
"Ayo masuk dulu Dy, sebentar aku ambil dulu buku nya di dalam kamar atau mau langsung naik saja ke kamar aku" ucap Airin memberi pilihan.
"Aku di sini saja ya, oh ya om dan tante kemana Ai, kok tidak kelihatan?" Vidya paham dan sadar tak baik ketika ia main terus langsung saja ke kamar maka nya ia memilih untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Bi.. bibi ambilkan minum untuk teman saya ya" Airin memanggil pembantu nya itu.
"Sebentar Dy, aku naik ke atas dulu" pamit Airin langsung saja beranjak pergi, tapi sebelum ia ke atas tentu saja ia harus mencari art nya dulu ke dapur.
"Bi buatkan minum untuk teman saya di depan ya" pinta Airin saat sudah bertemu dengan sang asisten rumah tangga nya itu.
"Baik non Ai, sebentar lagi akan bibi bawa ke depan"
__ADS_1
"Bi, kenapa tadi aku panggil bibi gak nyaut atau samperin aku ke depan?" tanya Airin penasaran.
"Tadi bibi lagi pake handset non, biasa lah dengerin musik" ujar bibi dengan gaya nya sok mengikuti trend anak muda jaman sekarang.
"Yaudah aku ke atas dulu, ingat tamu nya ada di depan. Di ruang tamu bi" Ia tahu kalau pembantu nya yang satu ini suka tulalit kalau tak di ingatkan kembali.
Airin pun ke atas mengambil buku yang ingin Vidya pinjam, namun sebenar nya buku itu sudah Airin siapkan saat ia membeli nya sekaligus dua karena ia tahu Vidya akan sangat membutuhkan nya pasti.
Setelah itu segera Airin masukan ke dalam tas nya karena ia juga ingin mengajak Vidya untuk keluar ke pasar malam yang tak jauh dari rumah nya.
Saat Vidya melihat Airin datang, ia pun langsung berdiri. "Loh Ai mau kemana kok bawa tas segala?" Vidya pun heran melihat teman nya sudah rapi, karena ia kira hanya main di rumah Airin dan belajar bersama.
__ADS_1
"Kita kan mau jalan Dy" sahut Airin yang begitu santai menghampiri dan merangkul Vidya. "Kuy nanti kemalaman lagi" tambah Airin melanjutkan.
Vidya makin bingung, "Aku kira kita hanya di sini saja" gumam Vidya yang masih di dengar Airin.
"Vidya sayang, besok itu weekend jadi sekali-kali lah kita keluar, ntah itu ke taman atau kemana pun biar cari suasana baru saja gitu" Airin pun menarik tangan Vidya. "Bi, kita berdua keluar dulu ya. Kalau mama atau datang bilang Ai pergi nya sama Dy" pesan Airin sambil berlalu keluar rumah dan segera saja anak itu langsung mengambil motor nya yang tadi sudah ia masukan ke dalam garasi.
Tak lupa Vidya pun naik di bonceng dan mereka pun keluar menyusuri jalanan malam kota tersebut.
Vidya yang sangat jarang keluar malam pun sangat kagum akan suasana nya yang begitu ramai muda-mudi bergandengan tangan juga menaiki motor dengan pasangan atau teman.
"Gimana kalau kita ke sana Dy, kamu mau kan aku ajak ke pasar malam?" tanya Airin meminta persetujuan pada sahabat nya itu.
__ADS_1
"Jauh tidak tempat nya Ai?" tanya Vidya memastikan agar ia bisa memperkirakan untuk pulang ke rumah jam berapa saat sudah tahu jarak nya.
"Mana ada jauh kita hanya perlu belok di lampu merah depan dan di lapangan sana itu pasar malam nya". Dan pada akhir nya Vidya pun setuju saja, menurut nya kapan lagi ada kesempatan untuk keluar kalau saja sang ibu tidak ada tamu. Mungkin bagi nya itu akan susah.