangan loncat-loncatan gitu" ucap Rhayi yang mulai pusing.


"Duduk anteng ok, kalau kalian masih berisik juga kita batal aja" lanjut Rhayi.


"Jangan dong om, kita diem kok" ucap Rheana.


"Iya betul om kata kak Rhe" timpal Rhyana si cadel.


Mereka berdua langsung saja seketika diam agar bisa ke mall karena ketika mereka meminta kepada sang mamah pasti saja bilang nya nanti.


"Nah gitu, kuy kita lanjut lagi" ucap Rhayi ketika menengok ke belakang yang ada si kembar.


Setelah beberapa lama kemudian mereka bertiga pun sampai juga di mall tersebut karena kebetulan jalanan nya tak macet.


"Yeah sampai" ucap si cempreng Rhyana.

__ADS_1


"Ayo kak Rhe kita turun" lanjut nya.


"Yuk Rhy" Rheana dan Rhyana pun sudah ingin membuka pintu mobil namun Rhayi langsung saja mencegah nya.


"Tunggu dulu, masa om mau di tinggal lagi" ucap Rhayi.


"Owh iya lupa kita om" ucap Rhyana sembari tertawa.


"Yaudah yuk" Setelah Rhayi keluar, ia pun langsung menggandeng tangan 2 krucil nya. Namun karena mereka tak sabaran, akhirnya terlepas lah gandengan nya dan 2 ponakan krucil nya pun langsung lari menuju ke arah sebuah toko mainan yang di lihat nya di dalam mall.


"Hei, kalian tunggu om" panggil Rhayi sembari mengejar para krucil tersebut.


"Jangan lari begitu nanti jatuh" ucap Rhayi lagi. Namun yang nama nya anak-anak tak akan mendengar nya karena fokus mereka berdua hanya sebuah toko mainan yang di depan nya.


Dari arah yang berlawanan pun beberapa orang perempuan yang seperti nya masih sekolah terlihat dari rok yang di gunakan nya. Karena mereka terlalu asyik mengobrol akhir nya mereka pun menabrak anak kecil yang ada di depan nya, dan ke dua anak tersebut pun jatuh terduduk.


"Aduh, sakit sekali" ucap Rheana.


"Tante kalau jalan liat-liat dong" lanjut Rheana yang selalu di ajarkan oleh orang tua untuk berani.


"Jangan pernah takut kalau tak salah" itu yang selalu di sampaikan sang mamah.


"Hello kalian aja jalan ke tengah, lagian anak siapa sih main di mall kok tanpa pengawasan" ucap Lidya yang langsung saja dengan nada jutek nya.


"Kalian berdua minta maaf sekarang juga sama kita" ucap Bella yang ikutan.


"Harus nya tante dong yang minta maaf ke kita berdua" ucap Rheana lagi.


"Iya ante, kan kita berdua yang di tabrak tadi" lanjut Rhyana.


Sedangkan Lexa hanya diam saja karena ia tau di sini yang salah teman-teman nya.


"Heh kalian ini anak siapa sih, di suruh minta maaf kok malah ngelawan" ucap Lidya yang seperti nya mulai kesal, karena memang tempramen Lidya yang seperti itu.


"Anak mamah dan papah tan" ucap Rhyana polos. Sedangkan sang kakak yang melihat jawaban sang adik pun hanya bisa menepuk jidat nya sendiri.

__ADS_1


"Iyalah semua orang juga tau kali" ucap Lidya. Setelah itu si kembar pun beranjak bangun.


"Sini kalian di suruh minta maaf aja lama banget" ucap Lidya menarik dengan kasar pergelangan tangan si kembar.


"Aduh tan, sakit tau" keluh Rheana, sedangkan Rhyana hanya bisa meronta.


"Om tolongin kita berdua" ucap Rheana teriak karena sang om masih sangat jauh dari keberadaan mereka.


Rhayi yang mendengar teriakan si kembar pun seketika mempercepat jalan nya sembari celingukan mencari.


"Kemana tuh 2 bocah krucil, bikin repot aja" ucap Rhayi sembari mencari keberadaan mereka berdua.


"Tante lepasin kita, sakit tau" ucap Rheana lagi. Karena Lidya sekarang ini justru malah menjewer telinga si kembar.


"Makanya kalau di suruh minta maaf itu yang nurut" ucap Lidya dengan nada sewot.


"Tapi kan kita itu gak salah" ucap Rheana yang masih kekeh walaupun tangan dan telinga nya sakit.


"Udah lah Li, kasian mereka berdua lagian kita juga yang salah kok" ucap Lexa.


"Nah, tante itu pun tau kok" ucap Rheana lagi.


"Gak, pokok nya sebelum mereka minta maaf ke gue, gak akan gue lepasin gitu aja" ucap Lidya yang semakin menarik telinga Rheana, sedangkan Rhyana pun di jewer juga telinga nya hanya saja Bella yang pegang kendali.


"Om Ayi, tolongin kita om" ucap Rhyana semakin berteriak dan kebetulan ke adaan mall pun sangat sepi hanya ada beberapa orang saja dan mereka pun tak peduli dengan keributan itu karena mereka pikir itu adalah adik atau ponakan Lidya yang bandel.


Tak lama kemudian Rhayi yang melihat si kembar sedang bersama orang lain pun langsung semakin mempercepat laju jalan nya, bahkan ia berlari.


"Om Ayi tolong kita" teriak Rhyana yang melihat sang om dari kejauhan.


"Hei, kalian apakan 2 keponakan saya? " ucap Rhayi saat sudah berada di hadapan mereka.


"Lepaskan mereka berdua, tega nya kalian menjewer telinga ponakan saya" lanjut Rhayi murka.


"Owh jadi ini om nya" ucap Lidya yang berani menantang. Karena ia masih tak tau wajah sang guru baru hanya tau dari gosip sekolah saja.

__ADS_1


"Gini ya pak, mereka berdua itu sudah menabrak kita dan mereka berdua tidak mau meminta maaf justru menyalahkan kita" ucap Lidya membalikkan keadaan yang terjadi sebenarnya.


"Tante itu boong om, mereka yang nabrak kita" ucap si kembar setelah Lidya dan Bella melepaskan nya. Mereka berdua pun langsung saja bersembunyi di belakang tubuh sang om sembari memegang tangan om nya.


__ADS_2