
Airin yang mendengar langsung saja lari terbirit-birit, tujuan utama nya adalah uks ia tak memikirkan lagi masalah pelajaran selanjut nya biar lah kali ini ia membolos.
Namun Airin yang tak berhati-hati pun harus jatuh saat ia akan berbelok menuju lorong uks untung di situ tak ada orang yang lewat apalagi melihat hingga ia pun tak perlu malu.
Segera saja Airin bangun lalu melanjutkan langkah nya yang sedikit tertatih demi untuk melihat kondisi sahabat nya itu.
Setelah dengan perjuangan Airin pun sampai depan uks yang kebetulan juga ada pelayan kantin yang ingin membuka pintu uks hingga Airin pun mengekor di belakang nya, pertama kali yang ia lihat saat menatap bed uks yang di situ juga ada Vidya yang menatap nya hingga pandangan kedua sahabat itu pun bertemu.
Langsung saja Airin menghampiri ke arah ranjang dan memeluk Vidya, mereka berpelukan begitu erat layak nya lama tak jumpa dan begitu terlihat di mata Airin ke khawatiran yang begitu sangat terhadap Vidya.
"I'm okay Ai" ucap Vidya menenangkan Airin yang juga masih membolak-balikan tubuh nya.
Setelah itu baru lah Airin berhenti dan ia memilih duduk di kursi yang ada di dekat bed Vidya berbaring, Pelayan kantin pun maju mendekati Vidya.
"Permisi mba, ini makanan nya" Pelayan kantin langsung menyerahkan pada Vidya yang mana membuat Vidya heran karena ia tak merasa pesan makanan hingga pandangan Vidya ia alihkan pada Airin yang sedang duduk juga mengaktifkan hp nya.
"Ai kamu pesan makanan ini kah?" tanya Vidya.
"Bukan mba Airin mba Vi, tapi yang pesan itu guru baru itu saya gak tahu nama nya siapa. Kata nya saya harus memberikan makanan ini pada mba Vidya" sela Pelayan itu menjelaskan kekeliruan pikiran Vidya.
Hal itu membuat Vidya pun mengernyitkan kening nya tanda ia sungguh heran mengapa guru baru itu memberikan makanan pada diri nya, apakah karena suara perut nya yang terdengar begitu nyaring, owh sungguh jika mengingat itu Vidya malu sekali namun Vidya segera mengenyahkan pikiran itu dan menerima makanan tersebut.
Setelah itu pelayan kantin pun pamit pergi kembali. Saat sudah tak terlihat Airin langsung saja bangun beranjak menghampiri Vidya.
__ADS_1
"Dy kamu ada hubungan apa sama guru baru itu kok segala di pesenin makanan gitu, dan kamu kenapa sih Dy udah 2 kali pingsan loh tiap ketemu guru baru itu? " Airin pun memberondong banyak pertanyaan dengan sifat nya yang mendadak kepo akut itu.
"Gak ada, aku aja gak kenal sama guru baru itu" sahut Vidya santai, ia tak ingin memberitahu Airin dulu tentang penyebab ia pingsan 2 kali berturut-turut itu. Karena menurut Vidya belum saat nya ia bercerita walaupun Airin merupakan sahabat terdekat nya, tapi ada beberapa hal yang tak perlu Airin tahu karena Vidya pun butuh privasi juga.
"Masa sih" Airin pun menjeda ucapan nya sambil memandang Vidya dengan lekat.
"Kok mencurigakan ya" lagi Airin makin memindai muka Vidya hingga membuat Vidya sendiri pun gugup karena ia takut Airin mendesak nya untuk bercerita.
"Apaan sih Ai, jangan bikin aku grogi napa" sahut Vidya agar Airin tak memandang wajah nya itu.
"Oke lah kali ini aku percaya tapi kalau seandai nya kamu punya masalah kamu jangan lupa temui aku ya kapan pun waktu nya itu" pesan Airin pada Vidya.
Untuk sekarang Airin tak ingin memaksa Vidya untuk bercerita pada nya, pikir nya nanti juga kalau Vidya siap ia pasti cerita pada nya dan sekarang Airin hanya mencoba percaya pada sahabat nya itu.
Airin yang melihat sahabat nya seperti itu pun menjadi gemas sendiri hingga ia langsung saja mencubit ke dua pipi nya yang mana membuat Vidya terkejut akan tingkah Airin.
"Sakit tau Ai" Vidya pun pura-pura merajuk, sedangkan Airin langsung saja meminta maaf dan mendadak merasa bersalah.
"Minta maaf ya, jangan ngambek gitu ah nanti cantik nya hilang loh" bujuk Airin sembari melihat ke arah pipi Vidya yang memang begitu sensitif kulit nya hingga langsung terlihat merah di ke dua sisi nya.
Melihat Airin yang seperti itu yang ada membuat Vidya tertawa sendiri. "Sudah lah lupakan, ayo bantu aku untuk ke kelas" pinta Vidya lagi.
"Tapi Dy, kamu kan masih belum pulih lebih baik itu makanan nya di makan dulu, kan mubadzir kalau di anggurin gitu aja" Airin melirik makanan yang masih berada di nakas itu dan Vidya pun ikut melirik juga.
__ADS_1
"Sini biar aku yang suapin" lanjut Airin kembali dengan langsung mengambil piring makanan tersebut kemudian membuka penutup nya.
"Aaaaaa... " ucap Airin dengan menyodorkan sesendok makanan yang ternyata berisi nasi goreng tersebut ke arah mulut Vidya namun Vidya sendiri masih terlihat ragu untuk menerima suapan tersebut.
Airin yang tak sabar pun langsung saja makin menyodorkan nya. "Ayolah Dy kamu harus makan dulu baru setelah itu aku bantu kamu kembali ke kelas lagi".
Akhir nya Vidya pun menerima suapan Airin setelah ia berpikir aman. Dan setelah makanan itu habis Airin pun memberikan gelas air putih pada Vidya yang langsung di terima nya dan Vidya pun segera saja meminum nya hingga habis tak bersisa.
" Ayo Ai sekarang kita ke kelas ya" lagi Vidya merengek karena ia masih susah untuk bangun sendiri.
Dan dengan sigap Airin pun memapah Vidya sembari menggendong tas Vidya di punggung nya menuju ke arah kelas mereka.
Sepanjang perjalanan mereka banyak di isi dengan canda tawa juga obrolan ringan yang mana membuat orang yang masih ada di kelas melirik ke arah mereka berdua yang sedang asyik sendiri itu.
"Dy, kamu tahu tidak?" tanya Airin tiba-tiba.
"Tahu apaan emang, kan belum di bagi tahu juga" jawab Vidya yang balik bertanya.
"Itu loh kamu banyak di gosipin sama seluruh kelas gara-gara kejadian yang tadi itu belum lagi masalah kejadian lusa itu juga kan masih belum beres tuh" ucap Airin memberitahu.
"Kamu mendadak jadi seleb di sekolah loh Dy" lagi Airin heboh sendiri.
"Tapi aku khawatir deh, takut kamu makin dapat bullyan dari Lidya cs itu" Airin bicara tanpa memberikan Vidya kesempatan untuk bertanya pada nya.
__ADS_1
"Stop Ai, kita udah sampai kelas ini" ucap Vidya menghentikan langkah nya di depan pintu kelas mereka karena seperti nya Airin tak menyadari nya.