FOUND YOU

FOUND YOU
Es campur


__ADS_3

Setelah selesai memesan Vidya menghampiri Airin "Mau minum apa Dy?" tanya Airin yang kini bergantian akan beranjak.


"Bebas deh, asal dingin ya Ai" ujar Vidya.


Airin pun mengangguk. "Tapi apa tidak makin dingin?" tanya Airin kemudian setelah ia berpikir.


"Kan soto nya panas Ai, kurang mantul dong kalau minum nya panas juga" jelas Vidya.


"Es jeruk mau?" tawar Airin "Atau mau es teh manis?" lagi Airin memberi pilihan.


"Es campur Ai, tuh di situ" Vidya tiba-tiba menunjuk penjual es campur yang lapak nya berada tak jauh dari tempat mereka berdua duduk.


"Yeee, di kasih pilihan apa malah yang di pilih apa" ujar Airin "Tapi boleh juga sih, ok lah sebentar aku ke sana dulu ya"


"Siip, aku tunggu"


Airin langsung melangkah menuju penjual es " Pak dua ya" saat sudah sampai di lapak es campur, "Satu tidak pakai buah naga" lanjut Airin.


"Saya duduk di sana" beritahu nya agar si penjual tak bingung mengantarkan nya.


"Baik mba, di tunggu ya" ucap si bapak penjual.


Airin pun kembali lagi ke meja, "Loh Dy belum datang juga kah pesanan kita?" Airin kira pesanan nya telah di antarkan tapi nyata nya masih belum terhidang.

__ADS_1


"Mungkin sebentar lagi Ai, tunggu saja lah nama nya juga lagi ramai" ucap Vidya yang memberi pengertian.


Akhir nya tak lama kemudian pesanan es campur dan soto lamongan mereka berdua datang secara bersamaan.


"Makasih pak, bu" ucap Vidya dan Airin bersamaan pada ke dua penjual itu.


"Sama-sama mba, selamat menikmati" ujar si penjual.


Setelah ke dua penjual itu pergi mereka berdua pun langsung mencicipi soto lamongan itu. "Gimana Ai?" ucap Vidya melihat reaksi Airin, "Enak banget ini sih nama nya. Mana rasa jeruk nya itu seger banget lagi" ucap Airin mendeskripsikan rasa makanan yang di makan nya.


"Pantas antri nya panjang gitu, walaupun aku sempat kesel sama itu guru aneh sih" ucap Vidya yang masih mengingat pertemuan dengan Rhayi tadi.


"Sudah lah kuy mending kita lanjut makan, beres ini langsung ke lapak toko buku di sana" ujar Airin berusaha meredakan kekesalan Vidya.


Setelah itu mereka pun fokus pada makanan nya masing-masing.


Rhayi yang masih kesal pun terpaksa mencari pedagang soto lamongan lain namun sial nya di tempat lain sudah habis semua.


"Emang murid gak ada akhlak ngajak ribut kok sama guru" gerutu Rhayi yang pada akhir nya ia memilih untuk makan mie ayam seorang diri.


Setelah selesai makan Rhayi pun tertarik dengan toko buku yang di depan nya.


Ia langsung membayar makanan nya kemudian menuju ke arah toko buku.

__ADS_1


Sedangkan Vidya dan Airin baru saja sampai di toko buku, Vidya dengan semangat nya langsung menarik Airin untuk masuk ke lapak nya, mulai memilih-milih buku mana yang akan ia beli.


Saat sudah menemukan nya ia segera mengambil nya namun lagi-lagi buku itu sudah di pegang oleh orang hingga terjadi lah tarik menarik sementara Airin entah kemana keberadaan.


"Loh kamu lagi" ujar Rhayi yang memegang buku yang sama dengan Vidya.


"Ish jangan-jangan bapak mengikuti saya ya, lepaskan ini buku saya duluan yang dapat pak" Vidya berusaha mengambil buku yang berada di tangan Rhayi.


"Bapak.. bapak, emang aku bapak kamu apa, boleh saja kamu panggil bapak kalau lagi di sekolah, ini kan luar jam sekolah gak usah pake pak-pak an segala lah" ujar Rhayi yang tak terima di panggil bapak oleh Vidya.


"Loh saya kan sopan pak" bela Vidya yang tak merasa bersalah.


"Sekali lagi kamu panggil bapak, saya hukum kamu kalau ada di lingkungan sekolah" ancam Rhayi yang mendadak kesal.


"Terserah bapak lah, siniin buku nya" pinta Vidya menadahkan tangan nya.


"Enak saja ini buku mau saya beli dan sudah ada di tangan saya, berarti saya yang berhak memiliki nya" Rhayi pun makin mempertahankan buku tersebut.


"Pak. Itu buku buat sekolah, pak Rhayi kan sudah jadi guru berarti sudah tak perlu itu buku karena sudah di luar kepala. Jadi lebih baik berikan saja pada saya" pinta Vidya sekali lagi.


"Tidak bisa, sudah sana kamu minggir" ujar Rhayi yang akan membayar itu buku.


Setelah itu Rhayi pun langsung menuju penjual untuk membayar, Vidya yang kaget akan sifat guru nya pun masih diam di tempat karena kekesalan nya, namun setelah sadar ia pun menyusul ke depan dimana penjual itu berada.

__ADS_1


Tapi keberadaan Rhayi sudah tidak ada di tempat tidak tahu kemana, "Loh pak Rhayi mana?" bingung Vidya sembari celingukan.


__ADS_2