
Langsung saja ia baringkan tubuh Vidya ke bed yang ada di uks itu, kemudian tak lama suster jaga pun datang dan segera memeriksa kondisi Vidya, masih dengan suster yang sama kala pertama Vidya masuk uks.
"Maaf pak, ini kenapa bisa pingsan lagi ya?" tanya suster tersebut yang seperti nya masih ingat dengan Rhayi dengan kejadian yang sama pula.
"Gak tau tuh" sahut Rhayi cuek menjawab pertanyaan suster itu.
Suster pun memilih untuk melanjutkan memeriksa Vidya sesekali ia ambil minyak kayu putih kemudian di dekatkan pada hidung Vidya.
Sementara Rhayi hanya melihat saja dan ia lebih memilih duduk pada kursi yang ada di dalam ruang uks itu, entah kenapa rasa nya ia tak mau meninggalkan murid nya itu yang ia ketahui nama nya dari baju seragam yang Vidya kenakan.
"Aneh kenapa murid gue pingsan mulu ya tiap ketemu dan lihat muka gue. Emang gue setan kali yak dan semenakutkan apa gitu?" tanya Rhayi dalam hati nya sembari melihat ke arah Vidya yang masih terbaring di ranjang uks.
Tak berapa lama akhir nya setelah suster terus menerus memberi nya aroma minyak kayu putih Vidya sadar juga dari pingsan nya, ia pun melihat ke arah sekitar ruangan yang menurut nya aneh karena cat nya yang berwarna putih dan biru itu dan saat melihat ke samping justru yang Vidya lihat hanya kotak obat p3k saja yang masih berada di nakas dan masih dalam posisi yang terbuka dan setelah merasa tak menemukan jawaban nya juga Vidya pun memilih untuk melontarkan pertanyaan yang entah di tujukan pada siapa itu.
__ADS_1
"Aku ada dimana ini, bukan nya tadi aku di gerbang sekolah?" Vidya berbicara sendiri,Vidya tak menyadari akan ada nya Rhayi di kamar tersebut hingga Vidya masih terus bergumam seorang diri namun Rhayi yang mendengar pun segera menjawab nya.
"Di ruang uks, sudah sadar rupa nya" ucap Rhayi seraya bangkit beranjak dan mendekati Vidya namun saat 3 langkah lagi Rhayi pun mengurungkan nya karena mengingat jika ia harus mengajar di jam pelajaran ke dua ini, Rhayi pun memilih berbalik arah meninggalkan Vidya seorang diri di ruang uks karena suster tadi sudah pergi saat Vidya belum sadar.
"Kok aku bisa di sini, emang aku kenapa ya? " Vidya bertanya sendiri sambil berpikir kejadian yang menimpa nya ini dan itu masih menjadi tanda tanya di kepala nya yang kecil itu karena ia mencoba mengingat kejadian sebelum tak sadarkan diri itu.
"Loh pak anda mau kemana?" Vidya bertanya saat melihat Rhayi yang pergi dari hadapan nya itu namun orang yang di tanya justru hanya melenggang begitu saja. Vidya yang melihat hal itu menjadi heran sendiri hingga menjadi bengong karena aneh saja melihat sikap Rhayi yang seperti itu. Namun dengan tidak tahu malu nya tiba-tiba perut nya berbunyi dengan nyaring nya yang mana membuat Rhayi yang telah mencapai pintu untuk keluar dari uks menghentikan langkah nya namun tak berniat untuk menengok ke belakang.
"Kruukkk kruukkk, aduh ini perut gak bisa di kondisikan banget pakai acara bunyi segala bikin malu saja" ucap Vidya dengan muka nya yang sudah memerah dan memegangi perut nya. Vidya memegangi pipi nya yang tiba-tiba terasa memanas begitu saja.
Rhayi pun melanjutkan kembali langkah nya namun bukan nya menuju ke arah kantor guru berada justru ia memilih untuk singgah di kantin hanya sekedar membeli makanan untuk murid nya itu, namun ia lebih memilih menyuruh pelayan kantin nya untuk yang mengantarkan dimana Vidya berada setelah ia membayar makanan nya tentu saja.
Rhayi tak mengerti kenapa ia sepeduli itu pada orang yang jelas-jelas tak ia kenal dan tentu bukan keluarga nya, namun ketika ia melihat Vidya seperti ada daya tarik tersendiri yang menghipnotis nya dan itu begitu kuat.
__ADS_1
Rhayi pun melanjutkan kembali langkah nya menuju ke arah kantor guru untuk sekedar mengambil buku materi yang akan ia gunakan sebagai bahan untuk mengajar murid nya di kelas nanti.
Setelah sampai kantor ia langsung masuk, kemudian menuju meja nya. Kenapa ia tak bertanya karena sudah jelas ada nama nya di atas meja tersebut.
Setelah itu Rhayi pun sejenak duduk di kursi nya dengan melihat ke hp nya yang kebetulan ada email masuk untuk bahan rapat nanti siang di kantor nya itu.
Setelah selesai membalas email tersebut Rhayi segera bangun kembali untuk menuju ke arah kelas yang akan ia masuki.
Sementara di kelas Lidya pun tentu saja rame dengan gosip yang terbaru hari ini dengan tema membicarakan adik kelas di gendong guru ganteng mungkin begitu lah kira-kira nya atau juga adik kelas caper ingin menggaet guru muda nan tampan entah mereka berpikir seperti apa.
Dan tentu saja yang paling kalap adalah Lidya dan Bella namun mereka berdua tak bisa berbuat apa-apa karena di kelas mereka saat ini masih ada yang sedang mengajar hingga mereka berdua pun hanya bisa berbisik-bisik membicarakan untuk kabur saat jam pelajaran selanjut nya nanti yang tentu saja itu ide Bella juga di setujui oleh Lidya sedangkan untuk Lexa sendiri mereka berdua kompak untuk mendiamkan nya karena mereka berpikir itu sebagai hukuman yang tepat untuk nya agar bisa lebih membela sahabat nya itu.
Di kelas Vidya sendiri, sedari tadi Airin pun tak henti menengok ke arah pintu karena sahabat nya itu belum juga muncul dan telah melewatkan jam pelajaran pertama, tak mungkin juga kalau Vidya tak berangkat ke sekolah sedangkan saat ia sakit pun Vidya selalu memaksa ke sekolah selagi hanya sakit demam.
__ADS_1
Ingin rasa nya Airin ijin pulang untuk memastikan Vidya ke rumah nya, ia takut Vidya terjatuh sakit lagi karena saat Vidya pulang dari rumah sakit belum bisa di katakan sembuh total namun Vidya yang keras kepala memilih untuk pulang ke rumah dengan banyak nya alasan yang ia miliki itu.
Lagi-lagi Airin pun hanya bisa menunggu sampai jam istirahat tiba, mungkin ia akan coba menghubungi hp sahabat nya itu karena di saat jam pelajaran mulai hp wajib di non aktif ketika sedang berada di kelas seperti itu ketentuan sekolah mereka.