FOUND YOU

FOUND YOU
Berdua


__ADS_3

Kedua art itu pun segera saja menyajikan makanan yang di minta oleh nyonya ke meja makan, kini giliran bi Yati yang terkejut melihat tamu nyonya nya itu.


Namun keterkejutan itu pun hanya sesaat karena ia buru-buru kembali ke dapur.


"Kalian berdua jangan ada yang mengadu pada tuan, awas jika di antara kalian ada yang sampai berani melaporkan hal ini" ucap Niyah dengan berbisik pada kedua art tersebut, Vidya yang melihat pun menjadi heran " Kenapa ibu dan bibi berbisik begitu " ujar nya dalam pikiran.


"Ba.. baik nyah" ucap bi Yati dengan nada gemetaran sedang bi Yuna hanya mengangguk saja. Mereka berdua sudah tahu tabiat nyonya di rumah ini kalau menghukum seseorang terlalu kejam.


Setelah mengatakan itu Niyah pun kembali lagi menuju ruang makan dan menghampiri kekasih nya itu.


"Beb, maaf ya lama" ujar Niyah langsung mengalungkan tangan pada Jendra. "Kamu pasti sudah lapar, ayo kita makan. Kamu mau apa?" Niyah dengan sigap mengambilkan piring kemudian di isi dengan nasi dan sedang menunggu jawaban Jendra.


"Bebas deh, asalkan kamu yang mengambilkan pasti enak" ucap Jendra dengan nada yang begitu manis.

__ADS_1


Niyah pun langsung mengambilkan semua menu yang ada di atas meja, ia sengaja hanya mengisi satu piring saja karena ia ingin di suapi oleh kekasih brondong nya itu.


"Sudah cukup Love, itu terlalu banyak. Lagian aku tak makan sebanyak itu" jelas Jendra yang tak peka, entah kepekaan nya menguap kemana.


"Beb, kan ini aku ambilkan untuk kita berdua" Niyah pun memanyunkan bibir nya dan langsung duduk di pangkuan Jendra.


"Uhh, kalau manyun kamu makin cantik deh Love" kata Jendra berusaha merayu Niyah sambil ******* nya.


Niyah yang di perlakukan seperti itu tentu dengan mudah nya langsung memeluk Jendra.


Niyah yang di tanya begitu pun langsung saja mengangguk karena ia tak mau Jendra memuji art dan anak nya itu. Setelah itu Jendra menyuapi Niyah bergantian dengan diri nya yang makan, sesekali Niyah pun menyuapi Jendra hingga makanan di piring mereka habis tak bersisa.


"Love, rumahmu begitu sepi. Apakah anakmu belum pulang?" Jendra melihat sekitar dan Jendra pun tahu nya kalau Niyah hanya mempunyai satu orang anak saja yaitu Lidya.

__ADS_1


"Tidak tahu, Lebih baik kita pindah ke kamar saja" ajak Niyah karena ia tak ingin ada yang menguping.


"Ayo" lanjut nya bangun dari pangkuan dan menarik tangan Jendra.


Jendra tak bisa protes, ia hanya menurut saja karena akan bahaya jika ia banyak bertingkah untuk masalah hidup nya.


...****************...


"Sorry li, gue lama" ucap Lidya dari belakang Lidya duduk, Lidya pun memutar posisi duduk nya.


"Yaampun Bell loe darimana aja sih?" tanya Lidya. "Tau gak gue itu sampe pusing nyari loe doang, satu mall gue putarin bayangkan" Lidya pun mengomel antara khawatir juga kesal.


"Harus nya kalau mau kemana-mana bilang dulu kek, ini lagi hp loe kenapa gak di bawa?" lanjut nya.

__ADS_1


"Iya sorry li, lupa gue. Tadi toilet antri maka nya gue ke toilet yang di dekat parkiran" ucap Bella beralasan, bukan ia tak mau jujur tapi jika ia berkata yang sesungguh nya yang ada Lidya bakal makin ngomel karena Lidya bilang makanan yang di pinggir jalan itu tidak higienis sedang kantong Bella hanya cukup untuk makan di tempat seperti itu.


__ADS_2