
Keesokan hati nya. Lidya dan Bella pun masih asik bergelung dengan selimut tebal dan nyaman yang membungkus mereka. Setelah tadi malam begadang hingga pagi untuk merencanakan penindasan terhadap Vidya yang di anggap telah merebut pak Rhayi dari mereka.
Berbeda dengan kamar orang tua nya, Jendra dan Niyah pun melanjutkan kegiatan mereka.
Sedangkan Vidya ketika bangun tidur, ia pun langsung mandi dan ke dapur untuk membantu ke dua bibi nya memasak karena kebetulan jam masih menunjukkan pukul 06.00 pagi.
"Loh non Dy sudah bangun. Kenapa tidak tidur lagi saja ini kan hari libur" ucap bi Yuna terkejut ketika melihat Vidya sudah membantu bi Yati yang sedang memotong bawang merah. 'Iya karena menu sarapan pagi ini adalah nasi goreng tak seperti biasa nya yang hanya ada roti saja'.
"Iya bi. Dy sudah cukup tidur kok nanti kalau kelamaan yang ada pusing" ucap Vidya melanjutkan mencuci sayuran.
"Yaudah lebih baik kita percepat saja masak nya agar ketika yang lain bangun tidak di marahin, ayo semangat" bi Yati tak bisa melarang Vidya karena sudah pasti ia tak akan mau hanya untuk ongkang-ongkang kaki saja.
Setelah beberapa saat kemudian Niyah pun turun menuju ke dapur dengan keadaan yang seperti nya baru saja bangun tidur terlihat dari piyama merah maroon yang ia kenakan.
"Bi sarapan gimana?, sudah siap belum?" ujar Niyah dengan mencepol rambut nya ke atas. Niyah termasuk orang tua yang suka dengan rambut panjang juga lurus hingga pantas saja jika baru bangun selalu mencepol rambut nya agar tidak repot.
"Belum nyah, sebentar lagi" jawab bi Yati dengan melanjutkan menggoreng nasi nya.
"Kalau sudah antarkan ke atas ya, sekalian kopi juga"
__ADS_1
Niyah pun berbalik lagi naik menuju kamar nya.
Cuaca di luar hujan hingga membuat orang sangat malas sekali untuk beranjak, hanya sekedar untuk ke kamar mandi pun malas.
Lidya yang sudah bangun pun merasa perut nya sudah keroncongan, cacing di perut nya begitu berisik minta segera di isi.
"Bi antarkan makanan dan teh manis hangat ke kamar ya, buruan" ujar Lidya kala telepon telah di angkat.
"Baik non tunggu sebentar lagi" ujar bi Yuna yang kebetulan mengangkat telepon nya.
Setelah nasi goreng siap, mereka pun berbagi tugas untuk mengantarkan pesanan nyonya dan nona muda nya.
"Sini bi biar Dy saja yang antarkan makanan nya" Vidya mengambil makanan yang telah siap di nampan.
"Sudah lah lebih baik bibi istirahat saja dulu, atau lebih baik kalian sarapan agar bertenaga kembali".
" Yasudah hati-hati ya non".
***
__ADS_1
"Tok.tok.tok. Kak ini makanan nya" Vidya mengetuk pintu kamar dengan tangan sebelah nya memegang nampan dengan erat agar tidak terjatuh.
"Tunggu sebentar. Berisik banget sih" ujar Lidya yang sungguh sangat malas beranjak dari balik selimut nya.
"Bell.. Bella bangun woy" Lidya menggoyangkan lengan Bella berharap agar bangun namun ternyata hanya menggeliat saja.
"Apa sih Li, gue masih ngantuk nih. Minggiran dikit napa" setelah itu Bella pun kembali terlelap.
"Bella woy bangun". Kali ini Lidya membangunkan nya dengan menendang kaki Bella dan ternyata cara itu berhasil.
" Apaan Li. Serius deh gue masih ngantuk ini" sewot Bella namun masih di tahan karena ia ingat di sini hanya menumpang.
"Bukain pintu sana, ambil makanan nya" suruh Lidya dengan seenak nya seperti biasa nya.
"Hmmm" hanya itu jawaban yang ia berikan sembari menuju pintu untuk membukakan pintu.
"Hah loe ternyata, bikin kesel aja pagi-pagi" setelah membuka pintu justru Bella di kagetkan dengan ada nya Vidya di hadapan nya.
"Masuk sana, simpan di meja", pintu kamar di buka dengan lebar agar Vidya segera masuk dan memberikan pesanan Lidya.
__ADS_1
" Selamat pagi kak, ini sarapan ya. Selamat menikmati " setelah itu Vidya pun kembali lagi keluar dengan Bella yang masih belum beranjak dari pintu.
Begitu Vidya sudah benar keluar langsung saja Bella menutup pintu nya dengan kencang, ia begitu kesal karena tidur nyenyak nya yang terganggu.