
Bi Yati pun mencoba untuk memutar knop itu dan ternyata itu tidak di kunci oleh sang nona muda hingga bi Yati dapat masuk ke dalam kamar nya.
Saat sudah di dalam kamar sang nona muda bi Yati segera menuju ke arah ranjang yang terdapat nona muda nya sedang tertidur dengan lelap nya.
"Non Dy bangun yuk, di bawah ada non Ai tuh" coba bi Yati membangunkan sang nona muda dengan cara menggoyangkan bagian bahu nya secara pelan agar ketika terbangun pun tak membuat nya terkejut atau pun panik.
Namun seperti nya tak juga membuahkan hasil, bi Yati mencoba sekali lagi dengan cara yang sama seperti tadi dan itu pun ada pergerakan dari sang nona muda yang seperti nya mulai terusik dari tidur nya.
"Hoam" Vidya pun menguap dengan lebar untung mulut nya ia tutup menggunakan tangan hingga tidak sampai terlihat oleh bi Yati.
"Bibi kok ada di dalam kamar Dy" Vidya yang baru saja membuka mata nya pun cukup bingung.
"Ada apa bi?" Vidya masih melihat bi Yati yang tidak beranjak pun dari tempat nya berdiri tadi. Mungkin saja bi Yati tidak enak karena sudah mengganggu tidur nyenyak sang nona muda namun apa boleh buat karena sang sahabat nya ada di bawah dan sedang menunggu.
"Emm, itu non" bi Yati bingung ingin memberitahu nya hingga harus menjeda ucapan nya.
"Itu apa bi. Bibi kenapa?" Vidya menjadi khawatir ia kira sang bibi jatuh sakit karena sehabis menunggu nya semalaman kemarin di rumah sakit itu lah yang hinggap di pikiran nya.
"Coba jelaskan bibi kenapa dan ada apa?" lanjut Vidya bertanya dengan mata nya yang ia fokuskan menatap pada bi Yati, yang mana itu membuat nya seperti maling yang ketahuan mencuri di dalam kamar majikan nya.
Bi Yati pun akhir nya mulai menjelaskan kepada Vidya. "Itu non Ai ada di bawah" ucap bi Yati singkat.
__ADS_1
"Loh kapan datang bi?, kok Ai memberitahu atau mengabari aku dulu kalau dia mau kesini" ucap Vidya bertanya sekaligus berpikir.
"Tadi baru saja non sekitar 5 menit yang lalu" bi Yati memberitahu nya.
"Kalau begitu bibi turun ke bawah dulu ya non, mau buat minum untuk non Ai" lanjut bi Yati yang kemudian mendapatkan anggukan kepala dari Vidya yang masih setengah mengantuk itu.
Vidya gegas bangun kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi nya masih dengan sesekali menguap, ia pun menggelengkan kepala nya berusaha dengan itu mungkin kantuk nya akan hilang.
Setelah sampai di dalam kamar mandi Vidya langsung saja mencuci muka nya di depan wastafel sembari menatap wajah pada cermin di dinding yang menampilkan bayangan diri nya sendiri.
Saat di rasa sudah cukup segar ia pun keluar dengan mengelap muka nya menggunakan handuk kecil yang berwarna putih itu.
Lalu kemudian ia turun ke lantai bawah dan menuju ke taman belakang untuk menemui sang sahabat yang seperti nya sudah menunggu diri nya begitu lama, Vidya pun menjadi tidak enak pada Airin karena begitu sampai Vidya justru tertidur.
"Ai " panggil Vidya dengan nada melengking hingga membuat ke tiga orang yang berada di situ menutup telinga mereka mendengar teriakan sahabat juga nona muda nya itu.
Terkadang Vidya memang menunjukkan sifat nya yang seperti ini bar-bar juga manja saat bersama dengan orang yang di rasa bisa membuat nya nyaman dan dengan ikhlas mau berteman dengan nya.
Namun sifat itu harus ia hilangkan saat di hadapan ayah dan ibu juga Lidya karena mereka kata tak menyukai Vidya yang seperti itu, maka nya di saat ada mereka sifat Vidya justru kalem dan pendiam. Hanya mereka bertiga yang mengetahui sifat asli nya sedangkan keluarga nya sendiri tak pernah tahu dan tak ingin tahu juga.
...****************...
__ADS_1
Di rumah kediaman keluarga besar Lizama si kembar pun sudah sibuk seorang diri saat mereka berdua baru saja pulang dari sekolah nya.
Rhyana segera saja mencari kakek nya, ia ingin di ajak membeli ikan hias seperti punya sang kakek yang berada di deretan aquarium nya berjejer begitu rapi dan banyak.
"Kakek.. " teriak Rhyana ketika sampai di dekat kamar sang kakek, entah terlalu kencang atau rumah nya yang begitu sepi hingga teriakan itu pun sangat menggema dan begitu keras, namun orang yang di cari seperti nya tidak ada di dalam kamar nya.
Rhyana masih berusaha menggedor pintu kamar sang kakek dengan tangan kecil bin mungil nya itu, tapi tidak ada tanda sang kakek akan membukakan pintu kamar nya, Rhyana ingin memutar gagang pintu itu namun karena ia yang masih kecil tentu saja tidak akan sampai dan bisa mencapai nya.
Rhyana pergi kembali dan ia pun menuju ke taman yang kemarin ia di ajak oleh kakek nya, saat mencapai ruang tamu ternyata ada asisten pribadi sang kakek yang kebetulan juga melintasi tubuh kecil nya itu.
"Paman lihat kakek tidak?" tanya Rhyana sembari menghadang asisten kakek nya itu. Tentu sang asisten pun terkejut karena setahu nya saat ia melangkah tidak ada orang kenapa tetiba makhluk kecil itu sudah berdiri di hadapan nya mana dengan mata bulat nya yang melotot lagi sungguh menggemaskan sekali pikir sang asisten tuan Lizama itu.
"Kakek ada di ruang kerja nya nona kecil" ucap asisten sang kakek berbicara dengan menundukkan tubuh nya hingga sejajar dengan cucu sang atasan nya itu.
Setelah mendapat jawaban yang pasti Rhyana kecil pun langsung saja berlalu dari hadapan asisten kakek nya namun ia berbalik badan kembali kemudian menghampiri paman asisten kakek nya lagi.
"Terima kasih paman" ucap nya setelah itu ia pun hendak melanjutkan langkah nya kembali namun sang asisten kakek nya bertanya yang mengharuskan ia berbalik arah kembali lagi.
"Apakah nona kecil ingin ke sana?" tanya asisten kakek nya.
"Iya paman, apakah paman juga ingin ke sana?" setelah menjawab Rhyana pun bertanya kembali sembari mata kecil nya melihat berkas yang berada di tangan sang paman asisten.
__ADS_1
"Iya, ayo biar paman antarkan sekalian" lanjut sang asisten kemudian ia pun menghampiri cucu sang atasan yang sudah berada di depan nya itu.