FOUND YOU

FOUND YOU
Niyah dan Jendra


__ADS_3

Tuan Luke akan berusaha mencoba berbicara dengan keluarga itu, sebagai ajang juga kali saja mereka mau memaafkan kesalahan putri nya sekaligus mau menjalin kerjasama dengan nya.


Ia akan berusaha sebisa mungkin, dan di saat berhasil angan tuan Luke sudah ingin menjodohkan Lidya dengan salah satu putra dari perusahaan besar itu agar memperkuat bisnis, namun itu pun belum tentu terwujudterwujud.


Tuan Luke sudah bersiap untuk pergi ke kantor polisi pagi ini, ia menggunakan kemeja warna biru, dengan dasi biru kotak-kotak kemudian di tambah celana bahan hitam dan sepatu pentofel yang senada dengan celana, tak lupa jam tangan juga yang menghiasi tangan kiri nya serta jas yang ia tenteng karena seperti nya ia sudah ke siangan mungkin.


Sementara di dalam kamar hotel kuning, sepasang kekasih yang kata nya seperti itu masih sedang asik bergelung di bawah selimut tanpa sehelai kain pun yang membuat tubuh mereka berdua menempel.


Niyah memang tak pulang semalam karena saat itu, tuan Luke suami nya meminta ijin untuk ke luar kota mengurus masalah anak cabang perusahaan yang sedang di bangun di sebuah kota B. Maka nya dengan berani Niyah tak pulang ke rumah karena bagi nya untuk apa jika ia lebih sering di tinggal sendirian oleh sang suami jika perjalanan bisnis ke luar kota.


"Love, kau sudah bangun kah?" ucap brondong yang tidur di samping Niyah.


Yang Niyah ketahui bernama Gajendra saat berkenalan di sebuah mall, brondong tersebut ia dapatkan dari salah satu teman arisan sosialita nya yang juga sama seperti diri nya.


Saat Niyah bercerita, sang teman pun mengenalkan nya dengan Gajendra kemudian mengalir lah seperti sekarang, ia merasa begitu lebih nyaman dengan sang brondong dari pada berada dengan sang suami justru yang ia rasakan kehampaan.


Nama nya Gajendra, seorang pemuda berumur 23 tahun, ia masih bersekolah di sebuah universitas di kota C juga namun yang sebatas itu yang Niyah tau dari teman sosialita arisan nya yang juga sama seperti diri nya.


Jendra pun mendekatkan wajah nya ke arah wajah Niyah lalu tanpa sungkan ia mengecup bibir nya, entah mengapa bagi nya setelah mengenal Niyah, kehidupan Jendra berubah begitu saja mulai dari ia yang kini di fasilitasi mobil hingga uang untuk kebutuhan sekolah nya. Jendra tak perlu pusing memikirkan nya syarat yang di minta Niyah hanya satu yaitu memuaskan dan membuat nya bahagia jika mereka bertemu.

__ADS_1


Lama kelamaan ciuman itu menjadi l*m*t*n, sangat kebetulan juga sekarang cuaca sedang hujan hingga Jendra pun ijin tak masuk sekolah dengan alasan ia harus pulang kampung ada urusan keluarga mendadak. Padahal yang terjadi sekarang ia sedang bergulat di atas ranjang kamar hotel dengan orang yang pantas ia sebut sebagai mamah karena mungkin seumuran dengan ibu nya namun panggilan itu ia gunakan hanya ketika sedang di tempat umum agar tak ada yang mencurigai mereka berdua.


"Beb.. ahhhh,,, ayo teruskan jangan berhenti " ucap Niyah meracau saat Jendra sudah meremas bukit kembar nya yang menjadi kelemahan nya saat sedang di atas ranjang namun seperti nya Jendra sengaja berhenti dan ia pun hanya fokus memandangi muka Niyah yang begitu sayu dengan wajah nya yang sudah memerah lalu setelah itu mereka pun melanjutkan pergulatan nya hingga siang menjelang, Niyah dan Jendra pun baru berhenti kemudian mereka kembali tertidur dengan pulas.


...****************...


Sementara di rumah sakit bi Yati sedang bersiap untuk pulang, karena sang nona muda sudah di perbolehkan pulang. Bi Yati hanya tinggal menunggu dokter menandatangani surat yang mengijinkan bahwa Vidya sudah di perbolehkan pulang.


"Bi, ayo aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan bi Yuna" ucap Vidya semangat.


"Non Dy sudah memberi kabar pada non Ai belum?" tanya bi Yati mengingatkan.


"Astaga Dy hampir lupa bi" ucap Vidya yang baru saja ingat dengan sang sahabat karena ia sudah tak sabar ingin menemui bi Yuna di rumah.


Vidya pun langsung saja meraih hp nya yang berada di meja samping bed nya. Lalu ia mencari nomor Airin kemudian langsung mengirimkan pesan chat karena tak mungkin bagi nya jika ia harus menelpon sekarang. Karena sekarang itu jam sudah menunjukkan pukul 08.30 wib yang arti nya sekolah sudah di mulai.


Satu jam kemudian dokter yang menangani Vidya pun datang bersama seorang suster kemudian ia memeriksa Vidya kembali.


"Selamat ya yang sudah di perbolehkan pulang" ucap dokter tersebut sembari memberikan surat pernyataan dari rumah sakit P tersebut.

__ADS_1


"Makasih pak dokter" sahut Vidya sambil tersenyum, lalu suster pun ikut menambahkan.


"Jangan lupa di minum ya obat nya" pesan dari suster yang bersama dokter itu.


"Baik sus" Vidya pun begitu bahagia karena tak lama ia harus berada di rumah sakit.


"Kalau begitu kami permisi dulu" ucap dokter kemudian di ikuti suster, mereka pun keluar dari ruangan Vidya.


Setelah tak terlihat lagi, bi Yati melanjutkan beberes nya yang sempat tertunda karena harus mengisi perut dulu di kantin rumah sakit.


"Non Dy, kita pulang naik angkot saja ya" ucap bi Yati yang seperti nya dari tadi ia kebingungan ingin naik apa karena tak mungkin ia menggunakan jasa taxi, uang nya tak cukup untuk sekarang ini, lagian ia pun tak bisa menelpon bi Yuna untuk menyuruh sopir di rumah menjemput nya karena belum tentu sang nyonya dan tuan majikan nya mengijinkan sekali pun itu untuk anak nya juga.


"Biar kita naik taxi online saja bi kan bisa lebih murah tuh" Vidya memberi usulan karena ketika ia melihat ke aplikasi ojol hijau masih ada beberapa saldo yang kemungkinan cukup untuk ongkos sampai rumah nya.


"Tapi non.." ucapan bi Yati terjeda karena ia bingung ingin menjelaskan keuangan nya yang hanya cukup untuk naik angkutan umum.


"Sudah lah bi, lagian Dy masih ada saldo kok. Lebih baik kita gunakan taxi online saja toh sedang ada promo potongan harga juga chasback bi" Vidya pun segera memberitahu nya dengan menunjukkan hp nya kepada bi Yati.


"Baiklah, mau jam berapa kita pulang?" tanya bi Yati pada akhir nya setelah melihat sendiri dan itu memang benar kita hanya perlu membayar tarif dengan seperempat nya saja.

__ADS_1


"Sekarang saja bi, kalau kelamaan takut nya cuaca makin panas atau bisa jadi turun hujan. Cuaca di kota ini begitu tak menentu" Jelas Vidya.


__ADS_2