
Kemudian bi Yuna langsung saja menyuruh Vidya untuk duduk.
"Non Dy, ayo duduk dulu" ucap bi Yuna menarik kursi meja makan di dapur untuk duduk sang nona muda nya.
Dan Vidya pun menurut karena ia juga rindu dengan bi Yuna walaupun baru semalam mereka tak bertemu mungkin bagi sebagian orang itu lebay tapi bagi Vidya tidak karena setiap hari ia hanya punya ke dua pembantu nya yang begitu care pada nya.
"Non Dy, makan dulu ya bibi sudah buat mie goreng kesukaan non loh" bi Yuna semangat mengambil piring kemudian mengisi nya dengan mie goreng, telur ceplok tambah baso dan sosis yang sudah di goreng.
Lagi-lagi Vidya tak menolak kebetulan ia juga lapar jadi tanpa sungkan langsung memakan nya dengan lahap sampai habis tak tersisa kemudian bi Yuna menyodorkan air putih pada sang nona muda yang langsung di terima nya dan ia tenggak hingga habis.
"Makasih ya bi, mie goreng nya enak" Vidya menunjukkan senyum dengan deretan gigi putih nya yang terlihat.
"Sama-sama non, kalau begitu bibi mau masak dulu ya. Takut tuan besar atau nyonya pulang mendadak" ucap bi Yuna seakan memberitahu.
"Emang mereka kemana bi, kok tumben ayah sama ibu gak ada di rumah?" tanya Vidya kepada bi Yuna.
Bi Yuna pun segera menjawab nya. "Tuan besar ke kantor polisi non tadi pagi sedangkan nyonya belum pulang dari semalam gak tau kemana. Padahal tuan besar sudah menghubungi berkali-kali tapi seperti nya hp nyonya tidak aktif" jelas bi Yuna.
Sementara di tempat lain tuan Luke telah sampai di perusahaan nya, ia sekarang sedang memeriksa tumpukan berkas yang menggunung saat di tinggal ke luar kota.
Sang sekretaris nya pun telah menyampaikan kalau saat istirahat makan siang ia baru bisa menemui keluarga Lizama.
__ADS_1
Jam terus berputar tak terasa sudah menujukkan waktu makan siang, namun seperti nya tuan Luke tak menyadari nya karena ia terlalu fokus dan serius.
Sang sekretaris pun menghampiri bos nya, ia mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Tok tok tok tok" pintu yang di ketuk dari luar.
"Masuk" ucap tuan Luke masih fokus pada berkas di meja nya.
"Maaf pak, sekarang jadwal bapak bertemu dengan keluarga Lizama" beritahu sang sekretaris pada atasan nya itu.
Tuan Luke pun bertanya. " Sekarang jam berapa rel?"
"Ok baik lah, kamu siapkan mobil saja" ucap tuan Luke tanpa melihat sang asisten.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi" sang asisten pun pamit keluar.
Carel nama nya, ia sudah menjadi asisten pribadi dari seorang Dallen Luke hampir 4 tahun lama nya, dan ia cukup betah bekerja di bawah naungan beliau karena Carel pun masih ada hubungan kekerabatan dengan nya.
Carel sendiri baru berumur 25 tahun, ia saat menjadi asisten dari seorang Dallen Luke pengusaha sukses itu masih melanjutkan kuliah nya dan karena itu pula ia menerima tawaran menjadi asisten, keadaan orang tua yang tak mampu mengharuskan ia mencari uang sendiri untuk biaya kuliah nya di sebuah universitas karena itu tidak murah hingga ia harus bisa membagi waktu dan walaupun sikap atasan nya cenderung galak namun ia masih membolehkan nya untuk kuliah saat ada jam mendadak yang tak bisa ia tinggalkan.
Dan sekarang ia sendiri ia pun sudah lulus, hingga ia mau tak mau harus mengabdikan hidup nya untuk bekerja di perusahaan tersebut sebagai balas budi jasa nya yang sudah pernah menolong saat ia kesusahan.
__ADS_1
Carel segera saja menuju ke arah loby perusahaan untuk menemui sopir pribadi atasan nya itu. Saat ia sudah berada di area parkir pemilik perusahaan ia pun mencari pak Darto sang sopir pribadi atasan nya namun seperti nya batang hidung nya tak terlihat, Carel pun kembali masuk ke dalam namun saat ia akan melewati meja resepsionis ia bertemu dengan pak Darto yang seperti nya baru saja dari toilet.
Carel segera menyampaikan apa yang di perintah oleh atasan nya, kemudian setelah itu ia pun langsung kembali ke ruangan nya untuk membereskan berkas yang masih berserakan di meja nya karena tadi ia berencana ingin melanjutkan nya seandainya Carel tak di ikut sertakan oleh atasan nya tersebut.
...****************...
Di rumah setelah selesai makan Vidya pun kembali ke kamar nya karena ia di haruskan untuk bedrest agar kaki nya benar-benar sembuh total.
Vidya pun mencari ke sibukan dengan membaca buku pelajaran nya, karena ia tipe orang yang gak bisa berdiam diri apalagi meratapi nasib.
Di saat seperti ini terkadang ia memikirkan mimpi yang hampir tiap malam hadir dan selalu mimpi yang sama seperti sebuah teka-teki namun tak kunjung temu jawaban nya.
Lama kelamaan dari membaca menyebabkan efek kantuk pada mata nya hingga akhir nya tanpa sadar Vidya pun tertidur dengan buku yang masih terbuka dan berada di tangan nya. Dengkuran halus pun terdengar jika ada orang di dalam kamar tersebut tapi beruntung nya tak ada yang tahu.
Vidya tertidur cukup lama hampir 3 jam entah karena efek obat atau pun karena ia menikmati tidur nya, namun yang membuat aneh mimpi Vidya hanya hadir di malam hari jika siang hari sekali pun ia memejamkan mata mimpi itu tak pernah hadir.
Di sekolah Airin pun baru saja bel pulang berbunyi, ia segera memasukkan semua buku nya ke dalam tas dengan terburu-buru karena yang saat ini Airin ingin sekali ke rumah Vidya untuk menanyakan kenapa ia bisa pulang sekarang sedangkan yang Airin tahu keadaan Vidya belum pulih sepenuh nya.
Airin tak mengabari sang sopir karena ia akan memilih untuk naik ojol saja agar cepat sampai dan tak terjebak kemacetan lalu lintas karena sekarang adalah jam nya anak sekolah pulang jadi otomatis macet tak bisa di elakkan, maka nya jika ia menggunakan motor bisa lewat dari jalan tikus atau pun gang kecil agar segera sampai.
Airin sudah berada di gerbang sekolah dan sedang menunggu sang driver ojol datang namun tak sengaja ia berpapasan dengan Lexa yang hanya seorang diri. Airin cukup heran kemana pergi nya 2 teman nya yang lain namun segera saja ia tepiskan pikiran itu karena sang driver ojol sudah datang dan menanyakan apakah benar ia yang pesan, Airin hanya menjawab dengan anggukan kemudian driver ojol pun memberikan helm warna hijau pada umum nya setelah itu langsung saja melajukan motor nya sesuai titik alamat yang di tuju.
__ADS_1