
Niyah dan Jendra pun sudah sampai di kamar utama, Jendra yang baru melihat kamar seluas itu menjadi terpesona.
"Love kamar nya luas banget" ucap Jendra dengan kekaguman nya.
"Iya tapi sayang aku tak suka dengan penghuni nya, karena ia tak bisa memuaskan aku seperti kamu beb" sahut Niyah dengan ******** dada Jendra.
"Love jangan memancingku, bisa-bisa aku lakukan sekarang" Jendra pun membalas perlakuan tangan nakal Niyah.
"Emmmm beb, lakukan saja sekarang kalau kamu berani" tantang Niyah dengan mengigit bibir nya dengan sensual.
Namun terus menerus Niyah memancing Jendra hingga ia pun tak tahan dan akhir nya mereka berdua pun melakukan nya di kamar yang seharus nya tempat Niyah dan suami nya.
...****************...
Tuan Luke pun sekarang sedang berada di kota K untuk mengurus bisnis nya yang sedang berkembang pesat itu hingga ia cukup sibuk tapi tiba-tiba saat ia sedang berada di hotel ia pun mengingat pesan nya pada sang asisten.
Tuan Luke menelpon Carel. "Halo Rel gimana yang saya minta tempo hari, sudah ada kemajuan kah? terus kamu mendapatkan bukti apa saja?" Carel yang langsung di berondong dengan banyak pertanyaan seperti itu pun menjadi bingung.
__ADS_1
"Maaf tuan untuk saat ini belum bisa saya pastikan, apakah yang saya simpulkan benar atau tidak nya karena belum ada bukti akurat yang cukup" ucap Carel menjelaskan.
"Saya minta waktu nya 1 minggu lagi" lanjut Carel menawar.
"Kenapa sekarang kerjamu jadi lambat Rel, apa kamu mau saya potong gaji dan tidak dapat hari libur di akhir tahun ini" ancam tuan Luke karena menurut nya ini sudah terlalu lama.
"Maaf tuan, saya akan mengusahakan nya minggu ini jadi mohon jangan potong gaji saya dan hari libur akhir tahun saya" ujar Carel dengan nada menghiba agar tuan nya mau memberikan keringanan pada nya.
Tuan Luke pun terdiam dan berpikir, namun beberapa saat kemudian. "Tu... tuan bagimana keputusan anda?" tanya Carel harap-harap cemas.
"Baik lah saya beri kamu kesempatan kali ini, tapi jika kamu gagal jangan harap ada belas kasihan dari saya. Ingat itu Rel" keputusan akhir tuan Luke pun membuat Carel lega karena untuk saat ini ia aman.
...****************...
"Beb, stop ampun udah ya" ujar Niyah setelah 2 jam mereka di kamar.
"Tanggung Love sedikit lagi, 1 kali lagi ya" pinta Jendra kala melihat Niyah yang sudah banjir dengan keringat di dahi nya.
__ADS_1
"Tapi aku ngantuk Beb, sudah tidak kuat" ujar Niyah dengan mata menguap.
"Love please, tidak kasihan kah kamu padaku?" Jendra pun menunjukkan muka memelas nya karena jika Niyah tidur lebih dulu yang ada ia harus mandi air dingin dan ia sangat tidak menyukai itu.
"Baiklah tapi hanya 1 kali, ini lagi kenapa makin hari kamu makin kuat sih" ujar Niyah tapi tetap melakukan nya dan akhir nya mereka berdua pun mengulangi nya.
"Bi.. bibi" ujar Lidya kala baru saja tiba.
"I... iya non tunggu sebentar" ujar bi Yati yang mendengar nya lebih dulu, datang menghampiri dengan tergopoh-gopoh.
Saat sudah sampai di depan Lidya "Bi buatin es jeruk ya 2 buat aku sama Bella dan antarkan ke kamarku" ucap Lidya yang seenak nya memerintah.
"Owh sekalian juga makan nya" lanjut Lidya kembali.
"Baik non" ucap bi Yati. Lidya dan Bella pun menaiki tangga menuju kamar Lidya.
"Untung anak majikan kalau bukan udah aku tempeleng itu kepala nya" gumam bi Yati dengan suara lirih nya sembari menatap punggung kedua orang yang mulai menjauh.
__ADS_1
"Gak anak, gak ibu nya sama saja. Gak ada sopan santun nya" lanjut bi Yati ngomel sendiri dan melanjutkan langkah nya menuju dapur.