FOUND YOU

FOUND YOU
Misteri


__ADS_3

Di restaurant pertemuan antara Rhaka Lizama dan Dallen Luke pun telah selesai, hasil akhir nya masih sangat menggantung karena Rhaka menaruh curiga kalau sebenar nya Dallen Luke pasti hanya basa-basi minta maaf pada nya.


Dallen Luke pun telah menugaskan sang pengacara pribadi nya untuk mengurus masalah pembebasan putri nya di penjara sementara ia harus kembali ke kantor karena ada rapat dadakan yang tidak bisa ia tunda sehingga mengharuskan nya tidak bisa ikut menjemput pembebasan sang putri kesayangan nya itu.


Saat di mobil Carel pun segera saja membacakan agenda nya hari ini tentang kesibukan sang atasan di kantor.


"Pak nyonya Niyah sudah pulang ke rumah" lapor Carel pada atasan nya karena ia juga mendapat laporan dari satpam di kediaman sang atasan tersebut.


"Kapan saya istri saya pulang Rel?" tanya tuan Luke karena ia lupa mengurusi sang istri yang tidak pulang kemarin, akibat pertemuan dengan Rhaka Lizama tadi yang ia ketahui ternyata anak sulung dari seorang Lizama grup.


"Baru saja sekitar pukul 14.30 tadi" lanjut Carel memberitahu.


Ternyata pertemuan antara ia dan Rhaka Lizama menghabiskan waktu yang cukup lama hingga memakan waktu kurang lebih hampir 3 jam lama nya.


...****************...


Vidya pun sibuk membersihkan kamar sang ibu baru saja selesai kemudian saat ia hendak pergi ke luar kamar tiba-tiba hp sang ibu berbunyi sedangkan pemilik nya berada di bawah seperti nya masih makan.


Vidya mencoba memberanikan diri mendekati hp yang berada di nakas samping tempat tidur lalu ia pun mengambil nya yang ternyata ada telepon dari nama yang bertuliskan Siska, Vidya berpikir itu mungkin teman arisan sang ibu hingga ia memberanikan hendak menjawab nya namun tiba-tiba saja panggilan tersebut mati dengan sendiri nya, Vidya kembali menyimpan nya di nakas kemudian ia pun hendak ke kamar mandi sang ibu karena perut nya tak bisa di ajak kompromi entah kenapa.


Namun setelah ia keluar dari kamar mandi hp sang ibu kembali berdering yang menandakan ada telepon masuk, Vidya kembali mengambil nya dan kali ini ia pun mengangkat telepon tersebut tanpa tau siapa itu Siska.

__ADS_1


"Halo" ucap Vidya saat mengangkat telepon dari orang yang bernama Siska itu.


Menunggu beberapa detik namun orang di seberang telepon diam saja seperti tidak ada tanda-tanda untuk mengucapkan sesuatu juga.


"Maaf ini siapa ya?" lanjut Vidya kembali.


Beruntung di seberang telepon sana orang tersebut tidak langsung berbicara seperti biasa nya hingga ia pun hanya terdiam mendengarkan suara lembut sang perempuan yang kemungkinan bisa ia tebak mungkin anak dari orang yang ia telepon sekarang, dan ia pun seperti nya menyukai suara tersebut hingga tidak mau langsung mematikan nya begitu saja sambungan telepon tersebut.


Namun tiba-tiba sang ibu sudah muncul dan berada di belakang nya entah Vidya yang terlalu serius menunggu orang di telepon berbicara atau pun memang ibu nya tidak bersuara ketika berjalan.


Niyah pun tiba-tiba langsung mengambil hp nya yang berada di tangan Vidya dan sedang di tempelkan pada telinga Vidya.


Vidya yang terkejut seketika saja membalikkan badan nya menghadap ke belakang yang ternyata langsung bertatapan dengan wajah sang ibu yang sudah melotot kepada nya.


Niyah mulai berpikir apakah anak nya yang tak berguna ini sudah mendengar suara dari si penelepon tadi atau belum ia mulai gusar, tapi seketika saja ia kembali merubah wajah tegang nya menjadi santai, Niyah tak mau sampai siapa pun tahu tentang yang menelepon nya barusan.


Saat sudah memastikan kalau hp nya dalam keadaan mati ia pun langsung saja menarik tangan anak nya menuju keluar dari kamar nya.


"Lancang sekali kamu, siapa yang menyuruhmu mengangkat telepon pada hpku hah jawab" ucap Niyah yang langsung saja membentak Vidya pada saat sudah berada di luar kamar nya.


"Jangan pernah sentuh barang apapun di kamarku selain yang aku suruh, paham tidak kamu. Sudah berapa kali harus aku bilang dan ingatkan padamu dasar anak b*d*h, tidak berguna, tak tahu di untung" Niyah selalu begitu saat memarahi Vidya atau pun menjadikan Vidya pelampiasan dari kekesalan nya itu.

__ADS_1


"Maaf bu, Vidya kira itu telepon penting yang harus langsung di jawab" ucap Vidya mencoba berbicara pada sang ibu walaupun dengan tubuh yang gemeteran dan tangan yang meremas baju yang ia gunakan sekarang.


Ada setitik rasa sakit ketika ibu nya mengucapkan kata-kata seperti itu, hanya karena ia mengangkat telepon nya, padahal ia bermaksud baik ia kira itu telepon yang sangat penting maka dari itu ia beranikan angkat namun belum juga si penelepon berbicara sang ibu sudah datang.


"Ingat jangan sekali-kali kamu sentuh barang yang ada di dalam kamarku terutama hp ini, awas kalau sekali lagi ketahuan akan saya hukum tidur di gudang" ancam sang ibu yang seperti nya tidak pernah main-main terhadap Vidya hanya karena kesalahan kecil seperti itu.


"I.. iya bu, Vidya tidak akan mengulangi nya lagi" Vidya terbata-bata dan mulai menitikan air mata nya.


"Sekarang lebih baik kamu bersihkan taman depan dan hari ini tak ada jatah makan malam untukmu" sang ibu tak segan untuk menyakiti fisik maupun batin dari Vidya.


Karena kebencian nya terhadap Vidya sudah sangat terlalu dalam, Niyah ingin sekali membuang Vidya dari rumah ini namun ia belum puas menyiksa nya.


Niyah ingin Vidya sendiri yang akan keluar dari rumah ini, namun mau bagaimana pun sang ibu menyakiti nya ia tetap bertahan di sini karena ia masih memiliki kedua pembantu nya yang selalu menolong secara diam-diam di saat sang ibu lengah.


...****************...


"Kakek, ayo kita beli ikan" ucap suara cempreng Rhyana, saat sudah sampai di depan pintu ruang kerja sang kakek.


Yang mana hal tersebut pun membuat asisten tuan Lizama langsung menutup telinga nya karena mendengar suara dari anak kecil yang berada di gendongan ny sekarang sedang berteriak di telinga nya.


Rhyana minta di turunkan dari gendongan sang asisten kakek nya itu. Dan langsung saja di turuti oleh yang menggendong nya.

__ADS_1


Rhyana berusaha menggapai gagang pintu yang ada di depan nya namun karena tubuh nya yang kecil lagi pendek ia pun tak bisa menjangkau nya.


__ADS_2