
"Emmmmm
Klek
austin memasuki kamar inap sarah,dia datang bersama ellie.
Beruntunglah alle kali ini austin datang tepat disaat dia bingung menjawab pertanyaan sarah.
"Cepet banget jemputnya?"
Sarah bertanya kepada austin
"Ya ampun ma,kak austin kayak orang kesurupan nyetir mobilnya, tau gitu aku naik taksi aja tadi"
Ellie terlihat kessal ,memang selama di dalam mobil jantungnya terasa hampir copot gara gara cara mengemudi austin yang sudah seperti pembalap.
"Bawel"
Balas austin
"Ma,dia siapa?
Ellie melihat alle
"Dia alle pacar kakak kamu"
Alle hanya tersenyum ramah
"Wah,kak austin udah normal sekarang"
Austin kessal dengan sikap adiknya itu,dia selalu menggodanya.
"kak alle kenapa mau sama kak austin?"
"Emm Austin itu orangnya baik,dan juga perhatian"
Tentunya jawaban itu bohong
Ellie merasa tidak percaya terhadap jawaban alle,dia menyipitkan mata ke arah austin.
"Bohong,kak austin mana pernah baik dan perhatian ke orang"
Austin mendengus mengejek
"Kok kamu sewot ell?,mangkanya jangan jomblo dong,punya pacar sana,biar ada yang merhatiin"
Ellie menatap tajam austin
"Sudah sudah,kalian itu udah pada besar masih aja ribut,dan ellie jangan begitu ke kakak kamu ,sudah bagus dia bawa calon isterinya ke sini"
Austin dan alle yang kaget mendengar ucapan sarah saling bertatapan sebentar kemudian melihat ke arah sarah.
"Kenapa ?,kalian kok sepertinya kaget gitu?,austin.. mama seneng kamu bawa alle kesini,dan mama lebih seneng lagi kalau kamu segera menikah,jangan berpacaran terlalu lama,mama sudah tua,sering sakit sakit tan,sebelum mama meninggal mama ingin lihat kamu menikah dan punya anak"
__ADS_1
Kenapa malah begini ? Batin austin kenapa mamanya memintanya untuk menikah, tapi setelah difikir fikir kemaren mamanya memang meminta austin membawa calon istri bukan sekedar pacar.
Melihat sarah yang seperti itu Alle seperti tidak bisa melanjutkan sandiwaranya dengan austin,dia tidak tega membohongi sarah,dia teringat ibunya di kampung,dilain sisi jika dia berhenti disini austin akan meminta uangnya kembali kepadanya.
Austin anak durhaka
"Mama jangan ngomong kayak gitu dong"
Ellie memeluk mamanya dari sisi ranjang
" mangkanya Kak austin nikahin kak alle dong,kasian mama yang selalu pengen kak austin nikah"
Austin pun tidak tega dengan mamanya tapi memang dia tidak ada niatan buat menikah,entahlah dia tidak pernah menaruh hati kepada wanita yang ia temui.
Austin melihat alle,sepertinya wanita itu terlihat merasa bersalah,austin mengakui dirinya salah menyuruh wanita itu menjadi pacar pura pura nya,tapi tidak !!alle yang datang kepadanya atau bukan!!reno yang membawanya,tapi itu semua atas suruhan dirinya,alle membutuhkan uang kepada reno dan reno yang disuruh austin mencari pacar pura pura buat dirinya,reno pun mengajukan syarat itu kepada alle,dan mempertemukannya kepada austin,iya ini salahnya,austin tidak mau mamanya sakit karena dirinya,dia sayang kepada sarah,meskipun tidak selalu ditampakkanyya setiap hari.
"Iya ma,austin akan menikah,tapi tidak untuk waktu dekat ini"
Entahlah sampai kapan austin akan berbohong kepada mamanya
Setelah mengurus biaya rumah sakit austin beserta mama dan adiknya dan juga alle bersiap siap untuk kembali ke rumah,memang hari ini sarah sudah boleh keluar rumah sakit,penyakit darah tinggi yang dideritanya membuat sarah seringkali harus di rawat dirumah sakit,sebenarnya kata dokter sarah juga banyak pikiran,austin tau bahwa mamanya itu selalu memikirkan dirinya yang tak kunjung menikah.
"Pelan pelan ma"
Austin membantu mamanya duduk didalam mobil
Mobil austin melaju menyusuri jalanan jakarta yang selalu ramai kendaraan,setelah 30 menit perjalanan mobil austin berhenti didepan rumah yang besar yang alle duga adalah rumahnya ,gerbang rumah itu terlihat dibukakan oleh seorang satpam ,satpam itu mengangguk kepada austin.
"Alle ayo masuk,"
"Iya tan"
Ketika hendak masuk tangan alle dipegang oleh austin,alle melihat ke arah austin,lagi lagi dia selalu mengagetkan alle,dan entah kenapa alle selalu merasakan perasaan aneh.
"Ma aku mau nganterin alle dulu,mama istirahat saja dirumah"
"Kok keburu pulang sih"
Alle melihat austin yang tampak seperti buru buru ingin pergi ,ada apa dengan dia pikirnya
"Alle ada urusan katanya ma,ya kan sayang"
Austin mengeratkan genggamannya ,dan alle sedikit merasa kesakitan.
"Emm iya tan"
"Yaudah ati ati di jalan,jangan ngebut ngebut nyetirnya austin"
"Iya ma"
Alle menghampiri sarah untuk bersalaman,alle ingin pamitan ke ellie,tapi gadis itu entah berada di mana ,mungkin dikamarnya
Ketika perjalanan pulang austin tidak melewati jalan ke arah kontrakannya alle,alle bertanya tanya pria itu akan membawanya kemana
__ADS_1
"Ikut saya sebentar,ke apartemen saya"
Ucap austin
"Alle hanya mengangguk"
Alle bertanya tanya didalam hatinya mau ngapain austin membawa dia ke apartemennya
setelah sampai ,alle mengikuti austin menuju kamar apartemennya yang berada di lantai 7,apartemen austin termasuk apartemen elite di kawasan jakarta.
Austin membuka kunci apartemennya dan mempersilahkan alle masuk.
Alle duduk di ruangan yang ada di dalam apartemennya,lagi lagi dia takjub melihat pemandangan yang ada di depannya,apartemen austin memang termasuk apartemen yang dekorasi didalamnya sangat elegan,austin memang lebih suka tinggal di apartemen ,dia jarang pulang ke rumah,dia suka hidup sendirian seperti ini,dia bisa berpikir jernih dan merasa rilex.
"Jika mama saya mengungkit soal pernikahan lagi kamu bilang aja gak siap alle"
Austin buru buru pergi dari rumah mamanya karena dia tidak ingin mamanya membahas tentang pernikahan lagi.
Sedangkan alle yang mendengar apa yang dikatakan austin merasa jika dia melakukan itu,akan membuat sarah beranggapan kalau alle yang tidak serius dengan hubungannya,dia tidak mau seperti itu,alle tidak mau membuat sarah kecewa ,karena alle melihat jika sarah sangat percaya terhadap hubungan pura pura nya dengan austin
"Tapi bapak tadi bilang kalau akan menikah pak,jika saya bilang saya tidak mau,nanti mamanya bapak beranggapan saya yang gak serius dengan hubungan ini"
"Kamu lupa al,kalau ini hanya pura pura heh?
Austin tidak suka kalau alle membantahnya.
Alle tau ini pura pura,tapi tidak dengan membohongi sarah lebih jauh lagi,dia tidak mau di cap jelek oleh sarah,sedangkan austin dia seolah olah memperlihatkan sifat patuhnya terhadap sarah tadi,bisa dibilang alle yang dikorbankan disini.
"Maaf pak tapi sepertinya saya tidak bisa melakukannya,kita tadi sudah membohongi mama bapak terlalu banyak,mama bapak hanya ingin pak austin nikah,jadi lebih baik pak austin mencari calon isteri sungguhan demi mama bapak"
Alle memberanikan diri berbicara seperti itu kepada austin,dia tidak tega jika harus membohongi sarah terus menerus.
"Berani kamu bilang seperti itu ke saya? ,kamu lupa saya sudah memberikan kamu uang 70 juta,baik jika kamu tidak ingin melanjutkan sandiwara ini,saya akan meminta uang saya kembali"
"Tapi saya gabisa pak,berbohong seperti itu kepada orang tua,saya teringat ibu saya di kampung yang lagi sakit,dan juga apa salahnya bapak mencari wanita untuk dijadikan isteri dan menikahinya "
Alle mulai meninggikan suaranya,dia tidak habis pikir dengan austin,ada apa dengan pria itu seperti tidak ada niatan untuk menikah,membangun kelurga yang bahagia,mempunyai anak,yang alle tau semua orang ingin seperti itu,dan sekarang dia terjebak dalam sandiwara yang diciptakan oleh austin ini.
"Saya akan mengembalikan uang 70 juta itu pak ,besok"
Entahlah uang itu akan didapatkannya dimana,yang penting dia tidak mau melanjutkan sandiwara ini.
Kemudian alle berdiri dan hendak keluar dari apartemen austin ,tetapi tiba tiba tangannya dicekal oleh austin.
"Kamu tidak ingin membohongi mama saya karena kamu teringat dengan ibu kamu di rumah yang lagi sakit bukan,dan kamu menyuruh saya untuk mencari wanita dan menikahinya ?"
Alle sedikit takut dengan tatapan dan ucapan austin sekarang,alle merasa jika austin sekarang sangatlah marah,tetapi seperti di pendamnya.
Alle mencoba menarik tangannya yang di cekal austin,tapi gagal ,austin malah mengeratkan cekalan tangannya
"Saya akan turuti keinginan kamu,maka menikahlah dengan saya"
Alle membelalakan matanya,pria di depannya ini sungguh gila.
__ADS_1