FOUND YOU

FOUND YOU
Mall G


__ADS_3

Masih berada di cafe seberang jalan. Rhayi dan Same pun mengobrol hingga hampir lama nya satu jam.


"Bro, gue balik perusahaan dulu ya" ucap Rhayi setelah menerima telepon di hp nya.


"Oke lah, gue juga sudah saat nya bertugas" ucap Same.


"Ntar mobil loe, gue antar malam ini tapi itu pun kalau gue gak sibuk" lanjut Same.


"Siip lah, santai saja. Toh mobil gue juga masih banyak" Rhayi pun berucap.


"Sombong banget loe" timpal Same sembari meninju lengan Rhayi.


"Yaudah lah gue duluan ya" ucap Rhayi.


"Bye" lanjut Rhayi berlalu dari hadapan Same.


"Jangan lupa loe bayarin kopi gue" tambah nya sebelum melanjutkan langkah nya.


Setelah Rhayi tak terlihat lagi pun, Same beranjak menuju ke kasir untuk membayar pesanan kopi nya tadi.


Lalu selanjut nya, ia kembali ke rumah sakit karena sudah saat nya ia yang bertugas. Mau tak mau Same kembali berjalan kaki seperti tadi saat ketika ia berangkat menuju cafe.


"Akhir nya sampe juga" ucap Same ketika sampai di pintu masuk rumah sakit. Sedangkan Rhayi sudah tak terlihat lagi mobil nya di parkiran ketika Same melihat ke arah itu.


"Mendingan gue siap-siap lah" Same melanjutkan langkah nya menuju ke arah ruangan nya.


Setelah sampai di ruangan nya, Same segera masuk dan duduk di kursi nya. Lalu kemudian ia pun mengambil stetoskop dan alat-alat lain nya. Saat ia bersiap akan keluar lagi, dari arah luar ada seorang suster yang menuju ke ruangan nya.


"Dokter Same, gawat ada pasien kritis" ucap sang suster.


"Sedangkan dokter yang bertugas sedang tidak ada di ruangan nya" lanjut sang suster.


"Dokter Same kita harus ke ruang operasi sekarang" suster tersebut berbicara dengan nada panik dan tergesa-gesa.


"Oke kita ke sana sekarang sus" ucap Same yang langsung sigap bertindak.


Akhir nya mereka berdua pun langsung bergegas menuju ke ruang operasi tersebut.


...****************...


Sementara di sekolah Lidya cs pun sedang memikirkan strategi untuk membuat Vidya jera.


"Gimana guys baguskan ide gue" ucap Lidya.


"Oke kok Li, tapi nanti kita mau bawa anak miskin itu kemana" ucap Bella.

__ADS_1


"Owh kalau itu tenang aja, kan sebentar lagi sekolah kita akan ada kemping tuh" Lidya pun seperti nya sudah memikirkan dengan sangat matang untuk membalas Vidya. Padahal Vidya sama sekali tak mencari keributan dengan Lidya cs.


"Deal kan" lanjut Lidya lagi.


"Deal" ucap Lexa dan Bella bersamaan.


"Lebih baik sekarang kita pulang guys, sekolah juga sudah mulai sepi nih" beritahu Lexa yang melihat sekeliling.


"Oke yuk kita cabut" Lidya yang pertama kali berdiri dan keluar dari kelas lalu di susul oleh Bella dan Lexa yang mengekor.


...****************...


Berbeda hal nya dengan di kantor, Rhayi pun langsung di suguhkan tumpukan dokumen yang menggunung di meja nya, begitu ia masuk ke dalam ruangan nya.


"Huh, oke Yi loe harus semangat" menyemangati diri sendiri.


Lalu Rhayi pun langsung duduk di kursi nya dan mulai membaca satu persatu dokumen tersebut hingga tak terasa waktu menujukkan pukul 15.00 wib, yang artinya itu sudah sore, namun tiba-tiba saja dari arah luar ruangan nya. Ia seperti mendengar suara yang di kenal nya, namun Rhayi pun masih berpikir tak mungkin mereka ada di kantor.


Namun sekali lagi Rhayi mendengar nya lagi. Tiba-tiba dari arah luar ada yang langsung membuka ruangan nya yang kebetulan saja tak terkunci.


"Om Ayi" Teriak 2 orang gadis kecil yang langsung saja menghambur ke pelukan Rhayi, dimana ia duduk.


Sontak saja ia terkejut dengan kehadiran 2 krucil nya.


"Sama mamah om" ucap si sulung Rheana.


"Terus mamah kalian mana?" lanjut Rhayi tanya.


"Ada tuh, di ruangan papah" sekarang kini gantian si bungsu Rhyana.


"Om, ayo kita beli ecim" ucap Rhyana yang berbicara masih agak cadel.


"Iya om, Ayo Rhe juga mau" sambil menarik-narik celana Rhayi.


"Tapi om lagi sibuk, kalian lihat sendiri kan" ucap Rhayi sembari mata melirik ke arah tumpukan dokumen yang berada di atas meja nya.


"Ayolah om" si bungsu pun masih tetap menarik-narik celana Rhayi.


"Nanti kalau om Ayi gak mau, kita bilangin kakek nih" ancam si sulung.


"Yaudah kalau om Ayi gak mau" lanjut si sulung setelah beberapa menit tak ada tanggapan dari Rhayi.


"Yuk dek, kita balik ke ruangan papah" ucap nya pada Rhyana.


Mereka pun berlalu sambil berbisik-bisik berhitung.

__ADS_1


"Kita hitung sampe tiga dek, pasti om Ayi bakal panggil kita nih" ucap Rheana dengan suara yang sangat pelan.


Mereka pun dengan sengaja berjalan dengan lambat.


"Kita mulai hitung sekarang kak" ucap Rhyana pada sang kakak.


"Oke" ucap Rheana.


"Satu" ucap Rheana lagi.


"Dua" gantian Rhyana yang berucap.


"Tiga" ucap mereka berdua bersamaan.


Betul lah apa yang mereka perkirakan Rhayi pun memanggil Rheana dan Rhyana lagi.


"Eits kalian mau kemana, ayo om Ayi traktir ice cream sesuai kemauan kalian" Rhayi mau tak mau menuruti keinginan dua ponakan nya karena menurut nya sangat bahaya kalau mereka sudah mengadu pada sang ayah, akan berakibat ceramahan yang panjang.


"Oke let's goo om" ucap Rheana semangat sembari berbalik menghampiri Rhayi dan menarik tangan nya.


Rheana pun tak mau ketinggalan, ia ikut menggandeng tangan sang om juga di sebelah kanan sedangkan sang kakak di sebelah kiri.


Dan mereka bertiga pun bergandengan tangan menuju keluar kantor untuk ke parkiran ke arah mobil sang om nya.


"Om, kita ke mall G ya" ucap Rheana.


"Iya om, Rhy mau main timezone juga sekalian ya" ucap Rheana juga.


"Nah betul tuh om" Rheana pun membetulkan.


"Iya terserah yang kalian mau" ucap Rhayi pasrah karena komplain pun pasti ia tak akan menang melawan mereka berdua, yang terlalu banyak akal nya.


"Oke, ayo om" mereka berdua pun sangat semangat langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan sang om yang masih berada di luar.


Setelah mereka berdua duduk pun, baru Rhayi membuka hp nya untuk mengabari mas dan mba nya.


Karena para krucil nya sangat tak sabar pun akhir nya mereka berteriak dari dalam mobil nya. Rhayi menyebut mereka berdua krucil karena itu salah satu nya yang sangat berisik dimana pun tempat nya berada.


"Ayo om, ngapain sih kok lama banget" terik si sulung Rheana.


"Iya om, ayo ih" lanjut si bungsu Rhyana.


"Sabar dulu, om lagi chat papah kalian biar gak nyariin" ucap Rhayi.


"Oke om, kita berdua tunggu" Rheana yang mewakili menjawab sedangkan sang adik sudah duduk anteng di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2